Skip to main content
Iklan

Lifestyle

'Capek mikirin diri sendiri': Justin Bieber curhat soal luka batin, akui pemarah

Pelantun lagu Never Say Never itu baru saja memutuskan hubungan pertemanan karena merasa dikritik.

'Capek mikirin diri sendiri': Justin Bieber curhat soal luka batin, akui pemarah

Penyanyi Justin Bieber dalam salah satu unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/@justinbieber)

18 Jun 2025 09:57AM (Diperbarui: 18 Jun 2025 10:08AM)

Justin Bieber blak-blakan mengaku dirinya "rusak" dan punya "masalah amarah", saat menanggapi berbagai komentar di media sosial tentang dirinya. Suami Hailey Bieber ini meminta para penggemar berhenti menyuruhnya untuk "sembuh", dan mengakui ia lelah terus-menerus harus memikirkan dirinya sendiri.

Dalam unggahan di Instagram, Bieber menulis: "Orang-orang terus menyuruhku untuk sembuh. Menurutmu, kalau aku bisa memperbaiki diriku sendiri, aku enggak akan melakukannya dari dulu? Aku tahu aku rusak. Aku tahu aku punya masalah amarah.

"Aku sudah berusaha sepanjang hidupku untuk memperbaiki diri, menjadi seperti yang mereka inginkan. Tapi makin aku berusaha, makin lelah dan makin marah aku jadinya. Semakin aku mencoba bertumbuh, semakin aku cuma fokus ke diriku sendiri," ujarnya. 

Bieber kemudian melanjutkannya dengan bernada religius. "Yesus adalah satu-satunya yang bikin aku masih ingin hidupku berguna buat orang lain. Karena jujur saja, aku capek mikirin diri sendiri terus akhir-akhir ini. Kamu juga gitu enggak sih?”

Unggahan ini muncul tak lama setelah Bieber membagikan tangkapan layar percakapannya dengan seorang teman, yang memperlihatkan ia meluapkan kemarahan. 

Dalam percakapan itu, pelantun lagu Never Say Never ini juga menyatakan bahwa ia akan memutuskan hubungan pertemanan dengan orang tersebut karena merasa dikritik.

Dalam tangkapan layar itu, Bieber menulis: "Aku engak akan pernah menahan emosiku demi orang lain. Konflik itu bagian dari hubungan. Kalau kamu enggak suka amarahku, berarti kamu enggak suka aku."

"Amarahku itu respons dari luka yang aku alami. Meminta seseorang yang trauma untuk tidak menunjukkan trauma itu kejam," curhat Bieber. 

Teman yang tidak disebutkan namanya itu menjawab dengan mengatakan bahwa ia menjadi sasaran amarah Bieber. 

"Aku enggak terbiasa menerima luapan emosi seperti ini. Bukan berarti aku enggak mengetahui dan memahami amarahmu."

Penyanyi lagu Believe itu pun membalas dengan tegas bahwa ia mengakhiri pertemanan mereka dan bersikeras bahwa ia "tidak membutuhkan" orang tersebut dalam hidupnya.

"Ouch. Pertemanan ini resmi selesai. Aku enggak akan pernah terima orang yang menyebut amarahku sebagai 'meluapkan emosi'. Aku menikmati hubungan kita yang singkat ini," tulis Bieber.

"Aku enggak bercanda waktu bilang aku enggak butuh kamu sebagai teman. Aku punya teman-teman baik yang menghargai batasan-batasanku."

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan