Nyaris bangkrut, Justin Bieber jual seluruh katalog lagu lawas Rp3 triliun
Meski belum jelas ke mana larinya kekayaan Bieber, ia dilaporkan menghamburkan uang untuk delapan bus tur konser, salah satunya bahkan direnovasi hingga menghabiskan Rp32 miliar, belum lagi untuk jet pribadi, dan beberapa rumah mewah yang dibeli secara tunai.
Penyanyi Justin Bieber dalam salah satu unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/@justinbieber)
Justin Bieber dikabarkan pernah berada dalam kondisi keuangan yang hampir bangkrut, bahkan berada di ambang "kehancuran finansial" sehingga terpaksa menjual katalog musik lawas miliknya pada Desember 2022 lalu.
Alasan ini terungkap dari dokumenter terbaru berjudul TMZ Investigates: What Happened to Justin Bieber? yang rilis di platform Hulu sejak 14 Mei 2025.
Produser eksekutif TMZ Harvey Levin mengklaim bahwa pelantun lagu Peaches tersebut sebenarnya telah mengumpulkan kekayaan antara US$500 juta hingga US$1 miliar (Rp8 triliun hingga Rp16 triliun) sepanjang kariernya.
Namun, ia "terpaksa menjual katalog musiknya karena bangkrut," sebagian besar disebabkan oleh utang yang muncul setelah ia membatalkan Justice World Tour pada tahun 2022.
"Aku ikut dalam panggilan telepon bersama sejumlah orang. Pihak Justin sendiri mengakui bahwa pada 2022, ia berada di ambang... istilahnya 'kehancuran finansial.' Dan itulah alasan dia harus menjual katalognya," ungkap Levin dalam dokumenter tersebut.
Levin juga menyebut bahwa mantan manajer Bieber, Scooter Braun, sebenarnya sudah mendengar rencana penjualan katalog tersebut, dan sempat menyarankan sang bintang untuk menunggu hingga Januari 2023 agar bisa mendapatkan potongan pajak.
"Tapi Justin bilang, 'Aku harus jual sekarang.' Dan akhirnya dia jual pada Desember. Segitu parahnya kondisi keuangannya," klaim Levin.
Meski belum jelas bagaimana Bieber membelanjakan kekayaannya, salah satu staf TMZ menyebut bahwa selama tur Justice World Tour, Bieber menggunakan delapan bus dan bahkan menghabiskan US$2 juta (sekitar Rp32 miliar) hanya untuk merenovasi salah satunya.
Ia juga diketahui sering menggunakan jet pribadi yang sangat mahal dan membeli beberapa rumah mewah secara tunai.
Dalam bagian lain dokumenter tersebut, produser eksekutif TMZ Don Nash menyebut bahwa Bieber seharusnya bisa menghasilkan US$90 juta (sekitar Rp1,4 triliun) jika menyelesaikan tur Justice World Tour-nya, yang akhirnya dibatalkan pada September 2022 demi memprioritaskan kesehatannya.
Dokumenter dari TMZ ini dirilis satu bulan setelah The Hollywood Reporter menerbitkan laporan yang serupa, mengklaim bahwa Bieber terlilit utang jutaan dolar setelah membatalkan tur dunia tersebut.
Saat itu, perwakilan Bieber mengecam laporan tersebut dalam pernyataan kepada PEOPLE, menyebut bahwa sumber informasi mereka tidak dapat dipercaya.
"Ini cuma clickbait bodoh yang bersumber dari orang-orang tidak dikenal, dan jelas tidak tahu apa-apa, yang kecewa karena sudah tidak lagi bekerja dengan Justin. Saat Justin memilih jalannya sendiri, cerita-cerita tidak penting dan asumsi tidak akurat seperti ini akan terus muncul. Tapi hal itu tidak akan menghentikannya untuk terus berkomitmen mengikuti jalan yang benar," ujar sang juru bicara.
Sementara itu, sumber lain mengatakan kepada PEOPLE pada bulan yang sama bahwa peraih Grammy itu sedang menghadapi “banyak masalah pribadi.”
"Dia akhir-akhir ini membuat keputusan yang sangat buruk, yang berdampak pada pertemanan, keuangan, dan bisnis. Banyak orang yang khawatir padanya," ujar sumber tersebut.
Hingga berita ini ditulis, pihak Bieber belum mengonfirmasi kabar ini.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.