Drama It Ends With Us memanas: Justin Baldoni tuding Blake Lively manipulasi media
Kuasa hukum Baldoni berjanji pihaknya akan menyerang balik Lively melalui gugatan hukum yang akan "menceritakan kisah sebenarnya" terkait tuduhan pelecehan seksual.
Potongan adegan dalam film It Ends with Us. (Foto: Instagram/@itendswithusmovie)
Aktor dan sutradara Justin Baldoni dikabarkan tengah mempersiapkan gugatan balik yang "mengejutkan" terhadap Blake Lively.
Aktor berusia 40 tahun tersebut dituduh oleh Lively melakukan pelecehan seksual di lokasi syuting film mereka, It Ends With Us.
Dalam pengaduan yang diajukan ke California Civil Rights Department, Blake Lively mengajukan 10 keluhan terkait bekerja bersama Justin Baldoni dalam lokasi syuting.
Gugatan itu termasuk menuduh Baldoni melakukan pelecehan seksual berulang, memasukkan adegan tanpa busana tanpa persetujuan Lively, dan menunjukkan menunjukkan konten tidak senonoh berupa foto dan video perempuan telanjang.
Istri aktor Ryan Reynolds itu juga mengeluhkan pernyataan Baldoni yang mengaku kecanduan pornografi, memasuki ruang ganti tanpa izin Lively ketika ia sedang menyusui anaknya, meminta tambahan adegan seksual, dan membahas hal sensitif terkait organ intim pemain dan kru.
Menurut laporan Daily Mail, Baldoni akan mengajukan dokumen hukum balasan setelah pengadilan kembali buka usai libur Tahun Baru.
Pengacara Baldoni, Bryan Freedman, mengungkapkan kepada Deadline pada Sabtu (28/12), "Saya tidak akan berbicara soal kapan atau berapa banyak gugatan yang akan kami ajukan, tetapi saat gugatan pertama diajukan, itu akan mengejutkan semua orang yang telah dimanipulasi untuk mempercayai narasi yang jelas-jelas salah.
"Gugatan tersebut akan didukung oleh bukti nyata dan akan menceritakan kisah sebenarnya," tutur Freedman.
"Selama lebih dari 30 tahun bekerja dalam profesi ini, saya belum pernah melihat perilaku yang sangat tidak etis dan disengaja melalui manipulasi media seperti ini," ungkapnya.
Menurut Daily Mail, gugatan Baldoni akan membalikkan narasi Lively, yang menuduh aktor itu bersama tim humasnya telah melakukan kampanye hitam untuk "menghancurkan" reputasi aktris berusia 37 tahun tersebut.
Di tengah perseteruan ini, Blake Lively mendapatkan dukungan dari sejumlah rekan, termasuk aktris Kaitlin Olson (49).
Olson, istri dari Rob McElhenney (47), merupakan teman sekaligus mitra bisnis suami Lively, Ryan Reynolds (48). Ia menyatakan dukungannya melalui Instagram Stories.
Olson menulis: "@blakelively adalah orang yang baik, penuh kasih, jujur, dan murah hati (dan ibu yang luar biasa). Sebagai informasi saja."
Sementara itu, Baldoni membantah semua tuduhan yang dilayangkan oleh Lively. Pengacaranya menyebut klaim tersebut sebagai "sepenuhnya salah."
Freedman, yang juga mewakili Baldoni dan perusahaan produksi Wayfarer Studios miliknya, mengatakan kepada Variety: "Tuduhan ini sama sekali tidak benar, sangat keterlaluan, dan sengaja dibuat sensasional dengan tujuan untuk menyakiti secara publik serta menghidupkan kembali narasi yang salah di media."
It Ends With Us merupakan film adaptasi dari novel laris karya Colleen Hoover yang terbit pada 2016.
Fim ini dirilis pada bulan Agustus dan mencetak debut box office sebesar US$50 juta.
Namun, banyak pihak menilai It Ends With Us meromantisasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Sejak muncul kabar gugatan hukum ini, penulis novel It Ends With Us, Colleen Hoover, memberikan dukungan penuh kepada Lively.
Dalam unggahan Instagram Story, Hoover memuji Lively sebagai sosok yang jujur, suportif, dan sabar.
"@blakelively, jangan pernah berubah. Jangan pernah layu," tulis Hoover, memperlihatkan solidaritasnya terhadap aktris tersebut, Minggu (22/12).
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.