JUMBO raih posisi 6 di box office Korea, kalahkan film nominasi Oscar
Baru delapan hari tayang di Korsel, JUMBO sudah mengantongi sekitar Rp2,3 miliar dan termasuk 10 besar box office mingguan, bahkan melewati Sentimental Value dalam perolehan penonton.
Poster film JUMBO karya sutradara Ryan Adriandhy. (Foto: Instagram/@jumbofilm_id)
Film animasi Indonesia JUMBO langsung bikin kejutan di pekan pertama penayangannya di Korea Selatan, dengan menempati peringkat ke-enam di box office mingguan Negeri Ginseng itu.
Mengacu pada data dari Korean Film Council (KOFIC) yang dilihat CNA Indonesia pada Rabu (25/2), JUMBO meraih 22.330 penonton di hari ke-delapan penayangannya sejak rilis di Korea tanggal 18 Februari 2026.
Jumlah tersebut setara dengan pendapatan sekitar US$138,795 (sekitar Rp2,3 miliar) dan cukup untuk mengamankan posisi enam besar mingguan.
Capaian awal itu membuat JUMBO melampaui sejumlah film yang lebih dulu tayang sejak akhir 2025. Meski persaingan perfilman di Korea Selatan tergolong ketat, JUMBO ternyata mampu menjaga momentumnya sejak dirilis di Korea.
JUMBO berada di posisi enam dalam daftar mingguan yang dipimpin The King's Warden dengan lebih dari satu juta penonton, diikuti Humint dengan 239.366 tiket, serta Choir of God dengan 4.914 tiket.
Posisi empat ditempati Number One dengan 40.967 tiket, sementara App the Horor berada di urutan lima dengan 32,345 tiket.
JUMBO juga berhasil unggul atas Sentimental Value yang sama-sama tayang di Korea pada 18 Februari 2026. Film yang menjadi nominasi Best Picture Piala Oscar 2026 tersebut mencatatkan 10.727 tiket pada 25 Februari 2026.
Korea Selatan menjadi salah satu dari 40 negara yang menayangkan JUMBO dalam ekspansi film animasi ini menembus pasar internasional. Film ini pernah tayang di Singapura dan Malaysia, dan sedang tayang di platform streaming Netflix.
Sebelum merambah pasar internasional, JUMBO lebih dulu mencetak pencapaian gemilang di dalam negeri. Film yang pertama kali tayang di Indonesia pada 31 Maret 2025 itu berhasil mengumpulkan 10.233.002 tiket, menjadikannya film lokal terlaris kedua sepanjang masa. Posisi tersebut berada tepat di bawah Agak Laen 2: Menyala Pantiku yang mengantongi 10.959.123 tiket.
Disutradarai oleh Ryan Adriandhy, JUMBO mengisahkan Don, anak bertubuh besar yang kerap diremehkan di lingkungannya. Sebuah buku cerita warisan dari orang tuanya membawanya menjelajahi dunia penuh imajinasi, sekaligus mengajarkannya tentang persahabatan, keberanian, dan penerimaan diri.
Dalam perjalanannya, Don selalu ditemani Oma serta dua sahabatnya, Nurman dan Mae. Mereka kemudian bertemu Meri, anak perempuan dari dunia lain yang tengah mencari kedua orang tuanya. Petualangan fantasi yang mereka jalani mengangkat nilai tentang keluarga, persahabatan, serta arti dukungan bagi orang-orang terdekat.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.