Hiatus 3 tahun, Joji comeback dengan Pixelated Kisses, sindir kisah cinta digital
Lewat single ini, Joji menyindir betapa interaksi cinta secara virtual tidak mampu menggantikan keintiman nyata.
Penyanyi alternative R&B asal Jepang-Australia, Joji, dalam unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/@sushitrash)
Penyanyi alternative R&B asal Jepang-Australia, Joji, akhirnya kembali ke industri musik lewat single terbaru berjudul Pixelated Kisses yang dirilis pada pekan ini. Single ini menjadi rilisan pertamanya sejak album ketiga SMITHEREENS pada 2022.
Lagu berdurasi kurang dari dua menit ini sepenuhnya ditulis, diproduksi, dan direkam oleh Joji sendiri. Meskipun singkat, karya ini menandai kembalinya gaya vokal khas Joji, namun dengan sentuhan produksi yang lebih padat dan bertekstur bitcrushing—berbeda dari karya sebelumnya yang lebih mellow seperti Glimpse of Us, Slow Dancing in the Dark, dan Yeah Right.
Pixelated Kisses sendiri berisikan hook yang memikat dan dentuman rage trap yang kasar, menghasilkan nuansa dingin dan psikedelik yang terasa seperti arah baru bagi Joji.
Sebagai salah satu suara paling khas di ranah alternative R&B, penantian panjang para penggemar akan karya baru Joji terasa lebih lama dari dugaan.
Namun menurut The Rolling Stones, Pixelated Kisses terasa bukan sekadar comeback, melainkan sebuah re-entry yang tenang, pengingat bahwa karier Joji dibangun di atas suasana hati dan emosi, bukan kemegahan.
Sementara itu, Uproxx melaporkan bahwa lagu ini menjadi bentuk kritik Joji terhadap cara berpacaran di era digital. Melalui liriknya, Joji menggambarkan betapa interaksi virtual tidak mampu menggantikan keintiman nyata.
"Pixelated kisses got me goin’ insane / Replicate this moment from a million miles away," begitu penggalan lirik yang ia nyanyikan dengan lembut di atas ketukan trap yang pelan tapi bergemuruh.
"Waiting for the signal, baby, never make a sound / If you never hear from me, all the satellites are down."
Setelah lima tahun berkarier di bawah label Warner dan 88rising, Pixelated Kisses menjadi single pertama Joji yang dirilis melalui Virgin. Dengan kontrak label baru dan rekam jejak kuat yang telah ia bangun, masa depan Joji terlihat semakin cerah.
Meskipun sejak 2022 ia belum banyak merilis musik baru, Joji tetap berhasil menjaga eksistensinya lewat penampilan-penampilan di berbagai festival besar seperti Hive dan Bleached pada 2023, serta 88rising’s Head In The Clouds pada 2024.
Tahun 2023 juga menjadi momentum penting dengan digelarnya Pandemonium Tour, yang membawanya tampil di arena-arena besar di seluruh Amerika Utara.
Sebelum dikenal sebagai musisi, Joji sempat lebih dulu meraih ketenaran di dunia maya lewat persona alter egonya, Filthy Frank.
Lewat karakter nyeleneh itu, ia menciptakan konten absurd mulai dari tantangan makan ekstrem hingga kisah-kisah fantasi tokoh ciptaannya, termasuk karakter paling ikonik, Pink Guy, yang diperankan oleh dirinya sendiri.
Perjalanan Joji dari komedian absurd di YouTube menjadi salah satu musisi R&B global paling berpengaruh kini sering disebut sebagai salah satu transformasi paling langka dan menarik di era internet.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.