Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Jerome Polin bongkar hitungan tunjangan rumah DPR Rp50 juta: 'Buat kos? Itu hotel bintang lima!'

Dengan gaya khasnya, kreator konten ini membedah logika di balik angka-angka fantastis tunjangan anggota DPR yang dinilai tidak masuk akal.

Jerome Polin bongkar hitungan tunjangan rumah DPR Rp50 juta: 'Buat kos? Itu hotel bintang lima!'

kreator konten sekaligus lulusan Matematika Terapan Universitas Waseda, Jerome Polin. (Foto: Instagram/@jeromepolin)

21 Aug 2025 03:05PM (Diperbarui: 21 Aug 2025 03:24PM)

JAKARTA: Kenaikan gaji dan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memicu reaksi keras dari masyarakat, termasuk dari Jerome Polin, kreator konten sekaligus lulusan Matematika Terapan Universitas Waseda, Jepang

Melalui berbagai unggahannya, Jerome secara kritis mengupas detail tunjangan yang menurutnya tidak masuk akal, apalagi ketika kondisi ekonomi masyarakat masih berat.

Salah satu fokus kritik Jerome adalah pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, yang menyebutkan tunjangan perumahan sebesar Rp50 juta per bulan per anggota DPR sebagai angka yang wajar. 

Menurut Adies, nilai tersebut didasarkan pada harga sewa kamar atau kos di sekitar Senayan.

"Sekarang tidak ada rumah dinas lagi, anggota DPR tidak dapat rumah dinas," kata Adies. 

"Kalau mereka ngontrak rumah atau kos saja, ruangan 4x6 dengan kamar mandinya, kurang lebih dekat-dekat senayan ini Rp3 juta per bulan, itu udah paling murah," imbuhnya, dikutip dari CNN Indonesia.

Adie kemudian melanjutkan dengan memberikan penghitungan bahwa bahkan dengan tunjangan Rp50 juta, anggota DPR masih harus nombok dengan uang mereka.

"Kalau dikalikan satu bulan, dianggap 26 hari mereka bekerja, berarti Rp78 juta," ucap Adies. "Berarti mereka masih nombok untuk menuju Rp78 juta itu," lanjutnya.

PENTINGNYA BELAJAR MATEMATIKA

Namun, logika ini dipatahkan mentah-mentah oleh Jerome. 

Dengan latar belakangnya di bidang Matematika, konten kreator itu menyayangkan cara berhitung Adies yang dianggap tidak masuk akal.

"Ini lah pentingnya kita belajar Matematika," kata Jerome melalui akun @jeromepolin, Kamis (21/8).

Ia mencontohkan, jika tunjangan per bulan adalah Rp50 juta dan harga kos per bulan Rp3 juta, maka masih ada sisa Rp47 juta.

"Kenapa harus dikali 26 hari kerja?" tanyanya.

"Bulan sama hari enggak boleh dikaliin. Kalau dikaliin, 3 x 26 hari jadi Rp78 juta per bulan katanya, artinya Rp3 juta per hari,” ujarnya lagi.

Jerome pun menyindir keras pernyataan Adies.

"Kalau Rp 3juta per hari, namanya bukan kos, itu namanya hotel bintang lima, Pak," cetusnya.

DPR MEWAH, RAKYAT MELARAT

Kritik Jerome tidak berhenti sampai di situ. 

Ia juga menyoroti secara keseluruhan kenaikan pendapatan anggota DPR RI yang kini bisa menembus lebih dari Rp100 juta per bulan. 

Kenaikan ini terjadi setelah kompleks rumah dinas DPR dikembalikan kepada negara, dan diganti dengan tunjangan perumahan sebesar Rp50 juta.

Bagi Jerome, angka fantastis ini tidak pantas diterima oleh mereka yang mengemban peran sebagai wakil rakyat.

"DPR kan Dewan PERWAKILAN Rakyat. Lah, kalau rakyatnya susah, masa DPRnya mewah?? wkwk," tulis Jerome di Instagram Story-nya pada Rabu (20/8).

"Rakyat mana yang diwakilkan???? Pejabat itu kan pelayan rakyat. Pelayan mana yang bisa hidup enak di saat Tuannya melarat?" lanjutnya.

TUNJANGAN PAJAK 

Jerome juga mengungkapkan keheranannya terhadap adanya tunjangan pajak sebesar Rp2.699.831 yang diterima oleh anggota DPR RI.

"Di saat semua dipajakin. Ada DPR yang dapat TUNJANGAN PAJAK alias enggak bayar pajak, alias pajaknya ditanggung sama rakyat," ujarnya.

"Mana dapat tunjangan beli rumah Rp50 juta, di saat rakyatnya susah buat beli rumah. HAHAHAHAHAHAHAH CAPEK," tulis Jerome dalam unggahan lain.

Di tengah kritiknya, Jerome juga menunjukkan empatinya terhadap para tenaga pengajar dan tenaga kesehatan yang berjuang hidup dengan penghasilan terbatas. 

Ia membandingkan nasib mereka dengan para wakil rakyat yang justru hidup berkecukupan dengan tunjangan besar.

"Rp 50 juta per bulan untuk tunjangan rumah, sedangkan di luar sana banyak guru, dosen, tenaga pendidik, nakes, enggak tahu mau makan apa besok, enggak tahu tinggal di mana besok, bisa hidup atau enggak besok enggak tahu," ucap Jerome.

"GWS (get well soon) deh," tutupnya dengan helaan napas panjang.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan