Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Dituding kirim foto cabul oleh Yi Zhou, Jeremy Renner: 'Itu fitnah!'

Sutradara asal Tiongkok itu menuding Renner melakukan pelecehan dan mengancam melaporkannya ke petugas imigrasi, sementara Renner membantah semua tuduhan itu.

Dituding kirim foto cabul oleh Yi Zhou, Jeremy Renner: 'Itu fitnah!'

Aktor Jeremy Renner (kiri) dan sutradara asal Tiongkok, Yi Zhou (kanan), dalam unggahan mereka masing-masing. (Foto: Tangkapan layar media sosial X)

Sutradara Yi Zhou mengaku dilecehkan aktor Jeremy Renner, yang mengirimkannya "foto-foto cabul tanpa diminta" dan bahkan mengancam, Zhou akan dilaporkan ke petugas imigrasi. Sementara, Renner membantah tuduhan itu dan meminta Zhou berhenti menyebarkan fitnah.

Sutradara asal Tiongkok itu menuduh dalam serangkaian unggahan di Instagram minggu ini bahwa Renner mengirimkan "serangkaian foto cabul dirinya tanpa diminta" lewat pesan langsung dan WhatsApp pada bulan Juni.

Zhou dan Renner saling mengenal karena keduanya pernah bekerja bersama dalam proyek dokumenter Chronicles Of Disney dan sebuah film animasi.

Zhou juga mengklaim bahwa ketika ia mengonfrontasi Renner soal foto-foto tersebut, sang aktor berusia 54 tahun itu "mengancam akan menghubungi pihak imigrasi/ICE" yang dapat membuat Zhou dideportasi dari Amerika Serikat.

Namun, perwakilan Renner menegaskan: "Tuduhan tersebut sepenuhnya tidak akurat dan tidak benar."

Kuasa hukum aktor The Mayor Of Kingstown itu telah mengirimkan surat somasi kepada Zhou, yang menuntut agar ia menghentikan "komunikasi yang bersifat fitnah" dan tidak lagi menyebarkan atau mempublikasikan kembali "kebohongan palsu, dibuat-buat, dan sensasional" atau mereka akan mengambil tindakan hukum.

Surat tersebut, menurut laporan People, menyebutkan bahwa Zhou "mengupayakan hubungan seksual/romantis/sexting secara agresif" dengan Renner dan "menciptakan klaim palsu dan keterlaluan... demi mencari publisitas" untuk proyek-proyeknya.

Pengacara bintang Hawkeye, Marty Singer, menyebut tuduhan Zhou "palsu, keterlaluan, dan sangat mencemarkan nama baik" serta menuding bahwa Zhou sedang melakukan balas dendam usai sang aktor "menolak ajakan romantisnya" dan menolak menggunakan akun media sosialnya untuk mempromosikan proyek-proyek milik Zhou.

Sang pengacara menjelaskan bahwa keduanya hanya bertemu sekali di sebuah hotel di Nevada pada bulan Juli, ketika Renner diwawancarai untuk dokumenter sang sutradara sebelum mereka mengalami "pertemuan singkat yang bersifat konsensual".

Menurut Singer, mereka bertemu lagi untuk kedua kalinya pada bulan Agustus, namun sejak itu Renner tidak lagi berbicara dengan Zhou selama lebih dari sebulan dan mengabaikan "pesan-pesan eksplisit yang berisi ungkapan cinta" yang diklaim masih dikirim Zhou hingga 24 Oktober lalu.

Menanggapi tuduhan soal ancaman menghubungi ICE, Singer menambahkan: "[Dia] secara terus-menerus mengganggu dan mengancam klien saya dengan ratusan pesan yang tidak diinginkan dan tidak diminta."

"Fakta sebenarnya adalah bahwa Nona Zhou secara terus-menerus dan agresif telah melecehkan serta mengejar klien saya selama berbulan-bulan tanpa adanya balasan dari pihak klien saya, selain satu pertemuan singkat pada 12 Juli 2025."

Namun Zhou mengungkapkan kepada People bahwa dirinya telah "ditipu oleh cinta" dan bersikeras bahwa Renner telah mengirimkan "foto-foto cabul tanpa izin… selama beberapa hari", "memaksakan diri pada saya di hari pertama kami bertemu", dan mengancam akan menghubungi pihak imigrasi.

Zhou juga menuduh bahwa ia melibatkan bintang The Hurt Locker itu dalam proyek-proyeknya karena Renner "berjanji padaku bahwa kami berada dalam hubungan cinta yang sedang berkembang."

Ia menambahkan: "Aku percaya gerakan Me Too belum berakhir dan kita perlu terus berjuang."

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan