Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Jelang konser Taylor Swift, demam Swiftie melanda Singapura

Kepada CNA Lifestyle, penggemar Swift di Singapura mengaku tidak bosan-bosan mengikuti kabar sang idola. 

Jelang konser Taylor Swift, demam Swiftie melanda Singapura
Taylor Swift tampil di atas panggung pada rangkaian konser The Eras Tour di Argentina. (Foto: Instagram/taylorswift)

SINGAPURA: Dalam hitungan hari, Taylor Swift akan melangsungkan konser The Eras Tour di Singapura selama enam hari. Menjelang satu-satunya konser Taylor di kawasan Asia Tenggara ini, berbagai pemberitaan seputar dirinya terus saja membanjiri media massa, baik lokal maupun regional.

Memang, musisi sekelas Taylor Swift pasti mengundang banyak pemberitaan. TayTay, panggilan Taylor, merupakan musisi yang dapat disebut sebagai idola pop terpopuler dalam dekade ini. Pencapainnya segudang dan diganjar dengan puluhan penghargaan. 

Konsernya, The Eras Tour, merupakan konser yang digadang-gadang paling laris sepanjang masa. Perusahaan riset QuestionPro memproyeksikan konser ini berpotensi menghasilkan US$4,6 miliar hanya di Amerika Serikat saja.

Baru-baru ini, Taylor juga mencetak rekor sebagai satu-satunya artis yang membawa pulang piala untuk kategori Album Terbaik sebanyak empat kali di Grammy Awards.

Namun, tentu saja, sebagai megabintang, pemberitaan seputar Taylor tidak hanya berfokus pada karier bermusiknya, tetapi juga terkait kehidupan pribadinya. Segala hal yang dilakukan Taylor praktis akan disorot media. 

Pertanyaannya, apakah banyaknya pemberitaan tersebut tidak membuat penggemarnya jenuh? Jawabannya tidak, malah warga Singapura mengaku demam Swiftie (panggilan khusus untuk para penggemar Swift) makin terasa di Negeri Singa menjelang konsernya. 

Ikon pop AS Taylor Swift tampil di atas panggung pada rangkaian konser The Eras Tour di Detroit. (Foto: Instagram/taylorswift)

Dari sisi kehidupan personalnya, pemberitaan yang santer soal Swift adalah kisah cintanya dengan pemain NFL dari Kansas City Chiefs, Travis Kelce. Swift kerap hadir dalam pertandingan yang diikuti Travis, dan bahkan membuat jumlah penonton NFL meroket tajam akibat aksi mesranya dengan pasangan. 

Menjelang konser Swift, penggemar selalu ingin tahu apakah Travis akan melakukan hal serupa dengan hadir untuk mendukung Swift di The Eras Tour. Travis misalnya, terlihat di Sydney, Australia, pada tanggal 22 Februari 2024, hanya beberapa hari sebelum konser Taylor di sana.

Beberapa minggu yang lalu, pemberitaan media dihebohkan dengan artikel seputar pemberitaan penggemar yang ingin tahu apakah Taylor dapat mendarat ke Las Vegas, AS, dengan tepat waktu untuk menonton pertandingan Super Bowl kekasihnya, tidak lama setelah konsernya di Tokyo, Jepang. Kedutaan besar AS di Jepang bahkan merilis pernyataan mereka terkait hal ini. 

Selain itu, banyak pula pemberitaan soal penggunaan jet pribadi Taylor (yang mencapai sekitar 8.300 ton emisi karbon pada tahun 2022. Angka tersebut merupakan 1.800 kali lipat dari rata-rata emisi tahunan satu orang. 

Ada juga pemberitaan soal sikapnya pada acara penghargaan Grammy Awards baru-baru, yang menurut sebagian orang dianggap menghina Celine Dion, dan masih banyak lagi.

Namun menurut penggemar Taylor, Alex Foo, kejenuhan membaca berita tentang Taylor mungkin baru terjadi akhir-akhir ini saja. "Sejujurnya, saya tidak berpikir ada bintang pop lain yang mendapat sorotan sebanyak dia saat ini. Tetapi, saya percaya bahwa pemberitaan ini masih di dalam kendali Taylor, karena dia bisa saja sembunyi dari sorotan kalau dia mau," ujar Foo yang berusia 24 tahun ini. 

Foo juga mempertanyakan apakah kritik baru-baru ini seputar penggunaan jet pribadi Swift "akurat".

"Bukan berarti saya sengaja mengabaikan fakta dan membelanya, tetapi saya melihat ada artikel yang menyataian dia bukanlah selebriti dengan emisi karbon tertinggi dari jet pribadinya, dan ada juga artikel yang menyatakan bahwa dia membayar dua kali lipat pajak karbon untuk mengimbangi kerusakan akibat penerbangan pribadi," tambahnya.

Penggemar Taylor Swift lainnya, yang hanya ingin dikenal sebagai H, mengakui bahwa "Swift memang pantas dikritik sampai batas tertentu" atas beberapa tindakannya baru-baru ini, namun ia merasa bahwa ada standar ganda yang menimpanya.

"Namun, pasti ada sedikit standar ganda dan (ada) banyak selebriti terkenal lainnya yang melakukan hal yang sama. Tapi karena Taylor Swift dianggap 'trendi' sekarang, tidak heran jika publik akan mengkritik semua yang dia lakukan. Saya rasa orang-orang mengidolakan selebriti akhir-akhir ini. Padahal, dia hanyalah seorang selebriti," kata H yang berusia 23 tahun ini.

Pendapat yang sama juga diutarakan oleh penggemar Taylor lainnya, Kim Lee, yang berpendapat bahwa sorotan media yang besar terhadap selebriti "bisa sangat berbahaya".

"Saya merasa media terlalu sering menggunakan Swift sebagai clickbait. Terutama semua berita utama tentang dia dan pasangannya saat ini. Saya rasa cara media menyorotinya seperti ini agak mengganggu saya," kata Lee yang berusia 22 tahun ini.

Bagaimanapun, ketiga penggemar Taylor ini sepakat bahwa mereka tidak terganggu dengan pemberitaan buruk tentang Taylor akhir-akhir ini. 

"Saya rasa saya berinteraksi dengan Taylor dan musiknya secara berbeda dari kebanyakan Swifties. Kamu dapat mencintai seseorang dan tidak mendukung setiap hal yang dia lakukan. Hal ini tidak lantas membuat saya kurang menyukainya, tetapi hanya lebih menyadari fakta bahwa dia adalah orang yang terkadang melakukan kesalahan."

Selain segala pemberitaan soal sisi personalnya, terdapat juga pemberitaan bahwa Dinas Pariwisata Singapore "memberikan dana hibah" untuk membantu penyelenggara konser Taylor. Namun, mereka tidak mengonfirmasi atau menyangkal dana hibah ini membuat Taylor hanya menyelenggarakan konsernya secara ekslusif di Singapura dan tidak mengunjungi negara ASEAN lainnya. 

Terkait hal ini, seorang eksekutif berusia 29 tahun, Mira Choi, yang mengaku dia seorang Swiftie sejak muda menilai, "Jika itu benar, maka saya rasa Singapura sangat cerdas dalam memanfaatkan sensasi pop dan menggunakannya untuk keuntungan mereka karena hal ini akan mendongkrak pariwisata secara signifikan."

Source: CNA/ps(ih)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan