Jelang comeback Arirang, V BTS kini sibuk jadi plant parent
Di sela jadwal latihan dan rekaman yang padat, V membagikan keseharian barunya yang sederhana dan menenangkan.
Member BTS, V, dalam salah satu unggahan di akun media sosial V. (Foto: Instagram/@thv)
Di tengah kesibukannya mempersiapkan comeback BTS yang akan datang, V membagikan pembaruan tak terduga soal kehidupannya. Ia kini resmi menjadi seorang "plant parent", atau pencinta tanaman.
V mengunggah sebuah video di media sosial pada akhir pekan lalu dengan keterangan, "Di antara persiapan album dan merawat tanaman, aku sangat sibuk."
Ia juga menggunakan kata "sikrini", istilah gabungan dalam bahasa Korea dari kata "plant" dan "child", untuk menggambarkan seseorang yang masih pemula dalam merawat tanaman.
Dalam video tersebut, V BTS terlihat berada di rumah mengenakan piyama, sambil dengan lembut memeriksa sebuah tanaman pot. Sambil menyebut dirinya masih pemula, ia mengamati daun-daunnya satu per satu.
Dalam unggahan sebelumnya, V sempat membagikan foto tanaman yang layu dengan keterangan "crying sikrini", memperlihatkan betapa ia sudah cukup tenggelam dalam hobi barunya ini.
BTS dijadwalkan akan melakukan comeback sebagai grup lengkap pada 20 Maret 2026 lewat album penuh kelima mereka yang berjudul Arirang.
Album ini menjadi rilisan pertama BTS sebagai unit lengkap dalam hampir empat tahun terakhir, setelah seluruh member menyelesaikan wajib militer.
Grup ini juga berencana memperkenalkan lagu baru di Gwanghwamun Square sehari setelah perilisan album.
MEREDAKAN STRES
Dengan comeback yang tinggal dua bulan lagi, V justru memilih untuk menekuni perawatan tanaman. Para ahli menilai, kebiasaan ini bisa menjadi langkah strategis yang membawa manfaat bagi kesehatan mental.
Pasalnya, berinteraksi dengan tanaman membantu menjaga stabilitas emosi, meredakan stres, dan mendukung pemulihan mental, menurut laporan The Korea Times.
Dedikasi V terhadap tanaman-tanamannya, meski tengah menjalani jadwal persiapan comeback yang padat, memberi gambaran bagaimana orang dengan kesibukan tinggi tetap bisa menemukan cara untuk berhenti sejenak dan rileks.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa berinteraksi dengan tanaman dapat menurunkan hormon stres serta menstabilkan detak jantung dan tekanan darah.
Menurut media kesehatan asal Amerika Serikat, Healthline, merawat tanaman indoor dapat mengurangi ketegangan psikologis dan mendorong perasaan tenang. Aktivitas sederhana seperti menyiram atau mengelap daun memberi otak "micro-break" dari kondisi yang penuh tekanan
Psikologi lingkungan menjelaskan hal ini lewat teori "attention restoration theory", yang menyebutkan bahwa elemen alami membantu memulihkan energi kognitif.
Studi menunjukkan bahwa ruang indoor yang dipenuhi tanaman hijau dapat meningkatkan konsentrasi dan kepuasan kerja.
Bagi V, yang menghabiskan banyak energi mental untuk proses syuting dan latihan, tanaman bisa berfungsi sebagai kegiatan penyegaran di tengah agenda yang padat.
Merawat tanaman juga membantu membentuk rutinitas. Menyiram tanaman di waktu tertentu memberi struktur pada jadwal yang padat sekaligus memperkuat rasa self-care.
Di lingkungan perkotaan yang padat, tanaman indoor membantu mengisi kekosongan emosional akibat terbatasnya akses ke alam.
Tanaman menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen, sehingga membuat udara di dalam ruangan terasa lebih segar. Tanaman juga mampu menyerap partikel halus serta zat kimia berbahaya seperti formaldehida dan benzena.
Dengan meningkatkan kelembapan secara alami, tanaman membantu menurunkan risiko tenggorokan dan kulit kering yang umum terjadi di ruangan ber-AC.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.