Tak lama lagi, manusia ramai-ramai hidup di luar angkasa, menurut Jeff Bezos
Pendiri Amazon ini memprediksi dalam beberapa dekade ke depan, luar angkasa akan jadi rumah bagi manusia, robot, dan pusat data AI raksasa yang mengorbit di atas Bumi.
Pendiri Amazon, Jeff Bezos, saat berbicara di panel utama Italian Tech Week 2025 di Turin, Italia, 3 Oktober 2025. (Foto: REUTERS/Remo Casilli)
Apa yang dulu hanya imajinasi dalam science fiction kini bisa segera jadi kenyataan. Tak lama lagi, luar angkasa akan menjadi destinasi bagi manusia, pekerja robot, dan berbagai infrastruktur penting, menurut pendiri Amazon dan salah satu orang terkaya di dunia, Jeff Bezos.
Bezos melukiskan gambaran dunia seperti dalam film atau novel sci-fi saat membahas ambisinya tentang eksplorasi luar angkasa di Italian Tech Week 2025 pada akhir pekan lalu. Dalam kesempatan itu, Bezos memprediksi jutaan orang akan tinggal di luar angkasa "dalam beberapa dekade ke depan."
Berbicara bersama John Elkann, pewaris dinasti Agnelli asal Italia, Bezos menegaskan bahwa manusia akan tinggal di luar angkasa "karena mereka memang ingin," sementara pekerjaan berat akan dilakukan oleh robot, seperti dilaporkan oleh Financial Times.
Bezos merupakan orang terkaya keempat di dunia dengan kekayaan bersih diperkirakan mencapai US$232 miliar. Ia juga pendiri perusahaan roket Blue Origin perusahaan eksplorasi luar angkasa yang ia dirikan lebih dari dua dekade lalu dan kini menjadi pesaing utama SpaceX milik Elon Musk.
Pernyataan Bezos itu terdengar seperti upayanya untuk menyaingi Musk yang sudah bertahun-tahun memprediksi manusia akan menjajah Mars dan bahkan memperkirakan satu juta orang bisa tinggal di sana pada 2050, yang sebenarnya tidak terlalu lama lagi.
Awal tahun ini, Blue Origin mencapai tonggak penting setelah peluncuran sukses roket New Glenn menandai pertama kalinya kendaraan perusahaan itu memasuki orbit luar angkasa.
Kini, Blue Origin sedang bersiap untuk peluncuran roket selanjutnya, yang diperkirakan berlangsung akhir Oktober atau awal November, dengan membawa dua wahana antariksa NASA menuju Mars, kata Bezos.
Selain memprediksi jutaan manusia akan hidup di luar angkasa, Bezos juga membela ledakan investasi di bidang AI sebagai "gelembung" yang baik karena bersifat "industrial" bukan "finansial".
"Tidak pernah ada waktu yang lebih baik untuk bersemangat tentang masa depan," katanya, dikutip dari Tech Crunch.
Bezos juga melihat lonjakan pembangunan pusat data AI di orbit dalam beberapa dekade mendatang.
Menurutnya, karena energi surya bisa dimanfaatkan 24 jam penuh di luar angkasa, biaya pembangunan infrastruktur semacam itu akan lebih murah dibandingkan pusat data di Bumi.
Menurutnya, ini bukan pertama kalinya luar angkasa membawa manfaat bagi kehidupan di Bumi.
"Itu sudah terjadi dengan satelit cuaca, sudah terjadi dengan satelit komunikasi, langkah berikutnya adalah pusat data dan bentuk manufaktur lainnya," kata Bezos, dikutip dari Observer.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.