Skip to main content
Iklan

Lifestyle

James Cameron gaspol teknologi 3D untuk Avatar: Fire and Ash, durasi 3 jam 15 menit

Sang sutradara menjanjikan dunia Avatar yang lengkap dengan pertarungan di gunung berapi dengan teknologi motion capture tercanggih sepanjang franchise ini.

James Cameron gaspol teknologi 3D untuk Avatar: Fire and Ash, durasi 3 jam 15 menit

Salah satu adegan dalam film Avatar: Fire and Ash, menampilkan akting Zoe Saldaña. (Foto: Dok. 20th Century Studios)

Setelah sukses dengan film Avatar (2009) dan sekuelnya, Avatar: The Way of Water (2023), sutradara James Cameron kembali dengan proyek raksasa ketiganya berjudul Avatar: Fire and Ash. Kali ini, ia memastikan film Avatar ketiga itu menjadi karya dengan efek visual dan teknologi paling kompleks sepanjang sejarah franchise ini.

"Ini adalah puncak dari seluruh petualangan di dua film sebelumnya," jelas Cameron dalam video promosi film terbarunya itu, dikutip dari The Hollywood Reporter.

Dalam video tersebut, Cameron bersama para pemeran dan kru berbagi cerita tentang bagaimana mereka menghidupkan dunia Avatar terbaru, lengkap dengan pertarungan di gunung berapi, tragedi keluarga, dan aksi intens menggunakan teknologi film motion capture paling mutakhir.

Beberapa adegan memperlihatkan Cameron berada di panggung suara raksasa, memberi arahan kepada Zoe Saldaña, Kate Winslet, dan Sigourney Weaver yang mengenakan unitard dan titik penanda di wajah mereka untuk menangkap gerakan secara detail.

Cameron menegaskan bahwa teknologi perfilman telah berevolusi jauh sejak film Avatar pertama tahun 2009, dan penonton harus siap dengan pengalaman yang benar-benar baru lewat Avatar: Fire and Ash.

"Kita harus terus mengembangkan teknologi ini supaya bisa membawa penonton ke petualangan baru," kata Cameron.

Trailer awal film bergenre aksi-fantasi ini memperlihatkan kembalinya para karakter ke Pandora, termasuk Sam Worthington sebagai Jake Sully, mantan marinir yang kini menjadi pemimpin Na’vi.

Namun, film ketiga Avatar ini memperkenalkan dua suku baru: Wind Traders dan klan Ash People yang dikenal dengan kemampuan mengendalikan api.

Zoe Saldaña, yang kembali berperan sebagai Neytiri, menambahkan bahwa film ketiga ini akan jadi pengalaman sinematik luar biasa menjelang perilisan pada 19 Desember 2025.

"Kalau kamu pikir Way of Water sudah besar dan berkesan, Fire and Ash akan jadi pengalaman yang benar-benar berbeda," ujarnya.

Kate Winslet juga memuji teknologi film dan motion capture terbaru yang membuat Cameron bisa mewujudkan visinya di layar lebar. "Itulah yang membuatnya bisa menciptakan dunianya," kata Winslet.

Sementara itu, Sigourney Weaver mengenang pengalaman mengenakan unitard atau kostum dengan pelacak gerak demi mendapatkan performa terbaik.

"Dunia teknis ini memungkinkan kami tampil di panggung kosong dan tetap bisa merasa terhubung," ujarnya.

Fokus pada teknologi VFX terbaru ini memang penting, apalagi Cameron baru-baru ini mengungkapkan bahwa film ketiga, Fire and Ash, akan memiliki durasi 3 menit lebih panjang dibanding The Way of Water (2022), yakni total 3 jam 15 menit.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan