Skip to main content
Iklan

Lifestyle

'Jadi kaya zombie': Ini bahaya vape mengandung etomidate dalam kasus Jonathan Frizzy

Vape mengandung zat etomidate telah dilarang di berbagai negara. Bahkan di Singapura, zat ini masuk dalam kategori racun. 

'Jadi kaya zombie': Ini bahaya vape mengandung etomidate dalam kasus Jonathan Frizzy

Ilustrasi vape atau rokok elektrik. (iStock/bymuratdeniz)

06 May 2025 11:32AM (Diperbarui: 06 May 2025 11:35AM)

JAKARTA: Penggunaan zat etomidate dalam rokok elektrik alias vape telah dilarang di banyak negara dengan ancaman hukuman penjara bagi pengedarnya. Di Indonesia, kasus penyelundupan vape dengan etomidate telah menyeret aktor Jonathan Frizzy sebagai tersangka.

Jonathan disebut terlibat dalam upaya penyelundupan vape tersebut dari Malaysia ke Indonesia. Aktor yang akrab dipanggil Ijonk ini telah ditangkap dan akan diselidiki lebih lanjut.

Belum termasuk dalam golongan narkotika, namun etomidate adalah obat keras yang dilarang dijual bebas di Indonesia berdasarkan undang-undang kesehatan.

Sebelumnya pada 29 April lalu, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta Ajun Komisaris Michael Tandayu menjelaskan bahwa etomidate adalah obat anestesi untuk menghilangkan kesadaran pasien dalam sebuah operasi.

Dikutip Tempo, Michael mengatakan bahwa zat ini seharusnya digunakan dalam bentuk larutan yang disuntikkan ke pasien dengan dosis terkendali. "Jika dihirup melalui vape tanpa pengawasan medis, efeknya sangat berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik. Ada risiko kerusakan jangka panjang," kata Michael.

Di beberapa negara, vape mengandung etomidate juga banyak ditemui dengan berbagai nama seperti "Kpods" di Singapura, "rokok zombie" di Thailand, atau "minyak angkasa - space oil" di Taiwan dan Hong Kong. Sesuai namanya, efek samping dari penggunaan vape ini bisa membuat seseorang menjadi seperti zombie.

"Mereka jadi kaya zombie - cara bicara dan bergerak - setelah merokok Kpods," kata Amirul, bukan nama sebenarnya, remaja Singapura yang diwawancara Strait Times pada Desember 2024 lalu.

Berbagai studi menyebutkan bahwa penggunaan vape dengan zat etomidate dalam jangka panjang dapat merusak otak dan sistem syaraf.

Di Singapura, zat ini masuk dalam kategori racun di bawah Undang-undang Racun. Perlu izin untuk impor dan penjualan etomidate di negara tersebut.

Singapura sendiri sejak 2018 telah melarang pembelian dan penggunaan vape dalam bentuk apa pun. Awal tahun ini, aparat Singapura menyita lebih dari 8.700 vape, sebagian di antaranya diketahui mengandung etomidate.

Pod dan komponen vape yang disita di Singapura pada 2025, beberapa di antaranya diyakini mengandung etomidate. (Foto: HSA)

"Efek samping etomidate termasuk mual dan muntah, gerakan tak terkendali atau kejang otot, perubahan ritme pernapasan dan tekanan darah, serta kejang dan psikosis yang dapat membahayakan kesehatan," ujar pernyataan Otoritas Kesehatan Singapura Januari lalu, dikutip laporan CNA.

Efek samping dari etomidate bisa semakin parah, bahkan kematian, jika dicampur dengan alkohol, benzodiazepines, ketamine, atau kokain. 

Kehilangan kesadaran saat mengonsumsi vape ini juga bisa membahayakan orang lain. Pada Juli tahun lalu di Taiwan, seorang polisi tewas tertabrak mobil yang dikendarai pria yang disebut tengah mabuk etomidate.

Semenjak itu, pemberantasan vape etomidate digencarkan di Taiwan. Para pengedarnya mempromosikan vape tersebut sebagai pengganti ganja yang lebih aman.

Di Taiwan, etomidate masuk dalam jenis-jenis obat keras yang dikendalikan peredarannya.

Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) dalam laporannya Maret lalu mengatakan vape mengandung etomidate banyak ditemukan di negara-negara Asia Tenggara, Asia Timur dan Oseania. Di negara lain seperti Inggris, etomidate dijual dalam bentuk tablet atau butiran kristal.

Penyalahgunaan etomidate pada vape pertama kali ditemukan di China pada 2021, menurut laporan UNODC, lalu menyebar ke Hong Kong pertama kali pada 2023. Pada tahun ini, berbagai sampel vape mengandung etomidate ditemukan di Singapura, Kamboja, Makau, Indonesia dan Malaysia.

Menurut UNODC, etomidate dibuat sendiri oleh para pengedarnya, bukan dari sumber-sumber resmi yang berizin.

"Pada Desember 2024, Kantor Badan Pengawas Narkotika di Thailand menyita 2.200 liter dan 250 kilogram bahan kimia serta peralatan di sebuah gudang di Bangkok yang dapat digunakan untuk memproduksi 200 kilogram etomidate ilegal," ujar laporan UNODC.

Source: Others/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan