Skip to main content
Iklan

Lifestyle

IU minta maaf atas kontroversi drakor Perfect Crown: 'Aku malu pada diriku sendiri'

Sang aktris berjanji akan lebih berhati-hati dalam memilih serta mendalami proyeknya di masa depan. 

IU minta maaf atas kontroversi drakor Perfect Crown: 'Aku malu pada diriku sendiri'

Drama Korea populer Perfect Crown menuai reaksi negatif dari para penggemar terkait penggambaran upacara penobatan kerajaan dalam serial tersebut. (Foto: Instagram/disneypluskr)

Idola K-pop dan aktris IU (alias Lee Ji-eun), menyampaikan permintaan maaf usai drama Korea yang dibintanginya, Perfect Crown, menuai kritik terkait ketidakakuratan fakta sejarah kerajaan Korea. Sebagai pemeran utama dalam drakor itu, IU mengaku sangat menyesal dalam unggahan di media sosial pribadinya.

"Aku telah membaca dengan saksama setiap komentar yang ditinggalkan penonton selama beberapa hari terakhir," tulis IU dalam unggahan Instagram pada Senin (18/5). 

Drama Perfect Crown berlatar Korea versi modern yang menawarkan alternate story, yakni membayangkan jika sistem monarki masih ada pada 2026. Drakor ini mengangkat kisah pernikahan kontrak antara Seong Hee-ju (IU), pewaris kaya raya konglomerat terbesar di negara itu, dan putra kedua raja, Pangeran I-an (Byeon Woo-seok).

Drama tersebut berakhir dengan rating tertinggi pada episode ke-12 atau episode finale yang tayang pada 16 Mei 2026.

Namun, episode ke-11 memicu kontroversi distorsi sejarah karena menampilkan mahkota Guryu Myeonryugwan dan penggunaan istilah "Cheonse" dalam upacara penobatan Pangeran I-an, elemen yang identik dengan negara bawahan dan memicu kritik keras dari penonton.

"Sebagai pemeran utama dalam produksi ini, aku merasa sangat bersalah karena gagal menunjukkan tanggung jawab dan menyebabkan kekecewaan besar. Sampai sekarang pun hatiku masih terasa berat," tulisnya dalam unggahan tersebut, dikutip dari The Chosun Daily. 

Dari kiri: IU dan Byeon Woo-seok dalam sebuah adegan di serial Perfect Crown. (Foto: Dok. Disney+)

"Aku dengan tulus merefleksikan diri dan meminta maaf tanpa mencari alasan atas kegagalanku mempertimbangkan lebih dalam masalah akurasi sejarah yang disoroti penonton dan tetap melanjutkan proses akting," akunya.

"Sebagai seorang aktor dalam karya yang berusaha menangkap imajinasi yang berakar pada sejarah unik kami dan keindahan tradisional Korea Selatan, aku seharusnya membaca naskah dan mempelajarinya dengan lebih teliti," tulisnya.  

"Aku malu pada diriku sendiri karena tidak melakukan itu. Aku gagal menyadari masalah tersebut sejak awal. Maaf," ungkap IU.

IU juga menambahkan, "Aku berterima kasih kepada semua orang yang telah menonton produksi ini sampai akhir dan tidak ragu membagikan pendapat mereka. Aku akan selalu mengingat kritik dan opini berharga yang kalian kirimkan, dan akan berusaha menjalani pekerjaanku dengan lebih hati-hati dan teliti di masa depan."

"Sekali lagi, aku meminta maaf," pungkasnya.

Pada Sabtu (16/5), tim produksi serial tersebut juga merilis pernyataan resmi yang mengakui kritik penonton terkait ketidakakuratan sejarah dalam adegan penobatan di episode ke-11.

Dalam pernyataan yang diunggah di laman resmi serial tersebut, tim produksi Perfect Crown menulis, "Kami dengan tulus meminta maaf kepada penonton yang telah mendukung drama ini dengan penuh cinta karena telah menimbulkan kekhawatiran terkait latar fiksi serial dan akurasi sejarah."

"Tim produksi gagal menelaah dengan cermat bagaimana protokol istana Joseon berubah sepanjang sejarah. Karena Perfect Crown merupakan drama romansa sekaligus alternate-history, kami seharusnya jauh lebih berhati-hati dan mempertimbangkan dengan matang titik pertemuan antara dunia fiksi dan sejarah nyata, tetapi kami kurang maksimal dalam menyempurnakan world-building serta meninjau detail secara lebih mendalam."

Tim produksi juga menambahkan bahwa mereka akan "merevisi audio dan subtitle terkait secepat mungkin untuk penayangan ulang mendatang, layanan VOD [video-on-demand], dan platform streaming".

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan