Sebelum Epy Kusnandar wafat, istri siapkan kejutan umrah tapi tak sempat diungkapkan
"Tadinya pengin surprise gitu. Tapi masih saya tahan. Pasti kalau dia tahu, dia seneng banget," ucap Karina dengan suara bergetar.
Aktor Epy Kusnandar bersama istri, Karina Ranau, di tengah kesibukan berjualan jukut goreng. (Foto: Instagram/@karinaranau9)
JAKARTA: Kepergian aktor senior Epy Kusnandar meninggalkan kesedihan mendalam bagi sang istri, Karina Ranau. Di tengah duka itu, Karina mengungkapkan bahwa masih menyimpan satu kalimat yang tak pernah sempat ia ucapkan kepada sang suami, yakni kejutan umrah ke Tanah Suci yang kini hanya tinggal rencana.
Karina menceritakan bahwa niat memberikan hadiah umrah itu sudah lama ia simpan sebagai kejutan. Ia belum menyampaikan apa pun kepada sang suami, berharap bisa melihat ekspresi bahagia Epy saat mengetahui rencana tersebut.
"Saya tuh mau ngasih hadiah tadinya. Lebaran Haji ini rencana mau ngasih hadiah umrah sama suami. Karena beliau ingin sekali berangkat ke sana," ujar Karina usai pemakaman di TPU Jeruk Purut, Kamis (4/12), dikutip dari Kompas.
Ia menuturkan bahwa dirinya sengaja menahan kabar itu, berharap momen penyampaiannya bisa menjadi kejutan yang membahagiakan.
"Tadinya ingin saya beli tiket. Pengin surprise gitu. Tapi masih saya tahan. Pasti kalau dia tahu, dia seneng banget," ucapnya dengan suara bergetar.
LIHAT GAMBAR KA'BAH
Keinginan Epy untuk menunaikan ibadah umrah memang sudah ada sejak lama. Menurut Karina, sang suami pernah mengutarakan hasrat tersebut ketika mereka sedang menghadapi masa sulit beberapa waktu lalu.
"Dulu, saat kami dikasih ujian, saat beliau dikasih ujian, beliau pernah bilang, 'Bun, pulang dari sini aku mau ke sini.' Sambil memperlihatkan gambar Ka'bah ke saya," ungkapnya.
Karina mengaku bahwa dirinya hampir mengucapkan rencana umrah itu sesaat sebelum Epy meninggal dunia. Namun kata-kata tersebut selalu tertahan.
"Kemarin tuh udah mau keluar dari ucapan saya, 'Kita mau umrah, Pi... nanti Lebaran Haji kita ada di Mekkah'. Tapi tidak terucap. Tertahan di sini saya," kata Karina.
Epy Kusnandar mengembuskan napas terakhir pada Rabu (3/12) siang di usia 61 tahun. Sebelum dibawa ke rumah sakit, ia sempat tak sadar dan terjatuh dari kasur, menurut laporan Kumparan.
Deniar Hendarsah, adik Epy, mengungkapkan bahwa penyebab utama meninggalnya Epy adalah penyumbatan pada pembuluh darah di batang otak.
"Penyumbatan pembuluh darah di batang otak. Katanya ukurannya cuma segini. Batang otak itu katanya ukurannya cuma segini. Yang tersumbatnya hanya satu tapi itu pusat kontrol kehidupan. Gerak, napas," beber Deniar.
Kondisi tersebut membuat Epy berada dalam fase semi-koma dengan tekanan darah tinggi yang tak kunjung turun.
Dokter tidak bisa melakukan operasi karena situasinya tidak memungkinkan. Meskipun telah dipasangi alat bantu oksigen dan diberi obat untuk meningkatkan kesadaran, kondisi Epy kian menurun, dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
"Akhirnya dengan bertahan beberapa jam, beberapa menit, sampai di suatu saat di ruangan itu udah dipenuhi sama keluarga, sama kerabat, terus menyemangati, ya akhirnya di pukul 14:24 dinyatakan detak jantung berhenti dan napas," kata Deniar.
'I LOVE YOU, PAPI'
Epy sebelumnya pernah menghadapi masa kritis pada 2010 ketika didiagnosis tumor otak berbahaya. Kala itu, dokter bahkan memprediksi usia Epy hanya tinggal empat bulan. Kondisinya terkuak setelah ia muntah-muntah hingga pingsan, lalu menjalani CT Scan.
Meskipun dokter menyarankan operasi, Epy dan Karina memilih pengobatan alternatif menggunakan herbal seperti akar sidaguri dan sarang semut. Ia kemudian berhasil melalui masa kritis dan kembali beraktivitas dalam industri hiburan selama lebih dari satu dekade.
Pada 2024, Epy menjalani rehabilitasi terkait penyalahgunaan ganja yang disebutnya dipakai karena depresi. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Syahduddi sempat mengatakan kondisi Epy saat itu cukup berat.
Setelah dinyatakan wafat di rumah sakit, jenazah Epy disemayamkan di kediamannya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, sebelum dimakamkan di TPU Jeruk Purut pada Kamis (4/12). Prosesi pemakaman berlangsung penuh haru.
Menurut laporan Suara, Karina yang begitu kehilangan bahkan sempat lemas hingga harus digendong dua kerabat menjauh dari liang lahat. Putranya, Quentin Stanislavski, ikut menopang langkah sang ibu.
Di tengah tangis yang tak tertahan, Karina sempat meluapkan kesedihannya. "I love you, Papi. Aku tidak punya tempat cerita lagi, Pi. Cuma tinggal berdua kami, Pi," ucapnya sambil berlinang air mata.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.