iPhone, GoPro, hingga Nikon lawas: Intip gadget canggih di balik Misi Artemis II ke Bulan
Total 28 kamera, baik iPhone maupun perangkat Android, dipasang di berbagai sisi pesawat dan dipegang langsung oleh kru untuk merekam momen penting tanpa gravitasi menuju Bulan.
Hasil tangkapan foto Bumi dari Misi Artemis II menuju Bulan. (Foto: Instagram/@nasa, @nasaartemis, @astro_christina)
Saat kapsul Orion untuk misi Artemis II milik NASA lepas landas pada Rabu (1/4), ia membawa empat astronaut, ambisi ruang angkasa, serta deretan kamera, smartphone, dan teknologi komunikasi yang luar biasa untuk mendokumentasikan kembalinya manusia ke orbit Bulan secara detail.
Berikut adalah deretan teknologi dan perangkat yang ikut dalam perjalanan tersebut.
28 KAMERA UNTUK MISI ARTEMIS II
Artemis II diluncurkan dengan setidaknya 28 kamera di dalamnya yang dipasang di bagian luar pesawat, di dalam kabin, serta dibawa langsung oleh kru sebagai perangkat genggam.
Secara keseluruhan, kamera-kamera ini akan menangkap setiap sudut misi, mulai dari peluncuran yang penuh api hingga keheningan luas luar angkasa.
Salah satu perangkat yang paling banyak dibicarakan adalah kamera Nikon yang dipilih untuk misi ini. Para astronaut NASA dilatih menggunakan Nikon D5, kamera DSLR yang kini sudah berusia lebih dari satu dekade.
Alasan penggunaan kamera ini cukup sederhana: Nikon D5 sudah terbukti mampu digunakan di luar angkasa, sehingga para astronaut yakin kamera ini bisa bertahan menghadapi radiasi tinggi dan kondisi tanpa gravitasi di ruang angkasa dalam.
Namun, kru Artemis II juga membawa kamera yang lebih baru, yakni Nikon Z9, kamera mirrorless full-frame flagship yang debut di luar angkasa lewat Artemis II.
Langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan untuk peran yang jauh lebih krusial di Artemis III, misi yang akan membawa astronaut kembali ke permukaan bulan untuk pertama kalinya sejak 1972.
Untuk Artemis III, Z9 akan dimodifikasi secara besar-besaran melalui perjanjian resmi Space Act antara Nikon dan NASA, menurut laporan Times of India.
Para teknisi sedang mendesain ulang sirkuit agar tahan terhadap radiasi kosmik, mengembangkan firmware khusus yang mengoptimalkan kamera untuk kondisi berjalan di bulan, serta membuat grip khusus agar astronaut bisa mengoperasikan kamera saat mengenakan sarung tangan baju luar angkasa yang tebal.
Selain itu, akan ada thermal blanket yang mirip dengan yang digunakan saat spacewalk di International Space Station untuk melindungi kamera di permukaan bulan.
Beberapa lensa NIKKOR Z juga akan dimodifikasi agar mampu bertahan terhadap perubahan suhu ekstrem dan lingkungan radiasi di bulan.
GOPRO DAN IPHONE
GoPro juga ikut dalam misi ini. Empat kamera GoPro yang telah dimodifikasi secara khusus dipasang langsung pada sayap panel surya pesawat Orion. Kamera ini akan merekam tampilan resolusi tinggi dari pesawat itu sendiri, Bumi, dan bulan dari sisi luar.
Selain fungsi dokumentasi, berbagai kamera ini juga berperan sebagai alat inspeksi di momen-momen penting misi, memungkinkan tim di Bumi untuk menilai kondisi pesawat secara visual.
"Bagi GoPro, terpilih dalam misi bersejarah Artemis II menegaskan apa yang telah lama kami yakini: ketika keandalan, kualitas gambar, dan fleksibilitas menjadi hal terpenting, kamera kami mampu menjawab tantangan, baik di Bumi maupun lebih dari 240.000 mil jauhnya," demikian pernyataan dari GoPro.
"GoPro dibuat untuk misi seperti ini, kamera kecil, tangguh, dan adaptif yang memberikan performa andal dalam kondisi paling ekstrem yang bisa dibayangkan. Dari laut, gunung, hingga luar angkasa, misinya tetap sama," lanjut pernyataan itu.
NASA juga menyetujui penggunaan smartphone pribadi di dalam Artemis II, menjadikannya salah satu misi pertama di mana astronaut membawa perangkat pribadi mereka ke luar angkasa.
Artinya, baik iPhone maupun perangkat Android kini telah melampaui orbit Bumi dalam misi NASA untuk pertama kalinya.
Kru pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Klip yang dibagikan di platform X oleh pengguna @OwenSparks menunjukkan sebuah iPhone dilempar antar kru dalam kondisi tanpa gravitasi.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.