iPhone 16 update: Wamenperin sebut Apple saat ini serius tanggapi syarat investasi
Aturan konten lokal seperti TKDN telah dikritik AmCham Indonesia karena sangat menghambat investor AS untuk berinvestasi di dalam negeri.
iPhone 16 dipamerkan di Steve Jobs Theater di Cupertino, California, A.S. pada tanggal 9 September 2024. (Foto: REUTERS/Manuel Orbegozo)
JAKARTA: Perihal penjualan iPhone 16 di Indonesia yang tak kunjung tiba, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan Apple saat ini telah menanggapi serius syarat pemerintah tentang kepastian investasi - dijanjikan senilai US$100 juta (Rp1,59 triliun) - yang sebelumnya dianggap tidak adil.
"Iya (mereka mau datang), dan mereka sudah memberikan respons serius. Kita sedang membahas peruntukannya, investasinya seperti apa," kata Faisol di Jakarta pada Selasa (3/12), dikutip dari Bloomberg Technoz.
Namun, Faisol tidak menjelaskan lebih lanjut tentang investasi perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) tersebut yang masih dalam tahap pembahasan.
Pekan lalu, Managing Director Kamar Dagang Amerika (Amcham) di Indonesia, Lydia Ruddy mengkritik kebijakan aturan konten lokal di Indonesia seperti kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) karena sangat menghambat investor Amerika Serikat (AS) untuk berinvestasi.
Menurut laporan AmCham Indonesia dan Kamar Dagang AS pada Sabtu lalu, para investor asal AS yang sebagian besar merupakan bagian dari rantai pasokan global tidak akan merasa nyaman untuk berinvestasi di Indonesia jika tidak bisa mendapatkan komponen dengan kualitas yang sesuai.
Merespons laporan tersebut, juru bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan kebijakan TKDN bertujuan melindungi investasi manufaktur dalam negeri, yaitu dengan menjaga permintaan pasar domestik terutama dari belanja pemerintah serta Badah Usaha Milik Negara dan Daerah.
“Besarnya daya tarik pasar domestik ini harus kami manfaatkan sepenuhnya untuk menarik investor asing dari berbagai negara melalui kebijakan TKDN. Hal ini guna melakukan pendalaman struktur industri dalam negeri dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” kata Febri dalam keterangannya pada Sabtu, dikutip dari Kumparan.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.