Prioritas perempuan saat berinvestasi di usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an ke atas
Investasi saat ini semakin mudah untuk diakses, namun mengetahui apa saja yang harus diprioritaskan dalam setiap jenjang kehidupan menjadi sebuah tantangan tersendiri. Mulai dari membangun kedisiplinan di usia 20-an hingga mempersiapkan keberlangsungan di usia 50-an, edisi ketiga dalam seri uang CNA Women ini membahas perihal strategi finansial utama yang perlu diperhatikan di setiap tahapannya.
Perempuan sebaiknya mulai berinvestasi sedini mungkin, karena jumlah kecil dapat bertambah dan terakumulasi dengan bunga sepanjang waktu.
(iStock/marchmeena29)
Menurut pakar investasi, memulai investasi saat ini sudah semakin mudah dan perempuan sudah semakin banyak memulai perjalanan finansialnya dari usia muda.
"Banyak platform yang dapat dipilih dan banyak sekali konten edukasi yang tersedia di internet," sebut So Sin Ting, direktur utama klien (CCO) Endowus, platform manajemen kekayaan digital.
Kunci untuk mengambil langkah pertama hanyalah dengan memulainya – dan konsisten melakukannya. "Semakin dini Anda memulainya, semakin terbuka kemungkinan untuk membangun portofolio investasi yang bernilai tinggi seiring waktu," terang So.
Namun jika Anda berpikir harus memiliki dana besar untuk memulainya, jangan khawatir.
"Memulai dari jumlah kecil membantu Anda membangun kebiasaan dan memberi ruang bagi efek bunga majemuk untuk bekerja secara perlahan di balik layar. Dalam jangka waktu bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun, komitmen yang konsisten itu akan jauh lebih berarti dibanding mencoba menebak waktu terbaik masuk ke pasar atau melakukan setoran besar sekali saja,” jelas So
Walaupun Anda memulainya belakangan, tidak ada kata terlambat untuk memulai ini semua. Mereka yang mulai belakangan dapat menggunakan strategi menabung rutin atau dollar-cost averaging (DCA), di mana Anda berinvestasi dalam jumlah dana yang tetap secara berkala, misalnya setiap bulan, ke dalam aset yang sama, alih-alih dalam jumlah besar sekali waktu, jelas Jonathan Leon, kepala wholesale untuk Asia Tenggara, di perusahaan manajemen investasi global Fidelity International.
Leong menambahkan bahwa strategi DCA dapat dibarengi dengan portofolio terdiversifikasi dan berorientasi pendapatan untuk meningkatkan tabungan. Namun, mengingat biaya kebutuhan kesehatan dan gaya hidup yang meningkat, penting juga untuk menambah jumlah setoran investasi setiap bulannya seiring pertumbuhan pendapatan Anda.
DI USIA 20-AN: MULAI – DAN BANGUN KEDISIPLINAN
So menganjurkan untuk membekali diri dengan mempelajari ilmu dasar menyusun anggaran, menyisihkan dana untuk keperluan darurat, melunasi utang yang berbunga tinggi dan memulai investasi, meskipun dalam jumlah kecil.
Leong menyarankan daripada menghitung dari nominalnya, sebaiknya lihat investasi dari persentasenya. Misalnya, saat menanam S$10.000 dengan tingkat pengembalian tahunan 6% kemudian dibiarkan tanpa digunakan, nilainya dapat mencapai S$18.000 dalam 10 tahun ke depan dan mendekati S$58.000 dalam 30 tahun ke depan.
Mungkin pada tahap ini, modal finansial Anda tidak seberapa. Namun, Anda punya modal keterampilan yang besar yang dapat dijadikan sebagai daya untuk menghasilkan pendapatan hingga berpuluh-puluh tahun.
Selain itu, dengan harapan hidup perempuan yang lebih panjang, berinvestasi di usia 20-an akan membuat uang Anda berkembang dan menghasilkan keuntungan jangka panjang, bahkan dapat mempercepat pertumbuhan simpanan Anda, meskipun setorannya untuk hari pensiun Anda tidak seberapa.
Sebagai langkah awal, coba lakukan DCA bulanan secara otomatis ke portofolio terdiversifikasi melalui aplikasi investasi seperti uSmart SG, Moomo SG dan Webull SG.
Dengan begitu, Anda tidak hanya terbebas dari stres mengingat jadwal penyetoran ulang, tetapi juga membangun disiplin dalam perjalanan finansial Anda.
Dan saat memilih aplikasi-aplikasi tersebut, Leong dan So menganjurkan untuk mencari platform yang telah diregulasi oleh Otoritas Moneter Singapura (MAS).
"Selalu pilih merek dan manajer yang bereputasi baik dan ingat bahwa opsi termurah tidak selalu baik," kata Leong.
Aplikasi yang menggunakan alat otomatis seperti auto-invest (investasi otomatis), rebalancing (penyesuaian kembali komposisi portofolio) dan dividend reinvestment (reinvestasi dividen) juga dapat membantu Anda tidak keluar dari rencana.
Selain itu, "jangan melihat imbal hasil secara kasat mata saja, pahami juga seluruh lapisan biaya yang ada, mulai dari biaya platform, biaya dana, hingga biaya transaksi, karena setiap satu persen biaya tambahan akan langsung mengurangi imbal hasil jangka panjang Anda," imbuh So.
DI USIA 30-AN: LEBIH TERARAH DALAM MERENCANAKAN FINANSIAL
Seiring karier Anda berkembang, komitmen Anda juga bertambah, seperti membeli rumah dan memulai keluarga. Pada titik ini, So mengatakan bahwa "perencanaan finansial harus lebih terarah".
Salah satu caranya adalah dengan membagi tabungan berdasarkan kebutuhan Anda. Misalnya, Anda mungkin ingin membuat tabungan untuk pernikahan atau cicilan rumah, tabungan untuk kebutuhan jangka sedang, dan tabungan untuk keperluan jangka panjang seperti hari tua.
Dengan begitu, Anda akan lebih mudah dalam melacak kemajuan Anda dan memutuskan seberapa besar investasi untuk setiap tabungan.
Jika Anda akan menggunakan uang tersebut dalam beberapa tahun ke depan, pertimbangkan opsi investasi rendah risiko seperti pasar uang atau reksa dana obligasi. Menurut saran So, Anda juga dapat menyimpan dana dalam bentuk simpanan tunai untuk keperluan praktis, atau dalam bentuk deposito berjangka di mana dananya dijamin oleh bank dan ditahan dalam kurun waktu tertentu dengan imbal hasil bunga yang terjamin.
Untuk kebutuhan jangka panjang, cari portofolio utama yang luas, terdiversifikasi, dan mencakup berbagai macam kelas aset, seperti saham, obligasi, dan juga alternatif seperti emas.
Menurut Leong, Anda juga dapat mempertimbangkan reksa dana global yang diinvestasikan ke berbagai negara, kelas aset dan pasar, sebagai bagian dari strategi jangka panjang dengan tujuan untuk mengimbangi pertumbuhan dan stabilitas.
Mendiversifikasikan investasi Anda dengan cara ini dapat mengurangi gejolak pasar. Sebab, jikapun ekonomi di satu negara mengalami resesi, wilayah lainnya masih dapat menahan dampaknya, jelas Leong.
Reinvestasi dividen untuk membeli saham lagi juga dapat membantu meningkatkan keuangan Anda lebih cepat melalui akumulasi bunga majemuk (compounding) sepanjang waktu, tambah Leong.
DI USIA 40-AN: TINGKATKAN TAHUN PENGHASILAN UNTUK MEMPERKUAT RENCANA JANGKA PANJANG ANDA
Ketika karier mulai stabil, So menganjurkan untuk mengubah prioritas dengan memperkuat perencanaan keuangan jangka panjang. Caranya adalah dengan mengevaluasi pendekatan investasi saat ini untuk memastikan apakah masih selaras dengan target finansial Anda atau tidak.
Untuk mewujudkan tujuan yang berbeda-beda, seperti pendidikan anak atau pembelian besar, Anda dapat menyiapkan tempat investasi terpisah untuk setiap kebutuhan. Kombinasi investasi sebaiknya disesuaikan dengan kapan Anda membutuhkan uang tersebut dan berapa besar risiko yang Anda sanggupi, terang So.
Menurut Leong, Anda juga dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan eksposur pendapatan tetap Anda demi keamanan dan perlindungan terhadap inflasi.
Sebagai contoh, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengurangi eksposur aset berisiko seperti saham dan mengalokasikan lebih banyak ke instrumen yang lebih aman dan menghasilkan pendapatan seperti obligasi Singapore Government Securities. Instrumen ini dapat memberikan imbal hasil yang lebih stabil dan membantu melindungi portofolio Anda dari volatilitas pasar.
Pendekatan ini dapat mendukung target jangka menengah dan kebutuhan arus kas Anda, tambah So.
Alih-alih otomatis menginvestasikan kembali dividen Anda, Anda dapat memilih untuk menerimanya dalam bentuk tunai untuk mendukung pengeluaran harian Anda, terlebih jika Anda berencana untuk cuti karier atau pensiun dini, saran Leong.
Dan karena masa hidup masih panjang dan dana pensiun harus bertahan lama, Anda juga dapat meninjau kembali rekening standar (Ordinary Account - OA) dalam skema tabungan wajib pensiun Anda (Central Provident Fund - CPF) untuk memastikan bagaimana simpanan ini dapat melengkapi aset-aset Anda lainnya. So menjelaskan, cara ini dapat membantu memberikan kejelasan mengenai andil skema CPF dalam rencana investasi Anda yang lebih luas serta portofolio pensiun secara keseluruhan.
Kendati banyak yang membiarkan CPF mereka tetap utuh karena dinilai aman dengan imbal hasil yang terjamin, So mengatakan bahwa dalam jangka panjang, inflasi dapat mengurangi nilai riil dari imbal hasil tersebut – dan Anda kemungkinan akan melewatkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi di tempat lain.
Sebaliknya, dia menyarankan untuk membangun portfolio yang seimbang dan selaras dengan toleransi risiko dan jangka waktu pensiun Anda. Artinya, menginvestasikan tabungan CPF Anda secara konsisten dan dengan memperhatikan biaya, alih-alih membiarkannya tidak aktif.
Ini bisa dilakukan dengan menyebar investasi CPF ke berbagai jenis aset seperti saham, obligasi, reksa dana, atau dana tukar-dagang (ETF), yang menawarkan diversifikasi dan cenderung lebih hemat biaya.
DI USIA 50 KE ATAS: KEBERLANJUTAN DAN KEAMANAN
Ketika masa pensiun semakin mendekat, So merekomendasikan untuk meninjau kembali rencana yang sudah Anda susun sejauh ini. Misalnya, apakah dana Anda sudah mendukung gaya hidup yang Anda inginkan? Apakah Anda siap jika terjadi pengeluaran mendadak untuk biaya kesehatan atau membayar pengasuh?
Pada saat yang bersamaan, tetap juga pantau investasi Anda dan pasar keuangan. "Hari tua semestinya menjadi babak baru, bukan akhir dari perjalanan finansial Anda," begitu kata Leong.
Mungkin pada tahap ini, Anda tergoda untuk mengubah strategi dengan mempertahankan modal Anda (conservative planning). So justru menyarankan untuk tidak melakukannya, sebab dengan harapan hidup yang lebih panjang, tindakan itu dapat membatasi pertumbuhan jangka panjang.
Sebaliknya, atur ulang portofolio investasi Anda dengan memperhitungkan inflasi, biaya kesehatan yang meningkat, dan kebutuhan gaya hidup saat ini dan di masa pensiun, kata Leong.
Artinya, Anda perlu menyimpan sejumlah dana di tempat yang mudah diakses. Misalnya dalam bentuk tunai atau deposito jangka panjang tanpa penalti. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi bila terjadi pengeluaran untuk kesehatan atau keperluan penting lainnya. Hal tersebut juga berarti bahwa Anda perlu berhati-hati dengan produk yang menahan uang Anda dan mengenakan penalti jika menarik uang lebih awal, seperti pada polis asuransi investasi tertentu.
Hal ini karena memelihara kestabilan pendapatan dan menjaga daya beli selama setidaknya 30 tahun masa pensiun menjadi semakin penting, terang So.
Jika stabilitas adalah prioritas Anda, pertimbangkan aset yang dapat memberikan penghasilan tetap dan upayakan untuk menjaga modal, seperti obligasi berkualitas tinggi, portofolio pendapatan yang terdiversifikasi, atau dana berorientasi arus kas. Cara ini dapat membantu mendukung gaya hidup Anda tanpa harus mengandalkan pertumbuhan pasar semata, begitu So menganjurkan.
Opsi lainnya juga dapat dengan pindah ke hunian yang lebih hemat dan kecil (property downsizing). "Bagi banyak keluarga, properti menyumbang sebagian besar dari total kekayaan bersih. Meski terasa akrab dan berwujud nyata, properti juga cenderung terkonsentrasi, non-likuid (tidak dapat mencairkan aset menjadi tunai dengan cepat) dan sering terikat pada pinjaman," terang So.
Meskipun dapat mengurangi pengeluaran dan mendapat modal tambahan, So menambahkan bahwa waktu sangat menentukan. Biaya transaksi dan bagaimana Anda menginvestasikan kembali imbal hasil akan menjadi penentu apakah strategi tersebut benar-benar menopang dana pensiun dan fleksibilitas Anda.
Dalam hal ini, dia bermaksud bahwa akan lebih membantu jika Anda mundur untuk sejenak dan evaluasi apakah kekayaan yang terikat pada satu aset, yakni properti, sudah terlalu banyak dan apakah hal itu membatasi fleksibitas dana yang dibutuhkan untuk biaya kesehatan, pilihan gaya hidup atau pengeluaran tidak terduga.
Pada akhirnya, perlakukan portofolio Anda seperti pola makan yang harus dijaga seimbang. Fokus pada kualitas agar kuat, pertumbuhan agar tahan, dan likuiditas agar leluasa, dengan diversifikasi sebagai dasarnya, begitu Leong menyarankan.
"Kemandirian finansial merupakan proses yang panjang, dan setiap langkah – tidak peduli betapa kecilnya – akan terakumulasi menjadi suatu kemajuan yang berarti.
"Dengan senantiasa memperkaya pengetahuan, mendisiplin diri dan beradaptasi, perempuan dapat menjamin dana teroptimalkan secara maksimal, sehingga membuka jalan untuk mendapat keamanan dan peluang di setiap jenjang kehidupan," tambah Leong.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.