Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Melly Goeslaw dan Giring Ganesha nyanyi di rapat DPR, netizen: 'Gedung dewan jadi tempat karaoke?'

Aksi saling bernyanyi Melly dan Wamenbud Giring dirasa kurang pantas dilakukan dalam forum formal pembahasan anggaran negara.

Melly Goeslaw dan Giring Ganesha nyanyi di rapat DPR, netizen: 'Gedung dewan jadi tempat karaoke?'

Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha (kiri) dalam rapat rapat kerja Komisi X DPR RI yang dihadiri oleh anggota DPR Komisi X, musisi Melly Goeslaw. (Foto: YouTube/TVR Parlemen)

21 Jul 2025 11:09AM (Diperbarui: 21 Jul 2025 12:33PM)

JAKARTA: Suasana rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Kementerian Kebudayaan RI mendadak berubah hangat dan penuh gelak tawa saat dua figur publik yang kini berkecimpung di pemerintahan dan legislatif, Giring Ganesha dan Melly Goeslaw saling berbalas nyanyian dalam forum resmi tersebut.

Momen tak biasa ini berlangsung pada Kamis, (17/7), di Kompleks Parlemen, Jakarta. Saat itu, agenda utama rapat adalah membahas laporan keuangan dan anggaran Kementerian Kebudayaan untuk tahun 2024.

Namun menjelang akhir sesi, suasana berubah ceria karena bertepatan dengan hari ulang tahun Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, yang memimpin jalannya rapat, menyampaikan bahwa selain agenda anggaran, ada satu acara tak terduga yang turut menjadi perhatian.

"Sebelum saya membacakan kesimpulan, ternyata kan kita ada dua agenda ya hari ini. Satu membahas anggaran 2024, satu lagi merayakan ulang tahun Pak Wamen," ujar Hetifah, dikutip dari Kompas.

Ia kemudian meminta Melly Goeslaw, yang juga merupakan anggota Komisi X, untuk memberikan hadiah berupa lagu kepada Giring.

Tanpa ragu, Melly langsung menyalakan mikrofon dan menyanyikan bait lagu berjudul Jika dengan lirik yang telah dimodifikasi khusus untuk sang Wamenbud.

"Ini cocok kayaknya untuk Kementerian Kebudayaan lagunya," ucap Melly sebelum menyanyikan: "Jika memang masih bisa mulutku berbicara, santun kata yang tentu terucap, kan kudengar caci dan puji dirimu padaku. Kementerian Kebudayaan yang hadir di sini, Wamennya sedang berulang tahun, Komisi X mendoakan yang terbaik," nyanyi Melly.

Nyanyian itu langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dari para peserta rapat yang tampak menikmati suasana santai di tengah forum formal. Hetifah pun segera menggoda Giring untuk memberikan balasan.

"Balas, balas," seru Hetifah yang kembali memancing tawa hadirin.

Giring pun mengaktifkan mikrofonnya dan mengungkapkan bahwa ini adalah pertama kalinya ia berbicara langsung di forum Komisi X menggunakan mikrofon tersebut.

Ia menjelaskan bahwa selama ini dirinya lebih banyak berada di balik layar, mendukung Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai pimpinan utama.

"Saya selama berada di Kementerian Kebudayaan baru pertama kali pencet mic di Komisi X hari ini. Karena ingin selalu memberikan kesempatan, karena memang arahan semuanya kan pimpinan kita ya Pak Fadli. Jadi kita di sini di belakang selalu men-support beliau," tutur Giring.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan anggota Komisi X selama ini.

"Saya harap ini adalah kolaborasi kemitraan yang paling luar biasa karena kita saling support satu sama lain. Oleh karena itu, saya izinkan memberikan sebuah nyanyian spesial yang pertama kali nih di Komisi X," sambungnya.

Sebagai balasan untuk Melly, Giring memilih membawakan lagu yang sudah sangat melekat dengan identitasnya sebagai mantan vokalis Nidji, yakni lagu Laskar Pelangi.

"Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga, bersyukurlah pada yang kuasa, cinta kita di dunia, hooo, selamanya," lantun Giring penuh semangat.

Giring menutup penampilannya dengan ucapan, "Terima kasih Komisi X, luar biasa. Terima kasih kepada Teh Melly, God bless you."

Setelah momen menghibur tersebut, rapat pun dilanjutkan dengan agenda pembacaan kesimpulan oleh Ketua Komisi X sebelum ditutup secara resmi.

Namun begitu, aksi saling bernyanyi antara Melly Goeslaw dan Giring Ganesha di tengah rapat resmi DPR ini ternyata tidak sepenuhnya disambut positif oleh publik.

Di media sosial, sejumlah warganet melontarkan kritik, menyebut bahwa aksi tersebut kurang tepat dilakukan dalam forum formal pembahasan anggaran negara.

"Tempatnya kurang pas untuk berbalas nyanyi," tulis seorang netizen di platform X.

"Ini yg digaji pakai uang rakyat.....?" begitu komentar netizen lain.

Ada pula warganet yang berpendapat, "Gedung dewan jadi tempat karaoke aja deh."

Respons beragam dari publik ini pun menjadi pengingat bahwa meskipun nuansa segar dan humanis kadang diperlukan dalam ruang politik, sensitivitas terhadap persepsi masyarakat tetap perlu dijaga, terutama di tengah forum yang berhubungan langsung dengan pengelolaan anggaran publik.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan