Intip pernikahan super mewah Jeff Bezos-Lauren Sanchez di Venesia: Cinta bertabur jutaan euro
Dengan kekayaan melebihi Rp3.700 triliun, pernikahan pendiri Amazon ini memang bikin geleng-geleng kepala, mulai dari deretan artis yang hadir hingga gaun yang dijahit tangan selama 900 jam.
Pendiri Amazon, Jeff Bezos, dan Lauren Sanchez Bezos pada hari pernikahan mereka di Venesia, Italia, 27 Juni 2025. (Foto: Instagram/@laurensanchezbezos)
Kota Venesia, Italia, menjadi sorotan dunia sepanjang akhir pekan lalu karena menjadi lokasi pernikahan paling dinanti dunia hiburan internasional tahun ini, apalagi kalau bukan pernikahan pendiri Amazon dan salah satu orang terkaya di dunia, Jeff Bezos dan Lauren Sanchez.
Menurut Forbes, kekayaan bersih Bezos saat ini mencapai US$231 miliar, atau sekitar Rp3.766 triliun. Seberapa mewah pesta pernikahannya di Kota Seribu Kanal itu?
Sejak Kamis (26/6), sehari sebelum resepsi pernikahan yang diadakan pada Jumat (27/6), Vanity Fair melaporkan puluhan jet pribadi mendarat di bandara Venesia, bersamaan dengan berbagai yacht mewah yang memasuki kanal ikonik kota tersebut.
Menurut laporan People, termasuk dalam daftar undangan adalah Oprah Winfrey, Ivanka Trump, Leonardo DiCaprio, Bill Gates, Ratu Rania dari Yordania, Kendall Jenner, Kylie Jenner, Kris Jenner, dan Orlando Bloom yang datang sendiri setelah putus dari Katy Perry.
Sementara, CNN melaporkan Katy Perry, yang bersahabat dengan Sanchez, kini sedang di Australia untuk tur konsernya, Lifetimes Tour.
Resepsi pernikahan yang digelar pada Sabtu (29/7) dimeriahkan oleh dua teman dan musisi favorit kedua mempelai, Usher dan DJ Cassidy.
Tidak tanggung-tanggung, Gubernur Veneto, Luca Zaia, memperkirakan pesta Bezos dan Sanchez menelan biaya 40 hingga 48 juta euro (sekitar Rp912 miliar). Pihak Bezos sendiri memilih bungkam soal perkiraan dana itu.
Hanya beberapa jam setelah upacara, Lauren membagikan foto pernikahan pertamanya di Instagram, dengan nama akun dan bio yang dengan cepat berubah menjadi "Lauren Sánchez Bezos."
Sekitar setengah jam setelah unggahan pertamanya, Lauren membagikan unggahan kedua yang memamerkan gaun pengantinnya - gaun pengantin renda Italia berleher tinggi dan beraksen tangan yang dirancang oleh Dolce & Gabbana.
Majalah Vogue, yang mendapat akses eksklusif, melaporkan bahwa gaun rancangan Dolce & Gabbana yang dikenakan Sanchez membutuhkan waktu 900 jam untuk diselesaikan.
Terinspirasi dari gaun pernikahan Sophia Loren dalam film Houseboat (1958), gaun itu menampilkan leher tinggi, renda bordir tangan, dan 180 kancing berbahan chiffon sutra.
"Bukan hanya sebuah gaun, tetapi juga sepotong puisi. Terima kasih @dolcegabbana atas keajaiban yang kalian buat," tulis Lauren.
Pesta pernikahan super mewah ini tentu saja mengingatkan publik pada pesta resepsi Anant Ambani, putra bungsu Mukesh Ambani, yang merupakan pria terkaya di Asia yang tahun lalu menampilkan dari Rihanna dan Justin Bieber.
PENOLAKAN
Tentu saja, tidak semua orang menyambut hangat kehadiran pesta pernikahan ini di Venesia, termasuk warga sekitar.
Bagi sebagian warga, pernikahan ini hanyalah pameran kekayaan yang berlebihan di tengah dunia yang kian timpang.
Mereka menganggap acara ini menjadi simbol bagaimana industri pariwisata seringkali lebih diutamakan dibanding kebutuhan warga lokal, seperti perumahan terjangkau dan layanan dasar.
Ditambah lagi, Venesia termasuk kota yang paling rentan terhadap kenaikan permukaan air akibat perubahan iklim.
Puluhan organisasi lokal — mulai dari pegiat perumahan, penentang kapal pesiar, hingga kelompok mahasiswa — melakukan protes di bawah slogan "No Space for Bezos," permainan kata yang merujuk pada perusahaan luar angkasanya, Blue Origin, serta penerbangan luar angkasa sang mempelai perempuan baru-baru ini.
Greenpeace pun tak ketinggalan. Mereka membentangkan spanduk di Piazza San Marco yang mengecam Bezos karena ia dilaporakan tak membayar pajak dengan layak.
Para aktivis juga mengarak boneka botak menyerupai Bezos di atas kotak pengiriman Amazon, tangannya menggenggam uang palsu, menyusuri kanal-kanal Venesia.
Namun pihak berwenang — dari walikota Venesia hingga menteri pariwisata Italia — menepis protes tersebut, menganggapnya tidak relevan karena pesta ini dinilai justru membawa visibilitas dan dampak ekonomi.
"Akan ada foto di mana-mana, media sosial akan heboh soal gaun pengantin dan acaranya," kata Menteri Pariwisata Italia, Daniela Santanchè.
"Semua itu jadi kampanye promosi gratis yang luar biasa. Faktanya, karena mereka mengeluarkan banyak uang, mereka akan memperkaya Venesia — mulai dari pemilik toko, pengrajin, pemilik restoran, hingga hotel. Jadi ini adalah kesempatan besar — baik dari sisi ekonomi maupun promosi Italia di mata dunia."
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.