Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Benarkah Instagram menguping percakapan pengguna lewat mikrofon ponsel?

Kebijakan baru Meta akan menawarkan iklan yang bahkan lebih personal lagi bagi pengguna Instagram. 

Benarkah Instagram menguping percakapan pengguna lewat mikrofon ponsel?

Ilustrasi sosial media Instagram (Foto: REUTERS/Thomas White/File Photo)

07 Oct 2025 10:23AM (Diperbarui: 07 Oct 2025 10:30AM)

Pernah merasa bahwa baru saja kamu membicarakan satu produk dengan teman, eh iklannya langsung muncul di Instagram? Kalau iya, kamu enggak sendirian. Banyak pengguna Instagram yakin aplikasi itu diam-diam "menguping" percakapan lewat mikrofon ponsel.

Bos Instagram Adam Mosseri akhirnya buka suara soal anggapan ini dalam unggahan terbarunya. Ia memastikan aplikasi media sosial ini tidak pernah dan tidak akan mendengarkan pengguna secara diam-diam demi menyesuaikan iklan.

Teori konspirasi bahwa induk perusahaan Instagram, Meta, secara rahasia mengaktifkan mikrofon ponsel untuk merekam percakapan demi menargetkan iklan memang sudah beredar sejak lama — dan sudah berkali-kali dibantah oleh perusahaan.

Mosseri sendiri mengaku sering mendapat pertanyaan soal rumor ini. Banyak pengguna, katanya, tidak percaya bagaimana sistem iklan Meta bisa bekerja seakurat itu — bahkan istrinya sendiri sempat menyinggung hal yang sama.

Dalam unggahannya, Mosseri menjelaskan bahwa pengguna sebenarnya bisa tahu jika mikrofon di ponsel mereka aktif, karena lampu indikator di bagian atas layar akan menyala dan baterai ponsel akan lebih cepat habis.

Mosseri juga menyebut menguping pembicaraan pengguna merupakan "pelanggaran privasi yang parah." Tapi, tentu saja, Meta bukan perusahaan yang dikenal mementingkan privasi penggunanya.

Selama bertahun-tahun, Meta mengaku tidak perlu merekam percakapan pengguna untuk menawarkan produk iklan yang sesuai. Menurut Mosseri, sistem rekomendasi dan iklan di Meta bisa bekerja sangat efektif karena kolaborasi erat dengan para pengiklan.

Para pengiklan berbagi data dengan Meta tentang siapa saja yang mengunjungi situs mereka, dan informasi ini digunakan untuk menayangkan iklan yang lebih relevan.

Selain itu, Meta juga menampilkan iklan berdasarkan minat pengguna yang mirip dengan orang lain yang memiliki ketertarikan serupa.

Teknologi berbasis algoritma inilah yang selama bertahun-tahun membuat Meta menjadi "mesin pencetak uang" di dunia digital.

Ironisnya, pernyataan Mosseri kali ini dirilis ketika Meta baru saja mengumumkan bahwa mereka akan mulai menargetkan iklan di seluruh aplikasi sosialnya berdasarkan data yang dikumpulkan dari interaksi pengguna dengan produk kecerdasan buatan (AI) miliknya.

Dengan kata lain, kalau dulu Meta tidak perlu mendengarkan percakapan pengguna lewat mikrofon untuk memberikan rekomendasi yang terasa "terlalu akurat", sekarang mereka makin tidak butuh melakukannya.

Mulai 16 Desember mendatang, kebijakan privasi baru Instagram akan memungkinkan Meta menggunakan data dari interaksi pengguna dengan produk AI-nya, Meta AI.

Jadi, kalau dulu kamu merasa Instagram seakan "menguping" pembicaraanmu, bersiaplah karena ke depannya sistem ini bisa terasa lebih personal lagi. 

Pasalnya, data yang terekam saat kamu berinteraksi dengan Meta AI, dapat digunakan untuk menyesuaikan iklan yang ditawarkan kepadamu.

Apalagi, jika percakapanmu dengan Meta AI menyinggung hal-hal yang jauh lebih pribadi dari sekadar produk wishlist-mu, misalnya membicarakan minat, ide, hingga aktivitas favoritmu. 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan