Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Tak perlu ke bioskop, warga China bisa nonton ala IMAX di mobil tanpa sopir

Menghadirkan visual dalam layar lipat 4K HDR dan audio tanpa distorsi, IMAX bekerja sama dengan perusahaan yang menjadi induk perakit AirPods milik Apple dan headset Quest milik Meta.

Tak perlu ke bioskop, warga China bisa nonton ala IMAX di mobil tanpa sopir

Bioskop IMAX. (Foto: Dok. IMAX)

IMAX baru saja resmi bermitra dengan perusahaan asal China, Goer Dynamics, untuk mengembangkan sistem hiburan IMAX pertama yang dirancang khusus untuk mobil otonom (self-driving cars). 

Rencananya, warga China dapat menikmati sistem IMAX dengan layar 4K HDR dan sistem audio premium ini pada akhir tahun 2026. 

Variety melaporkan bahwa sistem yang dikembangkan IMAX akan menghadirkan layar lipat 4K HDR yang mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan pencahayaan di dalam mobil selama perjalanan.

Di sisi audio, sistem ini dirancang menghadirkan audio eksklusif IMAX dengan rentang dinamis ultra tinggi dan performa frekuensi rendah berdaya besar yang diklaim mampu menghilangkan distorsi.

Kedua perusahaan memposisikan sistem ini sebagai jawaban atas perubahan fungsi mobil tanpa sopir yang kini berkembang menjadi "ruang hidup ketiga" di China.

Untuk menghadirkan sistem semacam ini untuk mobil, IMAX menggandeng Goer Dynamics, perusahaan audio visual premium sejak tahun 2020 milik Goer Group, konglomerasi elektronik yang berbasis di Shandong.

Anak perusahaan utamanya, Goertek, dikenal sebagai perakit AirPods milik Apple serta headset Quest milik Meta.

Goer Dynamics juga memiliki merek audio hi-fi legendaris asal Denmark, Dynaudio, serta Libratone. Perusahaan tersebut menyatakan, sistem hiburan kendaraan buatannya telah dipasang pada hampir 3 juta mobil hybrid dan mobil listrik.

"Dengan hadirnya era mobil otonom, kami percaya pembeli mobil akan semakin mempertimbangkan sistem hiburan imersif dalam keputusan pembelian mereka dan kami antusias bekerja sama dengan Goer Group, mitra manufaktur kelas dunia bagi beberapa perusahaan teknologi terbesar di dunia, untuk memanfaatkan peluang tersebut," kata CEO IMAX China Daniel Manwaring, dikutip dari The Hollywood Reporter.

Ia menambahkan bahwa perusahaannya yakin dapat "menetapkan standar baru untuk hiburan kendaraan premium."

Kesepakatan ini juga memberi IMAX peluang untuk masuk ke pasar otomotif paling agresif secara teknologi di dunia.

Pada Mei lalu, kendaraan energi baru atau new energy vehicles (NEV), yang mencakup mobil listrik dan plug-in hybrid, mencatat rekor dengan menguasai 62,9 persen penjualan mobil ritel di China.

Untuk pertama kalinya, tidak ada satu pun mobil bermesin pembakaran internal yang masuk dalam daftar 10 mobil terlaris di negara tersebut.

Saat ini, merek lokal menguasai sekitar 70 persen pasar mobil China, naik signifikan dari kurang dari 40 persen pada 2020.

Dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting di balik pesatnya pertumbuhan industri otomotif lokal. Namun, banyak analis juga menilai produsen dalam negeri berhasil melampaui para pesaing Barat dalam hal inovasi dengan menawarkan lini mobil listrik yang beragam, canggih, serta dipenuhi berbagai fitur menarik.

Mobil buatan China kini hadir dengan berbagai fitur unggulan, seperti fitur karaoke di dalam kabin, pemijat kaki mekanis, kursi santai yang dapat berputar, hingga lampu depan yang mampu memproyeksikan film ke dinding sehingga area parkir dapat berubah menjadi bioskop drive-in.

Persaingan harga yang sangat ketat di pasar domestik China memang memberi tekanan besar bagi produsen mobil listrik China, tetapi di saat yang sama juga mendorong inovasi semakin cepat.

Produsen otomotif China kini mampu menghadirkan pembaruan perangkat lunak dan berbagai fitur terbaru dalam kabin mobil hanya dalam hitungan bulan, jauh lebih cepat dibandingkan mobil produksi Barat.

Proyek hiburan di dalam mobil ini juga memperluas posisi unik IMAX di China sebagai salah satu merek hiburan Barat yang masih memiliki kehadiran kuat. Entitas yang terlibat dalam kemitraan ini adalah IMAX China, anak usaha Imax Corp. yang tercatat di Bursa Hong Kong.

Sementara itu, ketika berbagai studio film mulai mengurangi produksi film, IMAX tetap mempertahankan porsi layar terbesar mereka di China. Hingga akhir tahun lalu, sebanyak 810 dari total 1.864 sistem IMAX yang terpasang di seluruh dunia, atau sekitar 43 persen, berada di wilayah China Raya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan