Iklan Cha Eun-woo diam-diam ditarik imbas dugaan penggelapan pajak
Berbagai brand yang konten promosinya melibatkan sang aktor pun mulai menjauh. Benarkah sang idol punya niat menggelapkan pajak?
Penyanyi dan aktor Korea Selatan, Cha Eun-woo, saat mengadakan pertemuan penggemar pertamanya di Singapura pada 13 April 2024. (Foto: CNA/Joyee Koo)
Sejumlah brand mulai menjauh dari aktor Korea Selatan sekaligus anggota grup K-pop Astro, Cha Eun-woo, menyusul kontroversi dugaan penggelapan pajak yang memicu reaksi keras dari publik.
Cha Eun-woo saat ini tengah diselidiki oleh National Tax Service (NTS) Korea Selatan atas dugaan penggelapan pajak senilai 20 miliar won, atau sekitar Rp229 miliar. Kasus ini disebut-sebut sebagai salah satu kasus perpajakan terbesar yang pernah melibatkan seorang selebritas Korea.
Pada Kamis (22/1), media Korea melaporkan bahwa brand skincare Abib telah mengubah video promosi yang menampilkan Cha Eun-woo menjadi mode privat di YouTube.
Ketika publik mencoba mengaksesnya, video-video tersebut tak lagi bisa diputar dan terdapat pesan seperti "Video ini tidak dapat diputar" atau "Ini adalah video privat".
Langkah serupa juga terlihat di akun Instagram Abib versi Korea, di mana konten yang menampilkan Cha sudah tidak lagi tersedia. Namun, wajah Cha Eun-woo masih terlihat di halaman global brand tersebut untuk sementara waktu.
Unggahan yang sebelumnya mengumumkan Cha sebagai duta merek di media sosial X juga telah dihapus. Namun, foto profil Cha Eun-woo masih terpampang di situs resmi Abib.
Sejumlah media Korsel juga melaporkan bahwa iklan Shinhan Bank yang menampilkan Cha Eun-woo telah dibuat privat di kanal YouTube dan media sosial milik bank tersebut sejak Jumat pagi (23/1). Cha Eun-woo diketahui mulai menjadi model layanan keuangan Shinhan Bank pada awal 2025.
Reaksi publik terhadap dugaan ini pun terus membesar. Apalagi, Cha Eun-woo kini masih menjalani dinas wajib militer yang dimulai sejak 28 Juli 2025 dan dijadwalkan berakhir pada Januari 2027
Dilaporkan bahwa Cha Eun-woo sempat bernegosiasi dengan NTS untuk menunda penerbitan pemberitahuan resmi hasil audit hingga proses pendaftaran wajib militernya selesai.
Situasi ini memicu kemarahan warganet, yang menilai Cha Eun-woo mendapatkan "perlakuan khusus" dan menuduhnya "melarikan diri" ke militer dengan harapan "saat dia kembali dari militer, semua orang sudah melupakan masalah ini".
Dugaan ini berpusat pada agensi pribadi bentukan ibu Cha, yang hanya mempekerjakan satu orang. Meskipun aktor sekaligus penyanyi itu berada di bawah naungan agensi manajemen Fantagio, penyidik menemukan agensi tersebut berada di antara pihak Cha dan Fantagio, melalui skema kontrak jasa.
Skema ini membuat pendapatan Cha terbagi antara Fantagio, perusahaan satu orang tersebut, dan Cha sendiri.
Otoritas pajak menyimpulkan bahwa perusahaan tersebut tidak memberikan layanan nyata apa pun dan merupakan "perusahaan kertas" yang dibuat untuk mengurangi pajak penghasilan yang harus dibayar.
Di Korea Selatan, tarif pajak badan perusahaan jauh lebih rendah dibandingkan tarif pajak penghasilan pribadi yang bisa mencapai 45 persen.
FANTAGIO TURUT DISALAHKAN
Gelombang kemarahan publik juga mengarah ke agensi Cha Eun-woo, Fantagio.
Dalam pernyataan yang membantah tudingan bahwa agensi pribadi Cha Eun-woo hanyalah sebuah "perusahaan cangkang" atau "perusahaan kertas" yang tidak memberikan layanan apa pun.
Kuasa hukum Cha menyebut bahwa ibu Cha Eun-woo "merasa perlu melindungi aktivitas hiburan putranya dan karena itu mendirikan sebuah perusahaan untuk secara langsung menjalankan bisnis manajemen".
Pernyataan tersebut membuat sebagian penggemar beranggapan bahwa tudingan terhadap Cha Eun-woo muncul sebagai dampak dari buruknya manajemen Fantagio dan kegagalan agensi dalam menjaga citra artisnya.
Fantagio kemudian merilis pernyataan resmi pada Kamis yang berbunyi, "Masalah ini belum diputuskan secara final, dan kami berencana untuk secara aktif menjelaskan posisi kami melalui prosedur hukum terkait penafsiran dan penerapan hukum".
Agensi tersebut juga menegaskan bahwa Cha Eun-woo akan bekerja sama secara penuh dalam menangani kasus ini.
Saat ini, perwakilan Cha Eun-woo telah secara resmi mengajukan keberatan atas keputusan tersebut dan menggugat penetapan pajak yang diberikan. Mereka tengah menunggu hasil tinjauan pra-penetapan.
Jika tinjauan pra-penetapan tersebut diterima, Cha Eun-woo tidak diwajibkan membayar jumlah pajak yang ditetapkan. Namun jika ditolak, pembayaran harus dilakukan, meski Cha Eun-woo masih memiliki opsi untuk terus mempermasalahkan keputusan tersebut melalui jalur hukum lainnya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.