'Tolong biarkan saya bekerja': Ifan Seventeen siap mundur dari PFN, jika ada yang lebih mampu
Ia curhat beban tanggung jawab yang diembannya, mengingat kondisi PFN saat ini masih "bleeding" dengan utang puluhan miliar kepada vendor serta pembayaran BPJS dan THR pegawai yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Penyanyi Ifan Seventeen dalam unggahan di media sosial setelah ia ditunjuk sebagai Dirut PT PFN. (Foto: Instagram/@ifanseventeen)
Riefian Fajarsyah, atau yang lebih dikenal sebagai Ifan Seventeen, mengungkapkan kesiapannya untuk mundur dari jabatan Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PT PFN) jika ada sosok yang lebih kompeten untuk menggantikan dirinya.
Pernyataan ini disampaikannya melalui unggahan di Instagram-nya pada akhir pekan, sebagai respons terhadap kritik publik yang mempertanyakan kapasitasnya dalam memimpin perusahaan pelat merah tersebut.
"Apabila ada siapa pun teman-teman yang dirasa mampu, mau, dan bisa menggantikan saya, silakan datang ke kantor PFN kapan pun. Pintu PFN akan selalu terbuka," tulis Ifan.
Ia juga menegaskan bahwa jika merasa ada orang lain yang lebih layak memegang jabatan tersebut, ia tidak akan ragu untuk mengundurkan diri. Namun, ia meminta publik memberinya waktu untuk bekerja apabila belum ada sosok yang siap menggantikannya.
"Namun jikalau belum ada, tolong biarkan saya bekerja. Karena saya tidak akan mundur dari sebuah penugasan seberat apa pun situasinya sampai titik ujung perjuangan," tegasnya.
PFN MASIH 'BLEEDING'
Ifan tidak menampik bahwa kondisi PFN saat ini jauh dari kata baik. Ia mengungkapkan bahwa perusahaan menghadapi berbagai persoalan serius, termasuk utang yang menumpuk hingga puluhan miliar serta kewajiban finansial kepada para pegawai yang belum terpenuhi.
"PFN adalah perusahaan yang masih bleeding. Utang yang masih menumpuk puluhan miliar, beberapa kewajiban pembayaran gaji ke belakang, utang vendor, BPJS, hingga THR yang sampai saat ini belum tersampaikan untuk seluruh pegawai, ini persoalan yang secara otomatis berpindah ke pundak saya setelah pelantikan," jelas Ifan.
Lebih lanjut, Ifan menuturkan bahwa PFN tidak menerima suntikan dana dari APBN, sehingga perusahaan harus mengandalkan pendapatan sendiri untuk operasionalnya.
Hal ini menyebabkan gaji karyawan dan direksi sering kali tidak dapat dibayarkan secara penuh, bahkan dalam beberapa bulan terakhir hanya berkisar 30-40% dari nominal seharusnya.
Selain itu, fasilitas PFN juga dinilainya sudah usang, termasuk peralatan syuting yang sudah tidak layak pakai.
RESPONS KRITIK
Sejak pengangkatannya, Ifan kerap menghadapi kritik dari masyarakat, terutama terkait latar belakangnya di dunia musik yang dinilai kurang relevan dengan industri film Indonesia.
PT PFN sendiri merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang perfilman. Sehingga, keputusan ini memicu tanda tanya besar mengingat latar belakang Ifan yang lebih dikenal sebagai musisi.
Salah satu figur yang mengungkapkan kritik terhadap penunjukkan Ifan adalah sutradara Joko Anwar. Menurutnya, Ifan Seventeen tidak cocok menjadi Dirut PFN.
"Setelah jelas visi misinya dari PFN, baru ketahuan Ifan Seventeen tidak cocok atau tidak cocok banget jadi dirut. Gue nggak bilang cocok ya," kata Joko Anwar dalam YouTube Kemal Pahlevi.
Joko Anwar mengatakan pengalaman puluhan tahun di dunia film juga tidak menjamin seseorang memahami industri ini dengan baik.
"Produksi film atau perusahaan yang menangani film itu sangat kompleks. Gue 20 tahun di industri film masih merasa belum cukup paham, apalagi orang yang belum punya cukup pengalaman di bidang ini," paparnya.
Menanggapi kritikan masyarakat, Ifan menegaskan bahwa seorang Direktur Utama tidak harus berasal dari bidang sinema, melainkan harus memiliki keterampilan manajerial dan strategi.
"Sesuai dengan tupoksi-nya, sejatinya seorang direktur utama bukan hanya jabatan untuk seorang yang expert di bidang tersebut. Tapi sebaliknya, harus mempunyai keahlian di bidang manajerial dan strategic, serta membangun tim yang hebat," kata Ifan.
Ia bahkan membandingkan perannya dengan seorang direktur utama rumah sakit yang tidak harus berlatar belakang dokter, tetapi harus memiliki tim medis ahli yang kompeten.
Di tengah kritik dan tantangan yang dihadapinya, Ifan menegaskan bahwa niatnya menerima posisi ini adalah sebagai bentuk pengabdian kepada negara.
Sebelumnya, posisi tersebut sempat ditawarkan kepada beberapa kandidat lain yang menolak karena mengetahui sulitnya kondisi PFN.
"Lalu kenapa saya mau?! Saya merasa sudah terlalu lama hidup enak di negara yang kita cintai ini. Saatnya untuk melakukan timbal balik dengan cara mengabdi," ujarnya.
Ifan menegaskan bahwa selama belum ada pengganti yang lebih kompeten, ia akan tetap menjalankan tugasnya dengan penuh komitmen.
Ia berharap publik dapat memberinya kesempatan untuk bekerja dan membuktikan kemampuannya dalam mengelola PFN di tengah berbagai tantangan yang ada.
Ifan Seventeen lahir di Yogyakarta pada 16 Maret 1983. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) dari tahun 2001 hingga 2005.
Kariernya melejit sebagai vokalis band Seventeen yang terkenal dengan lagu-lagu hits seperti Jaga Selalu Hatimu dan Kemarin.
Selain berkarier bersama Seventeen, Ifan juga merilis album solo bertajuk Masih Harus Di Sini pada tahun 2022 dan menjajal dunia akting lewat film Sukep: The Movie.
Ifan kemudian terjun ke politik. Ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dalam Pemilu 2014 melalui Partai Gerindra untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, meski hasilnya tidak membawanya ke Senayan.
Ifan diketahui memiliki hubungan baik dengan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
Dalam sebuah unggahan pada 12 April 2024, Ifan terlihat menghadiri acara halal bihalal di rumah Dasco bersama sejumlah influencer, bahkan menyebut Dasco sebagai "komandan".
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.