Hampir 12 ribu peserta ramaikan debut HYROX di Indonesia, ini para pencatat waktu tercepat
Beberapa seleb terlihat turut meramaikan kompetisi fitness ini, termasuk Luna Maya dan Maxime Bouttier, Cinta Laura serta Jennifer & Irfan Bachdim.
Kompetisi kebugaran HYROX pertama kali digelar di Indonesia, mempertemukan para atlet, komunitas kebugaran, dan figur publik di Jakarta. (Foto: Dok. Hyrox)
JAKARTA: Hampir 12.000 peserta dari lebih dari 50 negara berpartisipasi kompetisi kebugaran Hyrox yang pertama kali digelar di Indonesia, tepatnya di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, pada 27-28 Juni 2026.
AirAsia HYROX Jakarta juga diikuti sejumlah figur publik dan pegiat kebugaran, termasuk Hong Beomseok, Jennifer Bachdim, Irfan Bachdim, Cinta Laura Kiehl, Maxime Bouttier, dan Luna Maya.
Selama dua hari penyelenggaraan, peserta menyelesaikan format lomba AirAsia HYROX Jakarta yang telah distandarisasi secara global, yakni delapan kali lari sejauh satu kilometer yang masing-masing diikuti satu pos latihan fungsional.
Rangkaian latihan tersebut meliputi SkiErg sejauh 1.000 meter, sled pull sejauh 50 meter, sled push sejauh 50 meter, burpee broad jumps sejauh 80 meter, rowing sejauh 1.000 meter, farmers carry sejauh 200 meter, sandbag lunges sejauh 100 meter, serta 100 repetisi wall balls.
Para peserta yang ambil bagian berasal dari berbagai tingkat kebugaran, mulai dari atlet berpengalaman hingga peserta yang baru pertama kali mengikuti kompetisi kebugaran.
Salah satu peserta, Oscar Wang, memenangi divisi Men's Adaptive dengan catatan waktu satu jam, 33 menit, dan satu detik, menurut siaran pers AirAsia HYROX Jakarta yang diterima CNA Indonesia.
"Melihat ribuan peserta dan pendukung berkumpul dalam penyelenggaraan HYROX pertama di Indonesia menjadi momen yang sangat istimewa bagi kami," kata Will Petty, Regional Events Manager SEA, HYROX.
"Debut ini menandai tonggak penting bagi komunitas hybrid fitness yang terus berkembang di Indonesia. Kami berharap ajang ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mulai berlatih dan menetapkan target-target baru."
Di divisi Men's Pro, Gabe Heck mencatat waktu tercepat dengan 56 menit dan 15 detik, sementara Calypso Sheridan menjadi yang tercepat di divisi Women's Pro dengan waktu 59 menit dan 17 detik, menurut siaran pers HYROX.
Standy Tjandra dan Ika Puspa Dewi juga menjadi peserta Indonesia dengan catatan waktu tercepat di divisi Men's Pro dan Women's Pro.
Setiap peserta yang menyelesaikan lomba memperoleh catatan waktu resmi, hasil di setiap pos latihan, posisi pada papan peringkat global, serta patch resmi HYROX Finisher.
Dengan berakhirnya penyelenggaraan AirAsia HYROX Jakarta, Indonesia resmi masuk dalam kalender perlombaan HYROX global.
Olahraga Hyrox dikembangkan oleh Christian Toetzke, penyelenggara lomba partisipasi massal, bersama Moritz Fürste, peraih tiga medali Olimpiade dan juara dunia. Hingga kini, berbagai upaya masih dilakukan agar Hyrox dapat dipertandingkan di Olimpiade.
Hyrox memiliki keunggulan kombinasi unik yang menjembatani lomba ketahanan tradisional dan kebugaran fungsional. Format ini dirancang untuk semua orang, dengan konsep lomba yang konsisten, terukur, dapat diulang, dan mudah dilatih. Hyrox kini semakin menjadi bagian penting dari budaya dunia kebugaran.
Kategori yang ditawarkan dalam Hyrox sangat bervariasi, mencakup kelas singles untuk individu dan profesional untuk beban yang lebih berat. Ada pula kategori nomor berpasangan, serta kategori estafet tim beranggotakan empat orang.
Sementara, kategori adaptif diperuntukkan bagi atlet dengan keterbatasan fungsi permanen.
Dalam setiap kategori, peserta mengikuti format lomba yang sama di seluruh dunia, yakni 8 x 1km berlari yang diselingi 8 stasiun latihan fungsional.
Di kawasan Asia Pasifik, Hyrox sudah digelar di 13 kota dengan hampir 196.000 peserta. Tahun ini, Hyrox menargetkan partisipasi lebih dari 250.000 atlet.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.