P. Diddy diduga hidup mewah di penjara: Punya ponsel, minum cognac hingga dipijat
"Uang adalah kekuasaan, terutama di balik jeruji," ujar seorang sumber soal kemewahan P. Diddy di penjara.
Mogul musik hip-hop Sean "Diddy" Combs. (Foto: Reuters/Eduardo Munoz)
Rapper Sean "Diddy" Combs, atau P. Diddy, diduga menjalani kehidupan mewah meski menjadi pesakitan di balik jeruji besi usai divonis bersalah dalam kasus prostitusi.
Laporan terbaru mengungkap sederet kemewahan yang diduga didapat P. Diddy di penjara, mulai dari menggunakan ponsel ilegal, memiliki koki pribadi, dapat minum alkohol premium, hingga mendapat layanan pijat.
Dalam laporan terbaru yang dipublikasikan NBC News, sejumlah sumber mengatakan rapper berusia 56 tahun itu menghabiskan ribuan US$ setiap bulan agar bisa menjalani kehidupan yang lebih nyaman selama mendekam di penjara FCI Fort Dix, New Jersey, Amerika Serikat.
Mogul musik itu terlihat seperti sedang menggunakan ponsel ilegal dalam sebuah video yang dibagikan NBC News melalui Instagram.
"Ini bukan hal normal yang biasa kamu lihat di penjara. Ini gaya hidup orang kaya," kata salah satu dari empat laki-laki yang mengungkapkan hal itu kepada NBC News. "Kelihatannya gila, tetapi sekali lagi, ini Diddy."
P. Diddy dinyatakan bersalah atas dua dakwaan terkait transportasi untuk tujuan prostitusi pada tahun lalu. Ia dijatuhi hukuman 50 bulan penjara federal.
Di dalam penjara, dilaporkan ada sejumlah laki-laki yang khusus memasak dan memandikan P. Diddy, sementara yang lainnya mencuci pakaiannya dan memberinya layanan pijat.
Sejumlah sumber mengatakan kepada NBC News bahwa musisi tersebut menggunakan ponsel ilegal itu untuk membuka Instagram, serta melihat foto-foto eksplisit secara seksual yang dikirimkan oleh mantan kekasihnya.
Menurut laporan NBC News, P. Diddy juga kerap minum alkohol pada akhir pekan setelah mendapatkan persediaan minuman keras premium.
"Tentu saja, aku pernah minum bersamanya," kata salah satu sumber ketika membicarakan pengalamannya minum cognac Hennessy bersama sang rapper.
NBC News juga menyebut P. Diddy bisa membeli obat antidepresan Remeron dari narapidana lainnya.
NBC News mencatat bahwa ada seorang laki-laki yang membersihkan toilet dan kamar mandi P. Diddy sebelum ia menggunakannya. Narapidana lainnya juga disebut memasakkan makanan khusus untuknya, termasuk kari ayam, pizza, dan empanada, makanan khas Amerika Latin.
Para sumber tersebut mengeklaim bahwa makanan itu dibuat menggunakan elemen pemanas rakitan yang dicelupkan ke dalam air.
Para narapidana juga diduga menyimpan surat-surat dari penggemar yang diterima P. Diddy, sekaligus menyimpan ponselnya.
"Dia menerima begitu banyak surat," kata seorang sumber kepada media tersebut. "Dia sampai tidak punya tempat untuk menyimpan semuanya."
Selain itu, dua sumber mengeklaim P. Diddy memiliki tablet yang telah di-"jailbreak", yang digunakannya untuk menonton film dan dokumenter, termasuk serial dokumenter yang mengangkat kisah kehidupannya dan tayang di Netflix, berjudul Sean Combs: The Reckoning, menurut NBC News.
Sementara, juru bicara P. Diddy mengatakan kepada PEOPLE, "Pengawasan terus-menerus terhadap setiap detail sepele dari kehidupan Sean Combs di penjara sudah sampai pada titik ketika media menggambarkan kehidupan penjara yang biasa sebagai sebuah berita."
"Satu-satunya berita yang sebenarnya adalah Sean terus menjalani hukumannya sesuai aturan dan dengan sabar menunggu keputusan pengadilan terkait bandingnya," tambah juru bicara tersebut.
Juru bicara Federal Bureau of Prisons mengatakan dalam pernyataan yang diperoleh PEOPLE, "Demi alasan privasi, keselamatan, dan keamanan, kami tidak memberikan komentar mengenai kondisi penahanan individu mana pun yang sedang dipenjara, termasuk apakah individu tertentu menjadi subjek tuduhan, penyelidikan, atau sanksi."
Mereka menambahkan bahwa meskipun lembaga penegak hukum federal dan biro tersebut "tidak memberikan komentar mengenai tuduhan yang bersifat anekdotal", mereka dapat mengonfirmasi bahwa, "Seperti semua lembaga pemasyarakatan, barang selundupan, terutama ponsel, narkotika, dan senjata, tetap menjadi tantangan yang terus-menerus kami berupaya tangani."
"Narapidana tidak diizinkan memiliki akses ke ponsel, dan semua individu yang dipenjara di Federal Bureau of Prisons (BOP) yang terbukti melanggar kebijakan 'Program Disiplin Narapidana' akan dikenai sanksi," lanjut pernyataan tersebut.
Pernyataan itu juga menyebutkan, "Kami berkomitmen penuh untuk melindungi semua orang yang berada dalam pengawasan kami serta menjaga keselamatan dan keamanan staf pemasyarakatan dan masyarakat di sekitar fasilitas kami. Untuk mencapai tujuan tersebut, kami beroperasi dalam lingkungan terkendali yang aman sekaligus manusiawi."
Agen federal menangkap P.Diddy pada September 2024 setelah ia didakwa atas tuduhan perdagangan seks, pemerasan terorganisasi, dan transportasi untuk tujuan prostitusi.
P.Diddy sebelumnya dituduh memaksa sejumlah perempuan untuk berpartisipasi dalam pesta seks dan narkoba yang disebut "freak-offs". Musisi tersebut juga menghadapi sejumlah gugatan perdata, tetapi secara konsisten membantah melakukan pelanggaran.
Pendiri Bad Boy Records itu dinyatakan tidak bersalah atas dakwaan yang lebih serius terkait perdagangan seks dan pemerasan terorganisasi setelah persidangan yang menyita perhatian publik di pengadilan federal Manhattan, Amerika Serikat.
Tim hukumnya juga telah mengajukan banding atas putusan bersalah terhadapnya atas tuduhan menyediakan transportasi untuk tujuan prostitusi.
Penangkapan P.Diddy terjadi setelah penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana P.Diddy, termasuk penggerebekan rumahnya di Los Angeles oleh agen federal AS pada Maret 2024.
Pada awal bulan ini, terungkap bahwa P.Diddy akan dibebaskan dari penjara federal lebih cepat dari jadwal sebelumnya. Berdasarkan catatan Bureau of Prisons yang ditinjau PEOPLE, tanggal pembebasannya dimajukan menjadi 21 Januari 2028.
Tanggal pembebasan tersebut, yang telah beberapa kali berubah, awalnya ditetapkan pada Juni 2028. Jadwal itu terakhir kali dimajukan pada bulan lalu, meskipun P.Diddy dilaporkan terlibat dalam perkelahian di penjara yang membuatnya ditempatkan di sel isolasi.
Setelah P.Diddy dipindahkan dari sel isolasi pada awal tahun ini, salah satu sumber mengatakan kepada NBC News bahwa sang rapper langsung kembali mendapatkan berbagai fasilitas mewah yang bisa diperolehnya karena memberikan uang.
"Dia seorang miliarder. Orang-orang kagum kepadanya," kata sumber tersebut kepada NBC News. "Uang adalah kekuasaan, terutama di balik jeruji."
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.