Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Grammy respons boikot BTS, bela kategori Asian Pop yang kontroversial

CEO Recording Academy menegaskan, kategori baru tersebut dibuat untuk merayakan musik pop Asia, bukan membatasi musisi berdasarkan asal atau bahasa.

Grammy respons boikot BTS, bela kategori Asian Pop yang kontroversial

Ilustrasi penghargaan Grammy Awards. (Foto: Dok. Recording Academy)

30 Jul 2026 11:38AM (Diperbarui: 30 Jul 2026 03:15PM)

Organisasi yang menyelenggarakan Grammy Awards, Recording Academy, akhirnya buka suara setelah grup K-pop BTS mengumumkan tidak akan mengirimkan lagu dan mengikuti seleksi Grammy Awards untuk penghargaan tahun 2027 mendatang.

Boikot BTS ini menanggapi keputusan Grammy membuat kategori baru untuk musik Pop Asia yang kontroversial.

CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. mengaku sedih atas keputusan BTS, sekaligus menyatakan menghormati pilihan grup tersebut.

"Aku sedih mendengar bahwa BTS memilih untuk tidak berpartisipasi dalam proses [seleksi] Grammy Awards tahun ini, tetapi sebagai seorang kreator musik, aku memahami dan menghormati keputusan mereka," katanya dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram resmi Grammy, pada Rabu (7/29).

Pernyataan Grammy itu diumumkan sehari setelah BTS merilis pernyataan bernada protes usai ajang penghargaan itu mengumumkan kategori baru, Best Asian Pop Music Performance.

Meski tak secara eksplisit menekankan mengapa mereka memboikot Grammy, dalam pernyataanya BTS menyatakan mereka berharap musik seharuanya dapat "didengar dan dicintai apa adanya, bukan dikategorikan berdasarkan wilayah atau bahasa."

Para kritikus menilai kategori baru pada Grammy Awards itu berisiko memisahkan musisi non-Barat dari kategori utama.

Menanggapi kritik yang terus berkembang terhadap kategori baru itu, Mason menegaskan bahwa penghargaan tersebut dibuat untuk merayakan "kedalaman, keberagaman, dan keunggulan" karya seni pop Asia.

"Ini sama sekali bukan untuk memisahkan," tegas Mason. Ia menambahkan bahwa kategori tersebut bertujuan memberi sorotan kepada para musisi besar sekaligus memperluas pengakuan di antara 15.000 anggota pemilih Grammy.

Mason juga menjelaskan bahwa mengajukan musik ke kategori berdasarkan genre tidak akan menghalangi seorang artis untuk bersaing di kategori utama General Field, seperti Album of the Year atau Song of the Year.

"Berbagai kategori tersebut tetap terbuka bagi setiap rekaman yang memenuhi syarat, tanpa memandang genre. Pengakuan di kategori genre dan pengakuan di General Field bukanlah dua hal yang saling meniadakan. Seorang artis tentu saja bisa mengejar keduanya," katanya.

Ia menambahkan, Grammy tetap berkomitmen memperluas keanggotaan serta mendengarkan suara-suara dari seluruh dunia tanpa memandang wilayah maupun bahasa.

Selama bertahun-tahun, Grammy memang kerap mendapat kritik karena dianggap lebih konservatif dan eksklusif terhadap musisi non-kulit putih dibandingkan ajang penghargaan musik besar lainnya di Amerika Serikat.

BTS, yang berhasil memuncaki tangga lagu utama album dan singel Billboard Amerika Serikat lewat album studio kelima mereka, ARIRANG, yang dirilis pada Maret lalu, telah menerima sejumlah nominasi Grammy.

Grup K-pop ini bahkan memperoleh tiga nominasi berturut-turut untuk kategori Best Pop Duo/Group Performance pada 2021 hingga 2023, tetapi hingga kini belum pernah memenangkan penghargaan tersebut.

Belakangan, lagu Golden dari soundtrack film animasi Netflix KPop Demon Hunters yang menjadi salah satu kesuksesan komersial terbesar pada 2025, hanya membawa pulang satu Grammy pada Februari lalu, yakni Best Song Written for Visual Media.

Sementara itu, Rose dari grup K-pop BLACKPINK harus pulang tanpa penghargaan meski APT., lagu kolaborasinya bersama Bruno Mars, mencatat performa kuat di tangga lagu.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan