Skip to main content
Iklan

Lifestyle

George R.R. Martin bongkar kesalahan fatal di House of the Dragon, apa saja yang diubah?

Martin, yang juga menjadi co-creator dan produser eksekutif untuk serial HOTD, mengatakan perubahan ini akan berdampak besar pada masa depan serial tersebut. 

George R.R. Martin bongkar kesalahan fatal di House of the Dragon, apa saja yang diubah?

Karakter Helaena Targaryen dalam serial House Of The Dragon. (Foto: Instagram/@houseofthedragonhbo)

Penulis dan pencipta Game of Thrones George R. R. Martin, menuliskan kritikannya terhadap sejumlah perubahan dalam musim tayang ke-dua serial House Of The Dragon (HPTD), yang diadaptasi dari novelnya Fire & Blood. Menurut Martin, perubahan yang dilakukan showrunner Ryan Condal itu dapat merusak jalinan kelanjutan kisah yang telah direncanakan untuk musim tayang ke-3 dan ke-4. 

Kritik tersebut dituliskan Martin dalam unggahan pada blog-nya, yang kini telah dihapus berjudul Beware the Butterflies. Perubahan terjadi dalam alur cerita Blood & Cheese di episode perdana musim tayang ke-2 HOTD. 

Dalam episode ini, seorang karakter anak kecil memang harus tewas dalam drama perebutan kekuasaan antara Kubu Hijau dan Kubu Hitam. Namun, karakter tersebut berbeda dengan versi yang tertera dalam novel Fire & Blood.

Dalam serial ini, tokoh Pangeran Maelor, anak bungsu dari Aegon dan Helaena Targaryen, dihapus dari cerita. 

Martin, yang juga menjadi co-creator dan produser eksekutif untuk serial HOTD, mengatakan perubahan ini akan berdampak besar pada masa depan serial tersebut. 

Pasalnya, dalam serial HOTD, Raja Aegon dan Helaena hanya memiliki dua anak, yaitu si kembar Jaehaera dan Jaehaerys.

"Saat Ryan Condal pertama kali memberitahu saya tentang rencana ini, jauh-jauh hari (sekitar tahun 2022), saya menentangnya karena berbagai alasan," tulis Martin. 

"Namun, saya tidak berdebat lama. Perubahan ini melemahkan rangkaian cerita, meski hanya sedikit. Dan Ryan memiliki alasan praktis untuk itu; mereka tidak ingin melakukan kasting untuk tokoh anak kecil lainnya, apalagi balita berusia dua tahun. Anak-anak yang begitu muda pasti akan memperlambat produksi, dan ada implikasi anggaran," ungkap Martin, dikutip dari Variety, Jumat (6/9). 

Menurut Martin, meskipun ia memahami alasan di balik keputusan tersebut dan sempat menerima perubahan itu, ia merasa hilangnya tokoh Maelor akan memberikan dampak pada alur besar cerita, termasuk memberikan dampak yang berbeda bagi kelanjutan kisah Helaena. 

Kritik yang disampaikan Martin dalam blog-nya mengandung sejumlah spoiler, yang tidak akan ditampilkan dalam tulisan ini. 

Selain soal komplikasi tokoh Helaena, Martin juga mengungkapkan kekhawatiran lebih besar terkait rencana perubahan untuk musim tayang ke-3 dan ke-4, dengan menulis, "Ada 'kupu-kupu beracun' yang lebih besar jika House Of The Dragon melanjutkan sejumlah perubahan yang sedang dipertimbangkan untuk musim mendatang…"

Kritik keras Martin terhadap keputusan kreatif yang diambil showrunner Ryan Condal langsung menuai reaksi dari rumah produksi HBO yang merilis serial ini. 

Juru bicara HBO menyatakan tim kreatif mereka sangat menghormati karya Martin, namun adaptasi sering kali membutuhkan kompromi untuk menyesuaikan format dan batasan kisah yang disajikan dalam format serial televisi mingguan. 

Menurut laporan CNN, showrunner Ryan Condal sendiri, dalam sebuah podcast resmi HBO, menjelaskan bahwa mereka harus membuat keputusan sulit, termasuk menghapus karakter Maelor demi konsistensi alur cerita dan usia para karakter anak-anak.

Meskipun begitu, Martin mengindikasikan ia akan terus mengomentari berbagai hal yang menurutnya salah dalam serial HOTD di masa mendatang.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan