Survei: Gen Z dan Milenial capek main dating apps, cenderung jadian sama teman kerja
Dari obrolan di Zoom sampai makan siang bareng, chemistry di ruang kerja bisa mengalahkan budaya swipe kanan-kiri di dating apps yang bikin jenuh.
Makin banyak Gen Z yang menemukan cinta bukan dari aplikasi kencan, tapi dari meja kerja sebelah. Studi terbaru mengungkap hampir separuh dari mereka pernah pacaran dengan rekan sekantor.
Data survei terbaru dari Society for Human Resource Management (SHRM) menunjukkan semakin banyak pekerja muda yang mulai meninggalkan aplikasi kencan dan justru bertemu pasangan di tempat kerja.
Survei yang dipublikasikan di Resume Builder ini menemukan bahwa separuh dari karyawan pernah menjalin hubungan asmara di kantor.
Sementara itu, survei tahun 2024 dari Resume Builder melaporkan bahwa hampir sepertiga pekerja berusia 18–44 tahun telah memulai hubungan asmara di tempat kerja sejak mereka kembali bekerja secara langsung setidaknya seminggu sekali.
Gen Z menjadi kelompok yang paling mungkin membangun koneksi ini, dengan 45 persen dari mereka mengaku pernah berkencan dengan rekan kerja. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan milenial (42 persen), Gen X (35 persen), dan baby boomers (21% persen).
Meskipun aplikasi kencan sebenarnya memberi akses ke lebih banyak calon pasangan di luar lingkaran sosial dan profesional langsung, pergeseran ini mungkin tidak akan terlalu berdampak negatif seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Apalagi, semakin banyak orang sekarang lebih memilih kecocokan yang sangat spesifik dalam pasangan, sesuatu yang mungkin justru sulit ditemukan lewat interaksi terbatas di lingkungan kantor.
Para pakar menyoroti beberapa faktor yang mendorong tren ini, termasuk rasa tidak puas terhadap budaya aplikasi kencan, semakin sedikitnya interaksi sosial di ruang publik, serta prinsip psikologis yang disebut "proximity principle", efek ketika ketertarikan meningkat karena seringnya berinteraksi dengan orang yang sama.
Sikap terhadap hubungan asmara di tempat kerja juga terlihat mulai melunak. Hampir 60 persen milenial dan 49 persen Gen Z merasa bahwa romansa di kantor kini lebih diterima dibanding sebelumnya.
Sebagai perbandingan, hanya 25 persen baby boomers yang berpandangan demikian, dilansir dari Business Insider.
Banyak manajer bahkan melaporkan efek positif terhadap semangat kerja tim, meskipun tetap ada risiko seperti gangguan pekerjaan, konflik pribadi, dan kekhawatiran dari sisi HR.
Meskipun tren ini mungkin berasal dari kekecewaan terhadap pengalaman memakai aplikasi kencan, ini juga membuka peluang baru untuk kategori aplikasi yang benar-benar berbeda: aplikasi yang mempermudah koneksi romantis antar rekan kerja.
Saat ini, percakapan santai di kantor memang sudah difasilitasi lewat platform seperti Slack atau Zoom, tapi hampir tidak ada aplikasi yang secara khusus mendukung romansa kantor dalam satu perusahaan, area, atau bahkan satu divisi besar.
Tekanan baru ini bisa menjadi dorongan untuk melahirkan platform kencan yang lebih segar, atau membuat aplikasi yang sudah ada memikirkan ulang fitur-fitur yang selama ini membuat penggunanya frustrasi.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.