G-Dragon kirim lagu Home Sweet Home ke luar angkasa, siap sapa makhluk asing
"Aku sangat senang membayangkan lagu ini mungkin akan mencapai suatu tempat di alam semesta," ungkap leader dari boyband K-Pop BIGBANG ini.
Bintang K-pop G-Dragon meluncurkan musik ke luar angkasa. (Foto: Instagram/@xxxibgdrgn)
Bintang K-pop G-Dragon mengirimkan musik dan gambar iris matanya ke luar angkasa pada Rabu (9/4) dalam kolaborasi dengan Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) dan Galaxy Corporation, perusahaan metaverse berbasis kecerdasan buatan (AI).
Institut Antariksa KAIST pada Kamis (10/4) mengonfirmasi bahwa Proyek Transmisi Suara Luar Angkasa G-Dragon berhasil diselenggarakan di lembaga tersebut pada pukul 20.00 waktu Korea Selatan.
Proyek ini diprakarsai oleh Lee Jin-joon, seniman kontemporer sekaligus profesor di KAIST, yang menggunakan teknologi AI generatif untuk menciptakan Iris, karya seni media berbasis gambar mata, hasil kolaborasi langsung dengan G-Dragon.
"Iris adalah simbol yang merefleksikan emosi batin dan identitas, sering disebut sebagai cermin jiwa. Melalui karya ini, saya ingin menggambarkan semesta tak terbatas yang terlihat dari dalam diri manusia, melalui perspektif G-Dragon," ujar Lee tentang karya seninya.
Menurut laporan Ten Asia, proyek bertajuk G-Dragon Space Music Transmission Project ini dilangsungkan di Pusat Satelit KAIST, bekerja sama dengan proyek SETI milik NASA, menjadikan proyek ini semakin penting.
Bersama dengan gambar iris matanya, leader Big Bang yang memiliki nama asli Kwon Ji-yong ini juga menciptakan musik yang dikirim ke luar angkasa menggunakan Sora dari Azure OpenAI, layanan AI canggih dari platform Azure milik Microsoft.
Musik itu memuat suara lonceng Emile — lonceng perunggu berusia lebih dari 1.000 tahun dari Korea — dan lagu hits G-Dragon, Home Sweet Home, single kedua dari album terbarunya berjudul Ubermensch yang dirilis pada November lalu.
Dalam karya seni yang diluncurkan, G-Dragon menyapa dengan ucapan "Halo, ini G-Dragon" (sekitar 100Kbps), yang disusul dua menit kemudian oleh transmisi lagu Home Sweet Home (sekitar 3Mbps) ke luar angkasa.
Audio dikirimkan melalui antena satelit yang terpasang pada roket Nuri, sementara gambar iris dimapping ke sebuah antena luar angkasa berukuran 13 meter menggunakan proyeksi.
Institut Riset Satelit Korsel berencana untuk memutar lagu tersebut sekali sehari.
"Home Sweet Home sangat istimewa karena diciptakan bersama para member Big Bang, melambangkan rumah yang aku kirim ke luar angkasa."
"Luar biasa, kini ilmu pengetahuan telah berkembang sedemikian rupa hingga memungkinkan masyarakat dunia untuk saling berbagi musik," ujar G-Dragon saat berbicara dalam forum "Innovate Korea 2025", seperti dikutip The Korea Herald.
G-Dragon juga menyampaikan rasa antusiasnya terkait pengiriman musik ke luar angkasa. "Aku merasa sangat senang membayangkan bahwa lagu ini mungkin akan mencapai suatu tempat di alam semesta," ungkapnya.
Menurutnya, "Home Sweet Home sangat istimewa karena diciptakan bersama para member Big Bang, melambangkan rumah yang aku kirim ke luar angkasa. Merupakan sebuah kehormatan bisa mengirim salah satu laguku yang paling berharga berkat teknologi," tuturnya.
Menurut agensinya, proyek ini dianggap sebagai pencapaian luar biasa dalam teknologi hiburan masa depan.
Proyek ini juga dinilai sebagai "eksperimen artistik yang mencoba mengabadikan budaya manusia secara permanen di luar angkasa dan menjalin komunikasi dengan peradaban lain."
Chief Happiness Officer dari Galaxy Corporation, Yong-ho Choi, menambahkan, "Suara dan musik G-Dragon kini memulai perjalanannya ke luar angkasa. Proyek ini lebih dari sekadar transmisi musik; ini membawa impian dan imajinasi manusia ke jagat raya."
"Ini merupakan langkah pionir dalam memperkenalkan budaya manusia ke luar angkasa dan akan dikenang sebagai pertunjukan monumental dalam sejarah musik," tuturnya.
Sejak tahun lalu, Galaxy Corporation menjalin kerja sama strategis dengan KAIST. G-Dragon juga berperan sebagai profesor tamu di Departemen Teknik Mesin KAIST dan memberikan kuliah tentang kepemimpinan.
Sebagai catatan, video musik Dynamite milik BTS pernah ditransmisikan dari luar angkasa ke Bumi oleh orbiter bulan pertama Korea, Danuri, pada tahun 2022.
Meskipun demikian, ini adalah kali pertama sebuah lagu milik artis Korea dikirim dari Bumi ke luar angkasa menggunakan antena satelit berbasis darat.
Selain itu, proyek SETI sebelumnya pernah mengirim musik The Beatles ke luar angkasa. Namun, G-Dragon tercatat sebagai artis Korea pertama yang terlibat dalam proyek ini.
G-Dragon sendiri melambung ke ketenaran sebagai leader boyband K-pop BIGBANG. Pada bulan Februari lalu, ia merilis album penuh pertamanya dalam lebih dari 11 tahun.
Pada bulan Oktober mendatang, G-Dragon juga dijadwalkan tampil dalam ajang Singapore F1 Grand Prix 2025.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.