Siap-siap, My Neighbour Totoro dan sederet film Studio Ghibli akan tayang di bioskop Indonesia
Film-film animasi terkenal karya sutradara legendaris Miyazaki Hayao, seperti Spirited Away, Howl’s Moving Castle, dan My Neighbour Totoro akan dapat disaksikan di layar besar.
Salah satu adegan film animasi karya Miyazaki Hayao produksi Studio Ghibli, My Neighbour Totoro. (Foto: Instagram/@ghibliusa)
Sederet film klasik produksi Studio Ghibli akan tayang di bioskop-bioskop Asia Tengara, termasuk di Indonesia, berkat kerja sama antara perusahaan media dan hiburan Asia, mm2 Entertainment.
Penayangan film-film animasi terkenal karya sutradara legendaris Miyazaki Hayao akan masuk distribusi bioskop Indonesia selama periode lima tahun.
Kesepakatan ini mencakup 21 judul film dari Studio Ghibli, termasuk mahakarya Miyazaki seperti Spirited Away, Howl’s Moving Castle, Kiki's Delivery Service dan My Neighbour Totoro.
Selain di bioskop Indonesia, film-film legendaris itu akan dirilis ulang di berbagai negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand, Filipina, dan Kamboja.
Perusahaan induk mm2 Asia memiliki jaringan bioskop di Singapura dan Malaysia, yang memungkinkan akses langsung ke penonton.
Rangkaian perilisan film Studio Ghibli ini dijadwalkan akan dimulai akhir tahun ini.
Studio Ghibli baru-baru ini menerima penghargaan kehormatan Palme d’Or di Festival Film Cannes.
Selain itu, pameran The World of Studio Ghibli juga akan diluncurkan di ArtScience Museum, Singapura.
Perilisan film Studio Ghibli di Asia Tenggara ini mengikuti kesuksesan besar di China, di mana film-film seperti My Neighbor Totoro, Ponyo, dan Spirited Away berhasil mencetak rekor box office meskipun dirilis bertahun-tahun setelah pemutaran perdananya di Jepang.
Baru-baru ini, China menjadi pasar terbesar bagi film The Boy and the Heron.
"Film-film Studio Ghibli dikenal di seluruh dunia karena keindahan seni, kekuatan cerita, dan emosinya...Kami yakin bahwa kolaborasi ini akan memperkenalkan dunia Studio Ghibli kepada generasi baru penggemar," ungkap CEO grup mm2 Asia, Chang Long Jong, Kamis (3/10), dikutip dari Variety.
Wakil Presiden PR, kurasi, dan arsip distribusi internasional di Studio Ghibli, Junichi Nishioka, menambahkan, "Banyak pengunjung dari Asia Tenggara datang ke Museum Ghibli di Mitaka dan Taman Ghibli setiap hari. Kami merasa film-film kami semakin dinikmati oleh masyarakat Asia. Saya sangat senang bahwa kesempatan ini akan membantu karya kami menjangkau lebih banyak orang, termasuk anak-anak dari generasi baru."
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.