Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Paus Fransiskus mangkat, film Conclave kembali tayang terbatas di bioskop

Penayangan film ini bersifat terbatas di jaringan bioskop Cinema XXI dan Cinépolis Cinemas Indonesia. Cek daftar bioskop yang menayangkan film yang menyajikan prosesi konklaf, atau pemilihan Sri Paus ini!

Paus Fransiskus mangkat, film Conclave kembali tayang terbatas di bioskop

Potongan adegan dalam film Conclave memperlihatkan akting Ralph Fiennes. (Foto: Instagram/@conclavethefilm)

25 Apr 2025 04:11PM (Diperbarui: 25 Apr 2025 04:15PM)

JAKARTA: Film Conclave, yang menyuguhkan kisah dramatis seputar pemilihan Paus baru, kembali diputar secara terbatas di sejumlah bioskop Indonesia, menyusul kabar meninggalnya Paus Fransiskus

Penayangan ulang ini dilakukan setelah film tersebut pertama kali hadir di layar lebar pada 26 Februari 2025.

Film yang dibintangi Ralph Fiennes ini kembali menjadi bahan perbincangan publik lantaran menyajikan prosesi konklaf, atau pemilihan paus, suatu proses yang harus dijalani oleh para kardinal Gereja Katolik untuk menentukan Sri Paus yang baru penerus mendiang Paus Fransiskus.

"Conclave, film yang meraih delapan nominasi dan pemenang Skenario Adaptasi Terbaik Oscars 2025, tayang kembali di Cinema XXI mulai hari ini!" tulis Cinema XXI dalam akun resmi Instagram mereka pada Jumat (25/4).

Selain di Cinema XXI, kamu juga bisa menyaksikan film ini di jaringan Cinépolis Cinemas Indonesia. "Rasakan ketegangan di balik proses pemilihan Paus dalam film Conclave!" tulis Cinépolis Cinemas Indonesia dalam akun Twitter mereka. 

Namun, penayangan film ini memang bersifat terbatas. Di jaringan bioskop Cinema XXI, Conclave hanya bisa disaksikan di Manokwari City Mall, Diana Mall Timika, Mantos 3 Manado, TSM Makassar, E-Walk Balikpapan, SGM Singkawang, dan Transmart Pontianak. 

Sementara itu, di Cinépolis Cinemas, film diputar di Senayan Park, Lippo Plaza Medan, Maxxbox Lippo Village, Lippo Plaza Manado, dan Lippo Plaza Kupang.

Belum ada informasi tambahan mengenai kemungkinan perluasan layar di masa mendatang.

Kebangkitan minat publik terhadap Conclave juga dipicu oleh peluncurannya di layanan streaming Amerika Serikat. Berdasarkan data dari lembaga Luminate, angka penonton Conclave melonjak hingga 283 persen pada 21 April, tepat di hari kematian Paus Fransiskus.

SINOPSIS CONCLAVE

Disutradarai oleh Edward Berger dan diadaptasi dari novel karya Robert Harris yang terbit pada 2016, film bergenre thriller politik ini mengangkat drama serta intrik di balik proses pemilihan Paus baru—tradisi yang sudah berlangsung hampir 1.000 tahun di Takhta Suci Vatikan

Meski kisah dalam film ini bersifat fiktif, latarnya tetap mengacu pada realitas konklaf kepausan yang sarat dengan protokol ketat dan suasana sakral.

Kisah Conclave berpusat pada Kardinal Thomas Lawrence (Ralph Fiennes) yang langsung menjabat sebagai Dekan Dewan Kardinal setelah kematian Sri Paus akibat serangan jantung. 

Potongan adegan dalam film Conclave. (Foto: Instagram/@conclavethefilm)

Namun, kematian ini menyisakan misteri yang memicu berbagai spekulasi di antara para kardinal. Lawrence diberi tugas memimpin konklaf untuk memilih pemimpin tertinggi Gereja Katolik yang baru.

Seluruh kardinal dari berbagai penjuru dunia dikumpulkan di Vatikan, tepatnya di Kapel Sistina, untuk mengikuti proses pemilihan selama tiga hari. 

Mereka terlibat dalam putaran doa, refleksi, dan pemungutan suara, hingga muncul asap putih sebagai tanda bahwa Paus baru telah terpilih. Proses ini dilakukan secara tertutup demi menjaga kerahasiaan dan menghindari campur tangan pihak luar.

Ada empat kandidat kuat yang disebut-sebut memiliki peluang besar menduduki Takhta Suci, yakni Aldo Bellini (Stanley Tucci) dari Amerika Serikat, Joshua Adeyemi (Lucian Msamati) dari Nigeria, Joseph Tremblay (John Lithgow) dari Kanada, dan Goffredo Tedesco (Sergio Castellitto) dari Italia. 

Keempat kandidat itu mewakili beragam pandangan, mulai dari liberalis, konservatif, moderat, hingga tradisionalis.

Potongan adegan dalam film Conclave memperlihatkan akting Ralph Fiennes (kiri) dan Stanley Tucci (kanan). (Foto: Instagram/@conclavethefilm)

Namun, keadaan semakin pelik ketika muncul sosok Kardinal Vincent Benitez (Carlo Dhiez) dari Kabul, Afghanistan, yang mengejutkan para kardinal lainnya. 

Bagaimana mungkin seorang kardinal berasal dari negara yang menganut hukum Islam? Setelah diinterogasi, terungkap bahwa Benitez memang diangkat secara rahasia oleh Sri Paus sebelum wafat.

Intrik semakin memuncak ketika Lawrence mendapatkan informasi dari Janusz Woźniak, prefek rumah tangga kepausan, bahwa Sri Paus sempat meminta Tremblay untuk mundur sebagai kardinal di malam terakhir hidupnya—permintaan yang ditolak mentah-mentah oleh Tremblay. 

Di sisi lain, Bellini memperingatkan Lawrence akan bahaya jika Takhta Suci jatuh ke tangan seseorang yang radikal, karena dapat membalikkan kemajuan progresif yang telah dicapai Gereja selama enam dekade terakhir.

Potongan adegan dalam film Conclave memperlihatkan akting Ralph Fiennes. (Foto: Instagram/@conclavethefilm)

Konflik batin Lawrence pun semakin dalam, terutama saat seseorang mengaku sebagai kardinal rahasia yang ditunjuk oleh Sri Paus dan bertugas di tempat misterius, membuat para kardinal lainnya kebingungan. 

Di tengah proses pemungutan suara, lebih dari lima kali penghitungan suara menghasilkan asap hitam, tanda bahwa belum ada kandidat yang memperoleh suara mayoritas.

Film berdurasi 120 menit ini tak hanya menampilkan persaingan politik di balik dinding Vatikan, tetapi juga mempertanyakan dogma agama yang kerap dianggap hitam putih. Conclave mengajak penonton merenungkan bagaimana iman, kekuasaan, dan kemanusiaan saling bertabrakan.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan