Jakarta World Cinema 2025: Hajatan pecinta film alternatif, sampai rela 'war' tiket
Di edisi keempat, JWC 2025 menayangkan film pemenang Palem Emas Cannes, film klasik Jepang yang direstorasi, hingga film terbaru Robert Pattinson yang bahkan belum rilis di AS. Tiket film unggulan selalu sold out.
Malam pembukaan festival film Jakarta World Cinema 2025, Sabtu 25 Oktober 2025. (Foto: Dok. Tim JWC 2025)
JAKARTA: Di lobi bioskop, beberapa penonton tampak sibuk menatap layar ponsel mereka, memastikan jadwal tayang film berikutnya. Ada yang berjalan cepat, ada pula yang berlari kecil berpindah studio agar tidak ketinggalan film incaran di Jakarta World Cinema (JWC) 2025.
Begitulah yang terlihat sepanjang pekan ini selama JWC 2025 digelar di bioskop CGV Grand Indonesia. Antusiasme penonton begitu besar memburu 100 film yang ditayangkan, bahkan tiket film unggulan langsung ludes terjual sebelum festival dimulai.
Film yang paling diburu penonton antara lain 'Sentimental Value', nominasi Cannes yang dipilih sebagai film pembuka; serta 'It Was Just An Accident' karya sutradara Iran Jafar Panahi, peraih Palme d'Or (Palem Emas) Cannes 2025, sebagai film penutup.
Karya Nawapol Thamrongrattanarit asal Thailand, 'Human Resource', juga menjadi salah satu film paling diminati penonton.
Direktur Festival Jakarta World Cinema 2025, Shandy Gasella, menjelaskan bahwa total ada 195 film dari berbagai belahan dunia yang diputar dalam edisi tahun ini, termasuk sejumlah film yang sebelumnya meraih penghargaan di festival-festival bergengsi internasional.
Sebanyak 100 film akan ditayangkan di bioskop CGV Grand Indonesia selama delapan hari, dari 28 September hingga 4 Oktober 2025.
Sementara, 55 film panjang, dan 40 film pendek lainnya ditayangkan secara online dari 4 September hingga 4 Oktober 2025 di aplikasi Klik Film.
Menurut Shandy, sejak masa pre-sale tiket, sambutan penonton sudah luar biasa. "Bisa dilihat ya, banyak film yang sold out sehingga kita harus tambah penayangan lagi dan lagi. Antusiasmenya besar, banyak yang ingin nonton tapi enggak kebagian tiket," ujarnya kepada CNA pada Selasa (30/9).
FILM ALTERNATIF
JWC dikenal menghadirkan film-film alternatif yang jarang mendapat ruang di bioskop reguler. Shandy menyebut festival ini menampilkan "banyak film yang ditunggu-tunggu oleh para sinefil," istilah bagi pecinta film garis keras.
Selain 'Sentimental Value' dan 'It Was Just An Accident', Shandy menyebut film klasik Jepang berjudul 'Linda Linda Linda' (2005) juga diserbu penonton. Film klasik yang sudah berusia 20 tahun telah direstorasi, dan sold out dengan cepat. "Ternyata antusiasmenya luar biasa, sampai lima penayangan habis," katanya.
Selain itu, film 'Human Resource' karya Nawapol Thamrongrattanarit dari Thailand juga menjadi buruan sinefil. Film ini selalu dipenuhi penonton di lima penayangannya sepanjang festival ini.
Hadir di JWC 2025 sebagai narasumber untuk diskusi filmnya, Nawapol mengaku festival ini sangat menarik. "Saya iri, karena JWC menghadirkan film-film terbaik dari festival-festival film dunia terbaik," ujarnya di sela-sela pembukaan festival pada Sabtu (28/9).
"Di negara saya sendiri, sulit menemukan festival seperti ini," tuturnya.
Shandy menjelaskan bahwa film alternatif memiliki pasar tersendiri di Indonesia. Terbukti, setiap gelaran JWC, tiket film selalu sold out, membuat calon penonton harus bersiap "war tiket" atau "perang tiket", adu cepat membeli tiket. Siapa cepat, dia yang dapat.
AJANG HAJATAN SINEFIL
Shandy mengungkapkan JWC digelar sebagai ajang showcase untuk koleksi film yang tayang di aplikasi streaming Klik Film. "Kita ingin memberi tahun penonton bahwa Klik Film punya film semua yang tayang di sini," ujarnya.
"Ini sebagai ajang hajatan setahun sekali kepada para sinefil, yuk setahun sekali kita kumpul dan nonton bareng film-film kurasi Klik Film di bioskop selama 8 hari ini," tambahnya.
Ajang ini merupakan strategi branding agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui adanya aplikasi streaming asal Indonesia ini. Pasalnya, mereka harus bersaing dengan platform besar lain yang beroperasi di Indonesia, seperti Netflix, Disney+ Hostar maupun Amazon Prime.
Seluruh film yang tayang di bioskop CGV selama ajang JWC juga akan tayang juga secara online di Klik Film, meskipun tidak dalam waktu dekat, karena ada beberapa film yang belum tayang di bioskop di negara asalnya.
Sebagai contoh, Shandy menyebutkan film 'Die My Love', yang dibintangi aktor-aktris Hollywood, Robert Pattinson dan Jennifer Lawrence. "Di Amerika, itu tayangnya November. Tapi di JWC bisa tayang lebih dulu," ujarnya.
Selain itu, ada pula film '1001 Frames' karya sutradara Mehrnoush Alia dari Iran, yang bahkan tidak boleh ditayangkan di negara asalnya.
Film yang sempat tayang di Berlinale Film Festival 2025 ini menyoroti bahwa di industri hiburan, para aktris rentan mendapat perlakuan tidak menyenangkan, direndahkan bahkan menerima pelecehan, hanya demi mendapatkan peran di sebuah film dari sutradara terkenal.
"Film ini tidak akan pernah bisa kami tayangkan di Iran karena seluruh aktris yang terlibat tidak mengenakan hijab. Peraturan pemerintah kami sangat ketat soal itu," ujar Mehrnoush Alia yang datang langsung ke diskusi film ini setelah penayangan pada Selasa (30/9).
"Jadi, terima kasih Jakarta, karena telah menayangan film ini. Kami akan menayangkannya di sejumlah pemutaran tertutup di beberapa negara lain di seluruh dunia setelah ini," tambahnya.
Gelaran JWC tahun ini dimeriahkan dengan kompetisi film internasional, yakni First Feature Competition, dengan 11 film karya sutradara pertama dari seluruh dunia. Jurinya adalah Faradina Mufti, Tumpal Tampu Bolon, dan Kamila Andini.
Sementara itu, untuk Klik Film Short Movie Competition, ada 360 film pendek Indonesia yang mendaftar dan disaring menjadi 30 besar. Juri kompetisi ini adalah Joko Anwar, Alim Sudio, dan Asmara Abigail.
Selain kompetisi, JWC juga memfasilitasi diskusi film bersama para sutradara untuk 4 film internasional dan 5 film Indonesia.
Shandy memastikan seluruh film yang tayang di JWC, baik di online maupun offline, sudah lulus sensor dari Lembaga Sensor Film (LSF), dan mengantongi surat tanda lulus sensor (STLS).
Namun, ia mengakui ada perbedaan kriteria lulus sensor dari LSF untuk penanyangan terbatas seperti di festival film dengan penayangan reguler di bioskop.
Contohnya saja, film unggulan JWC tahun lalu, 'The Substance', bisa tayang dengan minim sensor. Sementara, ketika tayang reguler di bioskop Indonesia, sensor film diberlakukan cukup ketat.
Shandy sendiri mengungkapkan ada delapan film yang akhirnya tidak ditayangkan di JWC 2025 karena tidak lulus sensor.
Prinsipnya, menurut Shandy, "Untuk penanyangan di festival ini, jika ada film yang adegannya diminta dipotong oleh LSF, kami lebih baik tidak usah menayangkannya."
TANPA DUKUNGAN PEMERINTAH
Dalam penyelenggaran festival film semacam ini, Shandy juga menyinggung tantangan pembiayaan. "Kami ingin menjaga kualitas film yang ditayangkan dari tahun ke tahun. Dari segi kualitas, kami ingin selalu ada peningkatan. Tapi semakin banyak film yang kami tayangkan, biayanya semakin besar," jelasnya.
Shandy menyebut Klik Film harus membayar Rp350.000 per film untuk proses sensor di LSF. "Tahun ini kami mendaftarkan hampir 190 film," ujarnya.
Meskipun mengusung nama Jakarta, JWC belum memiliki dukungan pemerintah sebesar festival film internasional, yang sekaligus menjadi daya tarik utama kota penyelenggara, seperti Cannes di Prancis, Venice di Italia, atau Berlinale di Jerman.
"Belum ada (kontribusi pemerintah). Tapi memang lazimnya festival film itu ya namanya mencantumkan di mana festival itu digelar. Biar jadi identitas. Festivalnya di mana sih? Oh, di Jakarta. Jadi namanya, Jakarta World Cinema," ujarnya.
Dengan tingginya minat penonton, Shandy membuka peluang agar beberapa film unggulan yang ditayangkan di JWC dapat diputar reguler di bioskop.
"Kita lihat lah film mana yang paling ramai (akan tayang reguler di bioskop). Ditunggu saja, ya," ujarnya.
Jakarta World Cinema 2025 digelar dari tanggal 28 September - 4 Oktober 2025 di bioskop CGV Grand Indonesia. Info terkait jadwal penayangan film bisa dilihat di website jakartaworldcinema.com.
Selain itu, penayangan online di aplikasi streaming Klik Film dimulai dari 4 September - 4 Oktober 2025.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.