Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Ferry Irwandi galang dana lebih dari Rp10 miliar untuk banjir Sumatra, hanya dengan live streaming

Lebih dari 80.000 donatur terpanggil membantu korban banjir di berbagai wilayah Sumatra, menunjukkan kuatnya dukungan masyarakat ketika bencana melanda. 

Ferry Irwandi galang dana lebih dari Rp10 miliar untuk banjir Sumatra, hanya dengan live streaming

Kreator konten sekaligus aktivis, Ferry Irwandi, dalam salah satu unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/@irwandiferry)

JAKARTA: Aksi penggalangan dana yang dilakukan kreator konten sekaligus aktivis, Ferry Irwandi, untuk korban banjir dan longsor di Sumatra berhasil menembus Rp10 miliar dalam waktu kurang dari 12 jam. Bermula dari live streaming di media sosial dengan target Rp1 miliar, pengumpulan dana itu melesat cepat dan kini telah menggerakkan lebih dari 80.000 donatur untuk ikut menyumbang.

Pendiri Malaka Project ini membagikan tautan donasi melalui platform Kitabisa atas nama pribadinya. Hingga berita ini ditulis pada Selasa (12/2), penggalangan dana bertajuk Solidaritas Bantu Korban di Sumatera itu masih menerima donasi melalui platform Kitabisa. 

Dalam cerita kampanyenya, Ferry menuliskan: "Curah ekstrem yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut telah memicu banjir bandang dan tanah longsor di berbagai wilayah di Sumatra, meliputi Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh."

Hanya dua jam setelah dibuka, ia mengungkapkan donasi mencapai lebih dari Rp600 juta.

"Terkumpul lebih dari 600 jutaan sejak penggalangan dana ini kita bagikan 2 jam yang lalu. makasih banget semua, terima kasih sudah saling bantu, saling jaga, saling bersama. Mari bersatu untuk Indonesia! kita usahakan secepat dan sebanyak mungkin untuk bisa tersalurkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujarnya di Instagram.

Tiga jam setelah kampanye dibuka, jumlah bantuan yang masuk sudah menembus lebih dari Rp1 miliar. "3 JAM RP1 MILIAR LEBIH!! MAKASIH ORANG-ORANG BAIK!! KITA GAS TERUS LETSGOOOO!!!".

Respons publik terus meningkat. "GOKILL!! Oke Rp2 M dalam 7 jam, masih 17 Jam lagi, letsgooo! nakama!" ujarnya.

Mobil-mobil tampak terendam dan terjebak di kawasan permukiman yang dilanda banjir setelah hujan lebat mengguyur Padang, Sumatra Barat, 27 November 2025. (Reuters/Stringer)

LIVE STREAM DI YOUTUBE

Melihat antusiasme besar dari publik, Ferry memutuskan untuk melakukan live streaming selama 12 jam di kanal YouTube miliknya.

Siaran dimulai pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB dan berakhir Selasa pagi pukul 10.00 WIB, sesekali ditemani sang istri, Muthia Nadhira.

Dalam tiga jam pertama live stream di YouTube, jumlah donasi langsung melonjak hingga Rp5 miliar.

"3 jam live streaming sudah terkumpul Rp5 miliar lebih! Speechless! Terima kasih semua! Maaf belum bisa menyebutkan satu per satu, sekali lagi terima kasih," ungkapnya pada pukul 01.11 WIB, dikutip dari laporan Tirto.

Ferry menegaskan aksi sosial ini tidak akan berhenti sampai penyaluran donasi tuntas.

"Terima kasih banyak untuk semua pihak yang sudah berkontribusi, apapun bentuk kontribusinya. dan gue bakal terus masih gue lanjutin, gue bilang sebanyak yang bisa kita mampu himpun dan secepatnya bisa kita salurkan."

Ia juga menjelaskan daftar wilayah prioritas bantuan, sembari mengakui adanya kendala transportasi menuju daerah terdampak berat seperti Tapanuli, Aceh Utara, Ace Tengah, Sibolga, Agam, dan Palembayan.

"Pokoknya udah kita list semua, udah kita berusaha untuk menjangkau daerah-daerah tersebut terlebih dahulu. Tantangannya nanti di transportasi, itu yang kita urus, kita coba tanyakan beberapa pihak."

"Gue pastikan sampai terakhir, sampai distribusinya kita bakal terus informasi, kita bakal terus, pastikan itu bisa diterima oleh orang yang membutuhkan dan teman-teman kita, saudara-saudara yang di sana pastinya semua membutuhkan," tuturnya.

Angka korban tewas akibat banjir dan longsor besar di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara terus melonjak. Data BNPB per Senin (1/12) yang dirilis Katadata pukul 17.00 WIB mencatat 604 orang meninggal dunia, meningkat 50 persen dari sehari sebelumnya.

Menurut BNPB, korban tewas terbanyak berasal dari Sumatra Utara dengan 283 jiwa, disusul Sumatra Barat 165 jiwa, dan Aceh 156 jiwa.

Total korban hilang mencapai 464 orang dengan rincian masing-masing 181 di Aceh, 114 di Sumut, dan 169 di Sumbar.

Korban luka-luka mencapai 2.600 orang yang tersebar di tiga provinsi. Total warga terdampak menembus 1,5 juta jiwa, sementara lebih dari 570.700 orang terpaksa mengungsi.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan