Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Pendukung P. Diddy siram-siraman baby oil di depan pengadilan, rayakan vonis bebas

Baby oil menjadi tribut untuk pesta seks dan narkoba bertajuk Freak Off, yang dalam persidangan terungkap pesta itu digelar P.Diddy bersama kalangan elite internasional, mantan-mantan kekasihnya, serta para pria penghibur.

Pendukung P. Diddy siram-siraman baby oil di depan pengadilan, rayakan vonis bebas

Seorang pria memegang botol baby oil di depan gedung pengadilan federal AS, setelah juri menjatuhkan vonis kepada Sean "Diddy" Combs, di Manhattan, New York City, AS, 2 Juli 2025. (Foto: REUTERS/Jeenah Moon)

03 Jul 2025 04:04PM (Diperbarui: 14 Jul 2025 01:48PM)

NEW YORK: Aroma baby oil membumbung di udara di depan gedung pengadilan federal Manhattan, Amerika Serikat, pada Rabu (3/7) sore. Para pendukung Sean "Diddy" Combs larut dalam euforia absurd setelah sang rapper dinyatakan tidak bersalah atas dua dakwaan paling berat dalam kasus perdagangan seks yang menjeratnya.

Menurut laporan Page Six, aksi nyeleneh itu terinpirasi dari pesta seks dan narkoba yang terungkap dalam pengadilan, yang disebut Freak Off. Penggunaan baby oil menjadi disebut-sebut menjadi "perlengkapan wajib" dalam pesta itu digelar P.Diddy bersama kalangan elite internasional dan melibatkan mantan-mantan kekasihnya serta beberapa pria penghibur itu.

Musisi yang dikenal dengan nama panggung Puff Daddy atau P. Diddy ini dinyatakan bersalah oleh juri atas pelanggaran yang berkaitan dengan prostitusi, karena menyediakan "transportasi untuk tujuan prostitusi. Namun, mogul musik ini dibebaskan dari tuduhan yang lebih serius, yakni konspirasi pemerasan (racketeering conspiracy) dan dua dakwaan perdagangan seks. 

Mendengar keputusan juri ini, sontak para penggemar Diddy yang berada di depan gedung pengadilan bersorak gembira. 

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, seorang perempuan pendukung Diddy tampak meluapkan kegembiraannya dengan berteriak dan melompat-lompat, sementara seorang pria rekannya menuangkan sebotol kecil baby oil ke bagian dadanya, disaksikan oleh kerumunan orang.

Perempuan tersebut hanya mengenakan pakaian dalam putih dan atasan warna-warni, lalu mencopot wig biru yang dikenakannya dan memutarnya di udara.

Pakar hukum sekaligus pengacara, Laura Coates, ikut menyoroti kejadian ini dalam siaran CNN, dan menyampaikan, "Aku tidak bercanda, mereka benar-benar saling menyemprotkan baby oil di luar gedung pengadilan."

Baby oil memang punya peran spesial dalam pesta seks dan narkoba yang disebut Freak Off itu. Aparat dari Homeland Security AS menyita lebih dari 1.000 botol baby oil dan pelumas ketika mereka menggerebek rumah Diddy di Miami dan Los Angeles pada Maret 2024. 

Dalam persidangan kasus perdagangan seks yang dimulai Mei 2025 lalu, para jaksa berkali-kali menyebut soal baby oil.

Pada Mei lalu, jaksa merilis sejumlah foto yang menunjukkan bahwa kamar hotel tempat Diddy menginap saat ditangkap penuh dengan pelumas dan baby oil.

Salah satu foto menampilkan botol besar dan kecil Johnson & Johnson baby oil di wastafel, sementara foto lainnya menunjukkan botol-botol pelumas merk Astroglide di dalam laci.

Bulan lalu, foto-foto tambahan dari penggerebekan FBI memperlihatkan bahwa Diddy menyimpan stok besar baby oil dan pelumas tersebut dalam lemari, laci, hingga kotak penyimpanan berpengatur kelembaban.

Pengadilan menyatakan rapper I’ll Be Missing You itu bersalah atas dua dakwaan prostitusi, yang masing-masing dapat menjeratnya dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Diddy masih mendekam di pusat tahanan federal di Brooklyn sejak penangkapannya pada September 2024 lalu.

Hingga saat ini, hakim memutuskan Diddy tetap ditahan hingga jadwal vonisnya diumumkan, dan tidak diizinkan pulang. Jadwal sidang lanjutan untuk menetapkan vonis hingga saat ini belum ditentukan. 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan