Everyday We Are: Film terakhir mendiang Kim Sae-ron, adu peran dengan aktor Bon Appetit, Your Majesty
Diadaptasi dari webtoon populer, film coming-of-age ini mengangkat kisah cinta pertama dua remaja yang tulus dan sederhana.
Mendiang Kim Sae-ron dalam film terakhirnya, Everyday We Are. (Foto: Dok. JNC Media Group)
Film coming-of-age Korea berjudul Everyday We Are, atau yang dikenal juga dengan judul Before We Knew, menjadi film terakhir mendiang aktris Kim Sae-ron yang meninggal pada Februari tahun 2025. Di film ini, ia beradu peran dengan aktor serial Netflix yang hits, Bon Appetit, Your Majesty, Lee Chae-min.
Diadaptasi dari webtoon populer, film Korea ini merekam fase remaja rapuh menuju dewasa, lengkap dengan kisah yang penuh kecanggungan, rasa takut kehilangan, dan emosi cinta pertama yang membuncah di usia belasan.
Diadaptasi dari webtoon populer dengan judul yang sama, film ini menjadi debut penyutradaraan Kim Min-jae.
"Aku khawatir dan takut karena butuh waktu yang cukup lama hingga film ini bisa tayang di bioskop, tapi bahagia akhirnya bisa rilis," kata sutradara Kim Min-jae, dilansir dari Korea JoongAng Daily pada Selasa (2/4/2).
Kisah cinta remaja ini berpusat pada Yeo-ul (Kim Sae-ron) yang dibuat terkejut ketika sahabat lamanya, Ho-su (Lee Chae-min), mengaku bahwa ia selama ini menyukai dirinya menjelang kelulusan sekolah menengah pertama.
Pengakuan yang tidak terduga itu membuat Yeo-ul kebingungan, sekaligus mengguncang fondasi persahabatan yang selama ini ia jaga. Bagi Yeo-ul, Ho-su sudah seperti keluarga. Justru karena kedekatan itulah ia begitu takut kehilangan dirinya.
Menurut laporan The Korea Times, film ini dengan tenang mengikuti keseharian remaja mereka berdua dan lingkar pertemanan yang sama, penuh ketidaksempurnaan, kecemasan, tetapi juga semangat muda yang masih segar.
Dunia kecil yang mereka bangun bertumpu pada hal-hal sederhana dan terasa akrab: sama-sama menyukai basket, memasak ramyeon sepulang sekolah, hingga saling bercerita tentang masalah keluarga.
Tidak ada plot twist dramatis atau gestur cinta yang berlebihan. Daya tariknya justru terletak pada keseharian itu sendiri, momen-momen biasa yang terasa begitu dekat karena hampir semua orang pernah, atau akan, mengalaminya.
Meski begitu, film ini tidak sepenuhnya mulus. Eksekusinya beberapa kali terasa tersendat, dengan sejumlah adegan yang muncul mendadak dan kurang tergarap. Salah satunya adalah momen ketika Ho-su tiba-tiba melakukan pendekatan fisik kepada Yeo-ul yang terasa tidak sesuai dengan karakternya.
Perubahan sikap Ho-jae (Ryoo Ui-hyun), laki-laki yang disukai Yeo-ul sejak SMP, juga terasa membingungkan karena tidak dijelaskan dengan cukup kuat. Ditambah lagi, penampilannya terlihat terlalu dewasa untuk memerankan karakter remaja.
Menurut laporan The Korea Times, proses syuting film ini sebenarnya telah rampung pada 2021. Namun, penayangannya sempat ditunda setelah Kim terlibat kasus mengemudi dalam keadaan mabuk pada Mei 2022.
Film ini kemudian kembali tertunda karena Kim tewas mendadak pada Februari 2025.
Bagi penggemar Lee Chae-min, film ini memberikan kesempatan langka untuk melihat masa-masa awalnya sebagai aktor muda yang tengah merintis karier.
Sejak proses syuting selesai, namanya melesat berkat perannya sebagai penguasa tiran dalam drama hit tvN tahun 2025 Bon Appetit, Your Majesty.
Ia juga memperluas spektrum aktingnya lewat peran antagonis pertamanya dalam drama superhero Netflix, Cashero.
Everyday we are dijadwalkan tayang di Korea pada 4 Maret 2026. Belum ada informasi apakah film Korea ini akan tayang di bioskop Indonesia.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.