Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Penerjemah The Odyssey kritik habis film Christopher Nolan: 'Aku malu jika menulis naskah seperti ini'

"'Apa aku sungguh peduli pria ini berhasil kembali kepada istrinya atau tidak?' Film ini tidak memberiku alasan untuk peduli," ungkap akademisi klasik Emily Wilson.

Penerjemah The Odyssey kritik habis film Christopher Nolan: 'Aku malu jika menulis naskah seperti ini'

Aktor Matt Damon dalam salah satu adegan film The Odyssey karya sutradara Christopher Nolan. (Foto: Dok. Universal Pictures)

28 Jul 2026 01:06PM (Diperbarui: 28 Jul 2026 01:16PM)

Emily Wilson, penerjemah puisi epik Homer The Odyssey, melontarkan kritik tajam terhadap adaptasi film tersebut karya sutradara Christopher Nolan

Menurutnya, film The Odyssey karya Nolan "tidak memiliki sesuatu yang meyakinkan untuk disampaikan" serta "tidak memiliki kedalaman psikologis, emosional, politik, maupun etika."

Wilson merupakan penerjemah The Odyssey karya Homer dari bahasa Yunani ke bahasa Inggris untuk buku terbitan tahun 2017. Berbagai media melaporkan karyanya itu kemudian menginspirasi Nolan untuk mengadaptasi puisi epik itu ke dalam bentuk film.

Nolan bahkan memuji karya terjemahan Wilson saat promosi awal adaptasi film tersebut. Bahkan, film garapan Nolan itu turut menyertakan kalimat pertama dalam terjemahan Wilson, "Ceritakan kepadaku tentang seorang laki-laki yang rumit."

Namun, pujian itu ternyata tidak berbalas. Dalam esai pedas yang diterbitkan London Review of Books, Wilson menulis, "Aku berharap ketertarikan Nolan terhadap tema-tema Homer ini bisa membawanya ke tingkat kreativitas yang baru, sekaligus membuatnya mampu menghadirkan karakter-karakter yang lebih meyakinkan."

Namun, menurut Wilson, film The Odyssey justru menampilkan kombinasi khas Nolan berupa kemegahan yang dibalut kedangkalan.

"Tetapi The Odyssey menghadirkan kombinasi yang biasa ia tampilkan antara kemegahan dan kedangkalan... Visi film ini terlalu membingungkan, karakter-karakternya terlalu kurang berkembang, sehingga gagal memenuhi bahkan setengah dari janji besarnya dalam menyampaikan berbagai gagasan utama, meski film ini memang sangat piawai menghadirkan ledakan dan raksasa besar," tulisnya, dikutip dari The Guardian.

Wilson juga menambahkan, "Versi Odyssey buatan Nolan kehilangan banyak elemen yang membuat puisi ini begitu luar biasa."

Sutradara Christopher Nolan saat berada di lokasi syuting film terbarunya, The Odyssey, yang tayang pada Juli 2026. (Foto: Dok. Universal Pictures)

"Film ini tidak memiliki sesuatu yang meyakinkan untuk disampaikan tentang waktu, ingatan, sejarah, perang, maupun hubungan antara kepulangan seorang prajurit yang penuh kejayaan dengan kehidupan keluarganya, musuh-musuhnya, rekan seperjuangannya, teman-temannya, dan para tetangganya," ungkapnya.

"Film ini tidak memiliki kedalaman psikologis, emosional, politik, maupun etika. Struktur naratifnya hanya mengandalkan gimmick," tulis Wilson, yang juga merupakan akademisi bidang mitologi Yunani klasik.

"Penulisannya sangat buruk. Tidak ada satu pun karakter yang memiliki motivasi yang meyakinkan atas tindakan atau ucapan mereka. Tidak ada adegan seks, dan semua makanan yang ditampilkan terlihat mengerikan," tulisnya melanjutkan.

Wilson juga menyinggung kekaguman Nolan terhadap kalimat pembuka dalam terjemahan Odyssey versinya, yaitu "Ceritakan kepadaku tentang seorang laki-laki yang rumit."

Namun, ia kemudian menambahkan, "Aku akan merasa malu jika pernah menulis bagian mana pun dari naskah ini."

Sampul buku The Odyssey karya Homer yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Emily Wilson. (Foto: Dok. W. W. Norton & Company)

Wilson, yang kini menjabat sebagai ketua departemen sekaligus profesor studi klasik di University of Pennsylvania, juga kembali mengkritik film tersebut dalam wawancaranya bersama Sunday Times.

"Film ini sama sekali tidak berhasil menyentuh emosiku. Menurutku, salah satu penyebabnya adalah karena, tidak seperti Homer, film ini tidak ditulis dengan baik."

"Karakter-karakternya tidak memiliki kedalaman seperti karakter-karakter dalam karya Homer. Aku terus berpikir, 'Apa aku sungguh peduli pria ini berhasil kembali kepada istrinya?' Film ini tidak memberiku alasan untuk peduli."

Aktor Tom Holland dan aktris Anne Hathaway dalam salah satu adegan film The Odyssey karya sutradara Christopher Nolan. (Foto: Dok. Universal Pictures)

Meski begitu, Wilson tetap mengakui dampak besar yang sudah diberikan film tersebut terhadap meningkatnya kesadaran publik akan sastra Yunani Kuno sekaligus industri perfilman.

Sambil mengatakan bahwa "perilisan The Odyssey tetap merupakan sebuah peristiwa yang layak dirayakan", ia menambahkan, "Epik ini berhasil membawa penonton kembali ke bioskop... berbagai terjemahan Odyssey, termasuk versiku, laris terjual... dan mungkin saja film ini bisa meyakinkan sejumlah administrator kampus untuk tidak memangkas departemen sastra, bahasa, dan sejarah mereka."

"Nolan sedang melakukan yang terbaik agar masyarakat kembali gemar membaca, dan aku berterima kasih untuk itu," lanjut Wilson.

Meski begitu, tampaknya para penonton tidak sependapat dengan rasa kecewa Wilson terhadap The Odyssey garapan Christopher Nolan.

Film tersebut memperoleh nilai "A" dari CinemaScore pada akhir pekan pembukaannya dan berkembang menjadi salah satu blockbuster terbesar tahun ini di box office.

Pada akhir pekan keduanya di Amerika Serikat, film itu meraup pendapatan fantastis sebesar US$90 juta (Rp1,62 triliun).

Aktor Matt Damon dan aktris Zendaya dalam salah satu adegan film The Odyssey karya sutradara Christopher Nolan. (Foto: Dok. Universal Pictures)

Sementara di Indonesia, The Odyssey menjadi film terlaris nomor 1 pekan ini. Dengan 29.524 penayangan, film ini sudah disaksikan lebih dari 1,2 juta penonton, berdasarkan data dari laman Cinepoint, seperti dipantau CNA Indonesia pada Selasa (28/7).

The Odyssey menghadirkan deretan bintang, termasuk Matt Damon, Tom Holland, Zendaya, Anne Hathaway, dan Robert Pattinson.

The Odyssey mengikuti perjalanan Odysseus (Matt Damon), Raja Ithaca, yang berusaha pulang ke rumah setelah berakhirnya Perang Troya.

Dalam perjalanan pulang selama 10 tahun, ia harus menghadapi berbagai rintangan, mulai dari monster mitologi, amarah para dewa, hingga godaan yang menguji tekadnya untuk kembali kepada keluarganya.

Sementara itu, sang istri, Penelope (Anne Hathaway) berjuang mempertahankan kerajaannya dari para pelamar yang ingin merebut takhta, ditemani putranya, Telemachus (Tom Holland), yang mulai mencari jejak ayahnya.

Film ini juga menghadirkan Zendaya sebagai Dewi Athena, Robert Pattinson sebagai Antinous, Charlize Theron sebagai Circe, Lupita Nyong'o sebagai Helen dari Troy dan Clytemnestra, serta Jon Bernthal sebagai Raja Sparta, Menelaus.
 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan