Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Alami cedera otak, Emilia Clarke blak-blakan takut dipecat dari Game of Thrones

"Jika aku mati, lebih baik terjadi saat siaran langsung," pesan Clarke, yang sempat putus asa, kepada kru film.

Alami cedera otak, Emilia Clarke blak-blakan takut dipecat dari Game of Thrones

Emilia Clarke saat berperan sebagai Daenerys Targaryen di serial Game of Thrones. (Foto: Instagram/@gameofthrones)

11 Jun 2024 05:49PM (Diperbarui: 11 Jun 2024 05:59PM)

Emilia Clarke membuka diri soal ketakutan terbesarnya kala memerankan Daenerys Targaryen di serial Game of Thrones (GoT). Pernah mengalami aneurisma (cedera) otak sebanyak dua kali, Clarke blak-blakan mengaku takut dipecat dari serial garapan HBO yang telah melambungkan namanya tersebut. 

Dalam sesi wawancara dengan Big Issue baru-baru ini, Clarke mengaku mengalami cedera otak pada 2011, di sela-sela dirinya tengah syuting musim tayang GoT yang pertama dan kedua. 

Saat itu, kondisinya memerlukan dia untuk segera dioperasi. Saat itulah, dia merasa sangat takut dipecat. 

"Saat kamu mengalami cedera otak, itu akan mengubah rasa percaya dirimu secara dramatis, semua rasa tidak aman saat memasuki tempat kerja baru meningkat berkali-kali lipat hanya dalam semalam," ujar kata Clarke, dikutip dari Variety. 

"Ketakutan pertama yang dirasakan semua orang: 'Ya Tuhan, apakah aku akan dipecat? Apakah aku akan dipecat karena mereka berpikir aku tidak mampu menyelesaikan pekerjaan ini?'," ungkapnya. 

Ketakutan lainnya adalah jika ia mengalami cedera otak di lokasi syuting. Saking frustrasi atas kondisinya, Clarke mengungkapkan ia sempat berpesan kepada kru film, "Yah, jika aku akan mati, lebih baik terjadi saat siaran langsung."

Tidak hanya berhenti sampai di situ. Cedera otak yang dialami Clarke terjadi lagi pada tahun 2013, dan ia kembali harus menjalani operasi. 

Dalam wawancaranya dalam sesi Sunday Morning BBC pada tahun 2022, Clarke mengungkapkan bahwa dia kehilangan cukup banyak bagian dalam otaknya pada saat proses operasi.

"Jumlah otakku yang tidak lagi bisa digunakan cukup banyak. Bahwa aku masih bisa berbicara, kadang-kadang dengan artikulasi yang tepat, dan menjalani hidup sepenuhnya normal tanpa dampak apapun itu sesungguhnya sebuah keajaiban," jelas Clarke. 

"Aku termasuk dalam sangat, sangat, sangat sedikit orang yang bisa bertahan dari kondisi itu," ungkapnya. 

Pengalamannya menderita cedera otak yang kemudian membuat pemeran film  Last Christmas ini ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penyakit ini. 

Melalui yayasannya, SameYou, yang bermitra dengan Big Issue Recruit, Clarke mencoba membantu para penderita aneurisma otak lainnya.

"Memiliki kondisi kronis yang mengurangi kepercayaan diri kita, padahal itu mungkin satu-satunya yang membuat kita tetap hidup, merupakan pengalaman yang menyedihkan dan menimbulkan rasa sepi," ungkap Clarke. 

"Salah satu hal terbesar yang saya rasakan akibat cedera otak adalah rasa kesepian yang mendalam. Itulah yang kami coba atasi," ujarnya, dikutip dari Deadline. 

Clarke juga ingin menyebarkan rasa optimisme kepada para penderita aneurisma otak, dan merasa bahwa jika ia bisa melaluinya, maka semua orang pun pasti bisa. 

"Penyakit ini memberiku kekuatan super," pungkasnya.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan