Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Sinopsis film Sentimental Value yang memukau penonton Cannes, raih standing ovation 19 menit

Elle Fanning turut membintangi drama keluarga tentang upaya seorang anak untuk berdamai dengan sang ayah yang dulu memilih meninggalkan keluarga demi kariernya.

Sinopsis film Sentimental Value yang memukau penonton Cannes, raih standing ovation 19 menit

Poster film Sentimental Value yang tayang perdana di Festival Film Cannes 2025. (Foto: Instagram/@ellefanning)

23 May 2025 09:56AM (Diperbarui: 23 May 2025 10:05AM)

CANNES, PRANCIS: Film terbaru besutan sutradara Norwegia Joachim Trier berjudul Sentimental Value sukses mencuri perhatian publik Festival Film Cannes 2025.

Diputar perdana di Grand Théâtre Lumière, film ini langsung menyulut emosi penonton hingga berdiri memberikan tepuk tangan meriah selama 19 menit, momen langka yang membuat publik yakin film ini berkesempatan besar memburu penghargaan Palme d’Or tahun ini.

Dalam film ini, Trier kembali menggandeng Renate Reinsve, aktris yang sebelumnya membintangi film Trier tahun 2021, The Worst Person in the World yang juga tayang perdana di Cannes. Saat itu, Reinsve memenangkan penghargaan Aktris Terbaik. 

Kali ini, sang sineas asal Norwegia hadir dengan drama keluarga yang turut dibintangi Stellan Skarsgård, Inga Ibsdotter Lilleaas, dan Elle Fanning.

Menurut laporan dari Deadline, suasana langsung pecah penuh antusiasme begitu lampu di bioskop menyala usai pemutaran.

Dalam film ini, Reinsve berperan sebagai Nora, seorang aktris yang bersama adiknya, Agnes (diperankan Lilleaas), kembali dipertemukan dengan ayah mereka yang telah lama menjauh, Gustav (SkarsgÃ¥rd). 

Hadir kembali ke kehidupan anak-anaknya ketika sang mantan istri meninggal, Gustav yang merupakan seorang sutradara kawakan menawarkan peran kepada Nora dalam film yang ia harap akan menjadi proyek comeback-nya dalam dunia perfilman.

Nora, yang masih dihantui kepanikan dan trauma masa lalu, merasa belum siap memaafkan sang ayah, lalu menolak tawaran proyek tersebut. 

Namun, Nora secara tak langsung kemudian mengetahui bahwa sang ayah justru memberikan peran itu kepada bintang muda Hollywood yang ambisius (Elle Fanning). Bagi Nora, itu bagaikan sebuah pengkhianatan. Kisah pun berkembang dengan dinamika keluarga yang kompleks dan emosional.

Meskipun tidak seekstrem film Trier sebelumnya, The Worst Person in the World, drama keluarga ini menunjukkan keahlian Trier dalam menyuguhkan sisi emosional yang berlapis-lapis dalam sebuah drama keluarga. 

Menurut ulasan Variety, film Sentimental Value menghadirkan gagasan bahwa menciptakan seni bisa menjadi jalan untuk menebus kesalahan di masa lalu.

Meski tidak ada catatan resmi mengenai durasi tepuk tangan dalam sejarah Cannes, namun banyak yang menganggap bahwa ini salah satu rekor tepuk tangan di Cannes. 

Namun, tepuk tangan untuk Sentimental Value belum bisa memecahkan rekor untuk film fantasi Guillermo del Toro tahun 2006, Pan’s Labyrinth, yang meraih standing ovation selama 22 menit. 

Belum ada informasi apakah film Sentimental Value akan ditayangkan di bioskop Indonesia, atau dapat disaksikan di platform streaming yang beroperasi di Indonesia. 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan