Skip to main content
Iklan

Lifestyle

El Rumi tanggapi rumor pelecehan seksual, terganggu dengan inisial EJR

Kemiripan inisial membuat putra Ahmad Dhani dan Maia Estianty itu ramai dikaitkan dengan sosok yang dituding pelaku pelecehan dan viral di Threads.

El Rumi tanggapi rumor pelecehan seksual, terganggu dengan inisial EJR

El Rumi dalam salah satu unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/elelrumi)

Nama El Rumi terseret dalam rumor dugaan pelecehan seksual yang ramai dibicarakan di media sosial. Rumor tersebut bermula dari unggahan akun anonim di Threads yang menceritakan dugaan pelecehan dengan sosok berinisial EJR.

Unggahan itu muncul pada Rabu (19/8) ketika seorang warganet anonim menceritakan pengalamannya ketika bepergian bersama seseorang yang disebut sebagai "artis muda" berinisial EJR.

Kemiripan inisial tersebut dengan nama lengkap El Rumi, Ahmad El Jallaludin Rumi, kemudian membuat sejumlah netizen mengaitkan sosok EJR dengan putra Ahmad Dhani dan Maia Estianty tersebut. Namun, ada pula warganet yang mempertanyakan keaslian identitas serta cerita akun anonim itu.

Di tengah ramainya spekulasi, El Rumi akhirnya memberikan respons melalui kuasa hukumnya, Aldwin Rahadian. Aldwin mengatakan, kliennya merasa bingung sekaligus terganggu karena terus menerima pertanyaan mengenai sosok EJR.

"Bingung saja dan terganggu karena banyak yang mengkonfirmasi. Ini siapa, apa bener apa gimana, ya, bingung juga siapa yang bersangkutan ini siapa, EJR ini siapa?" kata Aldwin di Polda Metro Jaya, Jumat (21/8), dikutip dari Liputan6.

"Kasihan juga dia banyak terima telepon, dikonfirmasi 'bener enggak, bener enggak?' Kan, kasihan kerjaannya dia. Jadi, apalagi bingung juga kejadian apa, kapan, dan sebagainya," lanjutnya.

El Rumi dalam salah satu unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/elelrumi)

KRONOLOGI RUMOR EJR

Rumor pelecehan seksual itu bermula dari utas akun @ajsbsbwas di Threads pada 19 Agustus 2026. Dalam unggahannya, pemilik akun menyebut EJR sebagai pihak "yang pernah membuat saya kehilangan kendali atas tubuh saya sendiri, dan kemudian melakukan sesuatu kepada saya ketika saya berada dalam kondisi tersebut."

Menurut cerita akun tersebut, peristiwa bermula ketika dirinya dan sosok berinisial EJR pergi bersama seseorang yang disebut sebagai NB ke Senayan sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah itu, ia menyebut "dan kemudian kejadian berada di kediaman pelaku di daerah Pondok Indah."

Pemilik akun kemudian mengaku pada suatu kesempatan diminta menghirup asap vape yang ditiupkan EJR ke mulutnya. Ia mengklaim tidak mengetahui bahwa asap tersebut "mengandung THC" yang merupakan senyawa psikoaktif dalam ganja dan membuat dirinya "kehilangan kendali atas diri".

"Dan dalam kondisi saya yang sudah tidak mampu mengendalikan diri seperti itu, pelaku melakukan tindakan seksual terhadap saya tanpa persetujuan saya. Saya ingin menegaskan satu hal: saya tidak memberikan persetujuan," tulisnya.

Pemilik akun juga menyatakan akan menunjukkan bukti kebersamaan mereka sebelum dugaan insiden tersebut apabila EJR tidak memberikan respons dalam waktu tujuh hari sejak unggahan itu dibuat.

Setelah utas tersebut beredar, sejumlah netizen menduga EJR merujuk kepada El Rumi karena kemiripan inisial dengan nama lengkapnya. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang meragukan identitas maupun kebenaran cerita dari akun anonim tersebut.

SUMBER TUDINGAN

Sementara itu, Aldwin mempertanyakan dari mana awal informasi mengenai dugaan tersebut berasal. Menurutnya, sumber informasi menjadi hal penting sebelum tudingan itu dikaitkan dengan kliennya.

"Yang bicara pertama itu dari mana? Oh, anonim... Itu, kan, belum bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi inisialnya apa, EJR," ujar Aldwin.

Menurut Aldwin, narasi yang beredar di media sosial juga tidak memiliki kronologi dan kepastian waktu yang jelas. Sekalipun cerita tersebut kemudian dikaitkan dengan El Rumi karena kesamaan inisial, menurutnya hal itu belum bisa membuktikan bahwa sosok yang dimaksud memang kliennya.

Menanggapi tudingan yang beredar, Aldwin mempersilakan pihak yang merasa mengalami kejadian di luar batas kewajaran dengan kliennya untuk menyampaikan klaim tersebut secara terbuka dan menempuh jalur resmi, alih-alih menggunakan akun anonim.

"Kalaupun nanti ada seseorang yang mengklaim, jangan anonim, gitu. Jangan anonim, coba perlihatkan, sampaikan resmi, gitu. Sampaikan resmi, ya, gitu. Jadi, kalau perlu, kan, ada proses hukum dan sebagainya, silakan," tegas Aldwin.

Meski tudingan berasal dari akun anonim, El disebut merasa tetap perlu memberikan klarifikasi demi menjaga nama baiknya dan mencegah rumor berkembang semakin jauh. Untuk saat ini, pihak El masih mengamati perkembangan isu tersebut dan mempertimbangkan tindakan hukum apabila diperlukan.

Jika kamu mengalami atau mengetahui adanya kekerasan maupun pelecehan terhadap perempuan dan anak, segera hubungi SAPA di 129 atau melalui WhatsApp 08111-129-129.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan