Dulu dihina karena suara serak, penyanyi Golden di Kpop Demon Hunters kini kuasai Billboard
Pengalaman sebagai trainee SM Entertainment yang dulu diremehkan membuat EJAE memahami perjuangan Rumi, karakter KPop Demon Hunters yang juga belajar menerima dirinya sendiri.
Penyanyi-penulis lagu keturunan Korea-Amerika, Kim Eun-jae, atau EJAE, menulis dan menyanyikan lagu Golden, yang menjadi soundtrack utama film animasi Kpop Demon Hunters. (Foto: Dok. Netflix)
Selama bertahun-tahun, suara rendah dan serak EJAE sering dianggap sebagai kekurangan di dunia K-pop yang serba sempurna.
Memulai karier sebagai trainee di SM Entertainment, EJAE menggunakan justru warna suaranya yang khas di balik lagu Golden, soundtrack epik dari film animasi hits KPop Demon Hunters yang menguasai tanggal lagu Billboard.
Penyanyi-penulis lagu keturunan Korea-Amerika bernama asli Kim Eun-jae ini bukan cuma menyanyikan, tapi juga menulis dan mengaransemen lagu Golden bersama vokalis Audrey Nuna dan Rei Ami.
Dalam wawancara terbaru, EJAE mengenang perjalanan panjangnya hingga bisa menjadi suara karakter utama film, Rumi.
"Mengingat masa-masa aku jadi trainee di SM sampai sekarang, aku percaya semua terjadi pada waktunya. Semua ada alasannya," kata EJAE, dikutip dari The Korea Times.
Selain Golden, EJAE juga menulis beberapa lagu lain untuk soundtrack film tersebut, termasuk Your Idol dan What It Sounds Like. Ketenarannya yang tiba-tiba sejak film animasi itu tayang di Netflix membuatnya harus cepat menyesuaikan diri.
"Dua bulan lalu aku masih hanya seorang komposer, tapi tiba-tiba aku menerima begitu banyak cinta dan perhatian, dan itu benar-benar hal baru untukku," ujarnya.
"Setiap hari terasa luar biasa, dan aku sedang belajar untuk menyesuaikan diri."
Tayang sejak Juni lalu, animasi KPop Demon Hunters bercerita tentang Huntr/x, grup K-pop perempuan yang ternyata diam-diam berperan sebagai trio pemburu iblis.
Soundtrack utama film ini adalah lagu Golden, yang kini menjadi hits global dan berhasil bertahan di posisi No. 1 Billboard Hot 100 selama delapan minggu berturut-turut, menurut laporan Allkpop.
EJAE mengakui memahami perjuangan Rumi, salah satu karakter di film ini yang memiliki keterbatasan diri. EJAE mengaku, pengalamannya sebagai trainee ketika warna vokalnya dulu dianggap sebagai kelemahan, membuatnya bisa memahami lebih dalam karakter Rumi.
"Aku sangat memahami keinginan Rumi untuk mengakui dan mengatasi kekurangannya," kata EJAE.
Ia menambahkan bahwa perjuangan itu menjadi inspirasi bagi nada-nada tinggi yang kuat dalam Golden, yang menyampaikan pesan tentang perjalanan dari kesulitan menuju harapan.
Dalam penampilannya di acara radio KBS Cool FM "Lee Eun-ji’s Gayo Plaza" pada Senin (13/10), EJAE bicara jujur soal tekanan membawakan lagu ciptaannya sendiri — terutama lagu yang mendominasi Billboard Hot 100 selama tujuh minggu berturut-turut.
"Tentu saja ada tekanan," ujarnya saat ditanya apakah nada-nada tinggi dalam lagu itu membuat penampilan live jadi sulit.
"Ini lagu untuk animasi, dan cerita di balik karakter lebih penting. Kalau aku menulisnya untuk penyanyi sungguhan, hasilnya pasti berbeda."
EJAE menjelaskan bahwa bagian nada tinggi dalam lagu itu sengaja dibuat ekstrem untuk menggambarkan intensitas emosi Rumi.
"Butuh peningkatan nada yang terasa putus asa untuk mengekspresikan perasaannya," katanya.
"Aku tidak menyangka akhirnya aku sendiri yang harus menyanyikannya secara live. Rumi merasakan tekanan itu — dan begitu juga aku."
EJAE mengatakan tujuan utamanya saat menciptakan musik untuk KPop Demon Hunters adalah menonjolkan identitas Korea Selatan.
"Hal paling penting bagi KPop Demon Hunters adalah menunjukkan budaya Korea, jadi aku memastikan untuk menyertakan lirik berbahasa Korea," tegasnya.
Ia juga mengungkapkan rasa bangganya melihat para penggemar di seluruh dunia ikut menyanyikan bagian berbahasa Korea dalam lagu tersebut.
"Di acara sing-along di Amerika Serikat, banyak orang non-Korea ikut menyanyikan bagian reff-nya dalam bahasa Korea, dan itu luar biasa," ujarnya.
Memberi semangat untuk para artis muda dan trainee, EJAE menegaskan pentingnya terus berusaha dan memiliki mentalitas yang benar.
"Hal paling penting adalah sikap untuk memberikan 100 persen, bahkan untuk kesempatan kecil, bahkan saat kamu merasa frustrasi," katanya.
EJAE juga menambahkan bahwa menurutnya K-pop tetap harus mempertahankan keunikannya meski sudah mendunia.
"Aku pikir, untuk K-pop, lebih baik fokus pada sisi Koreanya daripada berusaha terlalu pop," tuturnya.
"Kuncinya ada di perpaduan. Karena kalau terlalu fokus pada budaya Korea saja, mungkin sulit dipahami oleh audiens luar, tapi bahkan dalam perpaduan itu, 'kimchi'-nya tetap harus ada," ujarnya sambil tersenyum.