Raih nominasi Grammy Awards lewat lagu Golden, EJAE buktikan mimpi tak pernah terlalu tinggi
"Aku bahkan tak bisa berkata-kata untuk menggambarkan perasaanku meraih nominasi Grammy," ujar perempuan yang sempat menjadi trainee selama 12 tahun sebelum banting setir menjadi komposer.
EJAE ketika hadir dalam The Tonight Show starring Jimmy Fallon. (Foto: Instagram/@ejae_k)
Penyanyi sekaligus penulis lagu Korea-Amerika EJAE mengungkapkan rasa bahagianya yang luar biasa setelah lagunya, Golden, yang menjadi soundtrack film animasi hit Netflix, KPop Demon Hunters, berhasil meraih lima nominasi di ajang penghargaan Grammy Awards mendatang.
Akhir pekan lalu, Recording Academy yang menjadi penyelenggara Grammy Awards ke-68 mengumumkan bahwa Golden masuk nominasi di empat kategori: Song of the Year, Best Pop Duo/Group Performance, Best Song Written for Visual Media, dan Best Remixed Recording.
Sementara itu, soundtrack film tersebut juga masuk nominasi untuk Best Compilation Soundtrack for Visual Media.
EJAE, yang berkontribusi pada vokal, lirik, dan komposisi lagu Golden, mengekspresikan rasa syukurnya dengan penuh emosi. Ia mengatakan bahwa nominasi Grammy ini adalah sesuatu yang bahkan melampaui mimpinya.
"Aku bahkan tak bisa berkata-kata untuk menggambarkan perasaanku. Ini di luar apa pun yang pernah aku bayangkan—meraih nominasi di Grammy," tulis EJAE di Instagram pada akhir pekan lalu.
Sang artis juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para penggemar KPop Demon Hunters serta dua musisi Korea-Amerika lainnya, Rei Ami dan Audrey Nuna, yang juga bernyanyi bersamanya di lagu tersebut.
"Menyebut ini sebagai mimpiku rasanya tidak cukup. Semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa para penggemar film yang sudah memberikan begitu banyak dukungan," kata EJAE, dikutip dari The Korea Times.
Selain Golden, berbagai karya yang berhubungan dengan musisi Korea juga mendapatkan nominasi Grammy tahun ini, memperkuat pengaruh talenta Korea di panggung musik dunia.
Lagu APT.—kolaborasi antara Rose dari BLACKPINK dan bintang pop Amerika Bruno Mars—juga dinominasikan dalam tiga kategori utama: Best Pop Duo/Group Performance, Record of the Year, dan Song of the Year.
Grup perempuan KATSEYE, hasil kolaborasi antara HYBE dan label Amerika Geffen Records, juga mencapai tonggak besar dengan dua nominasi: Best New Artist dan Best Pop Duo/Group Performance lewat lagu hit mereka, Gabriela.
KATSEYE menjadi grup pertama yang dibentuk dengan format K-pop dan masuk nominasi di kategori Best New Artist. Di kategori Pop Duo/Group Performance, mereka bersaing dengan Golden, APT., 30 for 30 dari SZA & Kendrick Lamar, serta Defying Gravity dari Cynthia Erivo dan Ariana Grande.
Sementara itu, musikal orisinal Korea, Maybe Happy Ending, juga meraih nominasi di kategori Best Musical Theater Album untuk rekaman versi Broadway-nya, menunjukkan semakin luasnya daya tarik karya teater Korea di kancah global.
Dalam ajang Tony Awards pada bulan Juni lalu, musikal tersebut berhasil memenangkan enam penghargaan, termasuk Best Musical, menjadikannya musikal orisinal pertama yang dibuat dan dipentaskan di Korea yang berhasil mendapat pengakuan di ajang prestisius tersebut.
Latar belakang EJAE membuat kesuksesannya kali ini terasa semakin bermakna. Setelah menjalani masa trainee selama 12 tahun di SM Entertainment tanpa berhasil debut sebagai idol K-pop, ia memutuskan untuk mengubah jalannya.
EJAE kemudian beralih menjadi produser dan komposer, menciptakan musik untuk grup K-pop populer seperti Red Velvet dan aespa.
Dalam penampilannya di acara bincang-bincang You Quiz on the Block, EJAE mengungkapkan bahwa perjuangannya di masa lalu justru membuat kesuksesan globalnya saat ini menjadi kisah inspiratif tentang ketekunan dan kemenangan.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.