Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Doyan makan bakso dan seblak, ribuan remaja putri di Karawang derita anemia

Gejala anemia yang sering diabaikan, seperti kelelahan, kulit pucat, sesak napas, dan pusing, dapat berdampak serius pada fungsi jantung dan kesehatan jika tidak ditangani.

Doyan makan bakso dan seblak, ribuan remaja putri di Karawang derita anemia

Ilustrasi semangkuk seblak, jajanan khas Sunda. (Foto: iStock/Ika Rahma)

16 Jan 2025 03:51PM (Diperbarui: 17 Jan 2025 11:08AM)

Ribuan remaja perempuan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terdeteksi menderita anemia yang dipicu oleh pola makan tidak sehat. 

Berdasarkan hasil skrining terhadap 33.106 remaja putri yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Karawang, sebanyak 8.861 remaja putri diketahui mengalami anemia sepanjang tahun 2024. 

"Mereka lebih suka jajan daripada mengonsumsi makanan bergizi," ujar dr. Nurmala Hasanah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Karawang, Rabu (15/1), dilansir dari Pikiran Rakyat. 

"Seringnya mengonsumsi mie bakso dan seblak, ditambah dengan menstruasi yang terlalu banyak, menyebabkan kekurangan asupan nutrisi dan serat," tambah dr. Nurmala. 

Dari total kasus anemia di Karawang, dinkes setempat menemukan bahwa tingkat keparahan anemia pada remaja putri bervariasi. 

Rinciannya, sebanyak 346 remaja mengalami anemia berat, 3.268 anemia sedang, dan 5.247 anemia ringan.

PENANGANAN ANEMIA

Melansir Mayo Clinic, anemia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat yang mengganggu kemampuan tubuh untuk mengantarkan oksigen ke jaringan. 

Hal ini menyebabkan gejala seperti kelelahan, lemah, kulit pucat, sesak napas, hingga pusing.

Untuk mengatasi tingginya angka anemia di kalangan remaja putri, Dinas Kesehatan Karawang menjalankan program Gerakan Remaja Sehat, Keren, dan Cerdas (Gres Kece). 

Program ini melibatkan pemberian tablet tambah darah yang didistribusikan langsung ke sekolah-sekolah di Karawang, menurut laporan Asumsi. 

"Remaja putri yang tidak mengalami anemia diberikan satu tablet per minggu. Untuk anemia ringan, satu tablet per hari, anemia sedang dua tablet per hari, sementara kasus anemia berat dirujuk ke rumah sakit," jelas dr. Nurmala.

Ilustrasi kepingan sel darah merah. Kekurangan sel darah merah sehat dapat menyebabkan seseorang menderita anemia. (Foto: iStock/ismagilov)

Menurut situs web kesehatan Healthline, jenis anemia yang paling sering terjadi adalah anemia defisiensi zat besi, terjadi ketika tubuh kekurangan zat besi untuk memproduksi hemoglobin—protein penting dalam sel darah merah. 

Selain itu, ada pula anemia defisiensi vitamin B12, anemia defisiensi asam folat, dan anemia yang terkait dengan penyakit kronis.

Gejala umum anemia sering kali disepelekan, seperti kelelahan yang terus-menerus, kulit pucat, sesak napas, dan pusing. 

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi fungsi jantung dan kesehatan secara keseluruhan.

Ilustrasi makanan sehat bernutrisi tinggi. (Photo: iStock/fcafotodigital)

PENTINGNYA POLA MAKAN SEHAT

Selain distribusi tablet, Dinkes Karawang juga gencar mengedukasi para remaja tentang pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang. 

Makanan kaya zat besi seperti daging merah, bayam, dan sereal yang diperkaya, serta sumber vitamin B12 dan asam folat, ditekankan sebagai cara untuk mencegah anemia.

Upaya Dinkes Karawang menunjukkan hasil yang positif. Persentase remaja putri yang mengalami anemia di Karawang menurun dari 47% pada 2022 menjadi 33,3% di 2023, dan 26,77% di 2024.

"Pada 2025, kami akan melatih kader kesehatan remaja agar dapat mengkampanyekan program bebas anemia lebih luas lagi," pungkas dr. Nurmala.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan