Dituding pesugihan di Gunung Kawi, ini jawaban Sarwendah
Ibu tiga anak itu kini sedang mempertimbangkan ranah hukum terhadap sang penyebar fitnah.
Sarwendah dalam salah satu unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/@sarwendah29)
Penyanyi Sarwendah belakangan ini dikaitkan dengan isu pesugihan di kawasan Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur. Rumor yang viral di media sosial itu mencuat usai beredarnya video unggahan Pesulap Merah yang memperlihatkan wawancara dengan seorang juru kunci setempat.
Dalam video itu, sang kuncen menyebut sejumlah nama publik figur hingga tokoh terkenal yang diklaim pernah datang ke Gunung Kawi untuk menjalani ritual tertentu. Nama Sarwendah ikut terseret bersama beberapa nama lain seperti Itje Trisnawati dan Pance Pondaag.
Viralnya video tersebut langsung memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet. Bahkan, sebagian netizen mengaitkan isu itu dengan kondisi kesehatan Ruben Onsu.
Menanggapi kabar yang beredar, Sarwendah melalui tim kuasa hukumnya langsung memberikan klarifikasi dan membantah keras tudingan tersebut.
"Klien kami menolak tegas framing terhadap klien kami terkait pesugihan ini dilakukan oleh klien kami," kata kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, Senin (18/5), dikutip dari Detik.
Kuasa hukum Sarwendah lainnya, Abraham Simon, menjelaskan bahwa kliennya memang pernah datang ke Gunung Kawi. Namun, kunjungan itu disebut bukan untuk menjalani ritual mistis, melainkan keperluan syuting konten bertema horor.
"Perlu kami luruskan bahwa yang terjadi adalah sebenarnya pada saat itu, sudah cukup lama, kira-kira 2021-2022 lah. Jadi pada saat itu memang ada syuting podcast Kakak Beradik," kata Abraham Simon.
Menurut Abraham, konsep program yang dibuat saat itu memang mengangkat nuansa horor sehingga proses pengambilan gambar dilakukan di beberapa lokasi yang dikenal mistis atau dianggap sakral.
Ia juga menegaskan Sarwendah tidak datang sendiri. Mantan personel Cherrybelle itu disebut hadir bersama Jordi Onsu dan seluruh kru produksi.
"Podcast, jadi memang temanya horor begitu. Jadi memang ada pengambilan gambar dan video di sana. Jelas-jelas begitu. Jadi, ya, ini pemberitaan-pemberitaan yang sebenarnya mungkin niatnya menghibur begitu, ya, awalnya, mencari sensasi, tapi dengan viral seperti ini cukup merugikan klien kami namanya disebut-sebut. Ini, kan, fitnah berarti ya," tegas Abraham Simon.
Chris Sam Siwu juga menilai tudingan pesugihan bertentangan dengan keseharian Sarwendah yang dikenal aktif bekerja.
"Klien kami ini kalau dibilang pesugihan, itu bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh klien kami. Klien kami itu kalau bisa dilihat dia bekerja dari pagi sampai malam, pagi sampai malam. Bertolak belakang dengan pesugihan. Pesugihan orang enggak usah kerja tiba-tiba datang semua itu sendiri uangnya. Nah, ini jauh," terang Chris Sam Siwu, dikutip dari Tribunnews.
Pihak kuasa hukum mengaku saat ini masih mempelajari video-video yang beredar untuk menentukan langkah selanjutnya. Mereka juga mempertimbangkan kemungkinan somasi hingga jalur hukum apabila ditemukan unsur pencemaran nama baik.
"Kita akan pelajari nanti kalau memang ada kaitannya dengan pencemaran kita akan mungkin coba somasi dulu, kita duduk bersama dulu ya. Kalau memang tidak sengaja, ya, kita maafkan ya. Tapi kalau memang sudah sebuah kesengajaan, ya, pasti kita akan laporkan," tutur Chris.
Chris juga menegaskan pihaknya belum ingin terburu-buru mengambil kesimpulan terhadap para pembuat konten yang ikut menyebarkan narasi tersebut.
"Kalau memang video ini disebarkan atau memang di-framing menjelekkan nama baik klien kami, kami pasti akan lakukan upaya hukum seperti yang sebelum-sebelumnya. Ya, jadi kita akan pelajari dulu terkait video yang beredar," pungkas Chris Sam Siwu.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.