Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Film The Devil Wears Prada 2 terancam diboikot imbas tudingan rasis

Sekuel film legendaris yang dibintangi Meryl Streep dan Anne Hathaway ini disebut menggambarkan seorang karakter dengan stereotipe rasis.

Film The Devil Wears Prada 2 terancam diboikot imbas tudingan rasis

Potongan adegan dalam film The Devil Wears Prada 2 memperlihatkan akting bintang utama Anne Hathaway dengan seorang karakter asal China. (Foto: Dok. Walt Disney)

Ramai seruan boikot terhadap The Devil Wears Prada 2 menjelang perilisannya pekan depan, setelah para kritikus menilai film ini menggambarkan karakter asal China dengan stereotipe yang rasis.

Menurut laporan berbagai media China pada hari Rabu (22/4), karakter yang menjadi pusat kontroversi rasisme ini adalah Qin Zhou, yang diperankan oleh aktor keturunan Tionghoa-Amerika, Helen J. Shen.

Karakter tersebut, yang dikisahkan sebagai asisten dari Andrea Sachs (Anne Hathaway), memicu amarah netizen China karena namanya dianggap sangat mirip dengan "ching chong", ejekan rasis yang secara historis digunakan di negara-negara Barat untuk menghina warga Tiongkok.

"'Ching Chong' merupakan ejekan rasis simbolis yang secara historis digunakan di Barat untuk mengejek pekerja imigran China pada abad ke-19," tulis media Hong Kong, Oriental Daily News.

"Hal ini menyiratkan penghinaan dan rasa tidak nyaman terhadap aksen serta intonasi bahasa China," lanjut tulisan itu.

Selain soal nama, penggambaran karakter Qin Zhou di film tersebut juga ikut kena semprot. Ia digambarkan sering memakai kemeja kotak-kotak dan kacamata, berani mengkritik atasannya secara terbuka di depan umum, serta bertingkah sok penting.

Kritik pun bermunculan bahwa karakter ini memperkuat stereotipe Barat bahwa orang China mungkin unggul secara akademis, namun lemah dalam keterampilan sosial.

Kemarahan ini memicu seruan boikot yang viral di media sosial dan forum online di China. Beberapa pengguna internet dengan tajam mempertanyakan mengapa pembuat film memilih nama Qin Zhou, nama yang jelas-jelas akan memicu kontroversi, dari sekian banyak pilihan nama yang ada.

Sementara itu, netizen lainnya berkomentar sinis bahwa sangat tidak masuk akal jika seorang asisten di majalah fashion ternama berpakaian seperti itu.

Media Hong Kong lainnya, Sing Tao Daily, menulis bahwa kontroversi rasisme ini bisa berdampak negatif terhadap reputasi sekaligus keuntungan komersial film yang juga dibintangi oleh aktris legendaris Hollywood, Meryl Streep ini.

Film The Devil Wears Prada akan tayang di bioskop Indonesia mulai 29 April 2026. 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan