Skip to main content
Iklan

Lifestyle

David Beckham buka suara soal konflik dengan Brooklyn: 'Anak boleh bikin salah'

Menanggapi pengakuan Brooklyn, David menyinggung soal anak-anaknya yang pernah "membuat kesalahan" di medsos.

David Beckham buka suara soal konflik dengan Brooklyn: 'Anak boleh bikin salah'

Pesepak bola dan co-owner Inter Miami dan Mitra Authentic Brands Group, David Beckham, pada Forum Ekonomi Dunia (WEF) ke-56 di Davos, Swiss, pada 20 Januari 2026. (Foto: REUTERS/Denis Balibouse)

David Beckham akhirnya buka suara setelah putranya, Brooklyn Beckham, meluapkan unek-unek lewat Instagram Stories. Dalam unggahan tersebut, Brooklyn mengaku tak ingin berdamai dengan keluarganya yang kerap merendahkan istrinya, Nicola Peltz, dan selalu mengutamakan citra keluarga harmonis di media sosial, yang ia sebut sebagai Brand Beckham.

Pada Senin malam (19/1), Brooklyn mengaku kali ini ia terpaksa buka suara setelah memendam konflik terlalu lama. Ia juga merasa "bebas" dari keluarganya sendiri, yang telah lama menyebabkan kecemasan terpendam baginya. 

Tak lama setelah unggahan Brooklyn tersebut, David Beckham tengah berada di World Economic Forum ke-56 di Davos, Swiss, muncul di program finansial CNBC, Squawk Box. Dalam wawancara itu, David menyinggung soal anak-anaknya yang juga terdiri dari Romeo (23 tahun), Cruz (20 tahun), dan Harper (14 tahun), yang menurutnya pernah "membuat kesalahan" di media sosial.

"Aku selalu bicara soal media sosial dan kekuatan media sosial. Untuk hal baik maupun buruk. Apa yang bisa diakses anak-anak sekarang, itu bisa berbahaya," ujar mantan pesepak bola untuk Real Madrid dan Manchester United itu.

"Tapi dari pengalamanku sendiri, terutama dengan anak-anakku juga, gunakan media sosial untuk alasan yang tepat. Aku bisa menggunakan platformku dan para pengikutku untuk UNICEF," ujar pria yang kini berusia 50 tahun itu.

"Dan itu jadi alat terbesar untuk bikin orang sadar tentang apa yang sedang terjadi di seluruh dunia untuk anak-anak," kata suami dari Victoria Beckham itu.

"Dan aku mencoba melakukan hal yang sama dengan anak-anakku, untuk mendidik mereka. Mereka membuat kesalahan, tapi anak-anak boleh bikin kesalahan. Dari situlah mereka belajar. Itu yang aku coba ajarkan ke anak-anakku."

"Kadang kamu juga harus membiarkan mereka melakukan kesalahan-kesalahan itu," tuturnya.

Brooklyn Peltz Beckham (kiri) dan istrinya, Nicola Peltz (kanan). (Foto: Reuters)

Dalam curhatannya di Instagram, Brooklyn menuduh orang tuanya berusaha mengendalikan narasi publik terkait masalah antara dirinya dan sang istri.

Keretakan Brooklyn dengan keluarga Beckham tampaknya mulai terjadi setelah ia menikah dengan aktris Nicola Peltz Beckham (31 tahun), pada 2022.

Brooklyn mengatakan bahwa "istriku sudah berkali-kali direndahkan oleh keluargaku" dan bahkan menuduh ibunya, Victoria Beckham, merebut momen dansa pertama di pernikahannya dengan Peltz.

"Ibuku membajak dance pertamaku dengan istriku, yang sudah direncanakan berminggu-minggu sebelumnya dengan lagu cinta romantis."

"Di depan 500 tamu pernikahan kami, Marc Anthony memanggilku ke atas panggung, yang dalam susunan acara seharusnya menjadi dance romantisku bersama istriku, tetapi justru ibuku sudah menunggu di sana untuk menari denganku."

"Ia menari dengan sangat tidak pantas di hadapanku di depan semua orang. Aku belum pernah merasa sekaku, senyaman, dan sehina itu sepanjang hidupku."

"Kami ingin memperbarui janji pernikahan agar bisa menciptakan kenangan baru tentang hari pernikahan yang membawa kebahagiaan dan ketenangan, bukan kecemasan dan rasa malu."

Dalam unggahan story-nya, Brooklyn menegaskan bahwa ia, Nicola, dan "keluarga masa depan" mereka hanya menginginkan "kedamaian, privasi, dan kebahagiaan".

"Narasi bahwa istriku mengendalikanku sepenuhnya salah. Aku dikendalikan oleh orang tuaku hampir sepanjang hidupku," ujarnya.

"Aku tumbuh dengan kecemasan yang luar biasa. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, sejak menjauh dari keluargaku, kecemasan itu menghilang. Aku bangun setiap pagi dengan rasa syukur atas hidup yang kupilih, dan menemukan kedamaian serta kelegaan," tuturnya.

"Aku dan istriku tak menginginkan hidup yang dibentuk oleh citra, pers, atau manipulasi. Yang kami inginkan hanyalah kedamaian, privasi, dan kebahagiaan untuk kami dan keluarga kami di masa depan," pungkasnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan