Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Cynthia Erivo soal pasang badan buat Ariana Grande: 'Kita sudah seperti kakak-adik'

"Film ini memberi kita kesempatan buat bertumbuh, sebagai manusia, teman, kakak-adik," ujar Erivo, sementara Ariana mengangguk setuju sembari menitikkan air mata terharu.

Cynthia Erivo soal pasang badan buat Ariana Grande: 'Kita sudah seperti kakak-adik'

Aktris Cynthia Erivo melindungi rekan mainnya di film Wicked: For Good, Ariana Grande, dari Johnson Wen, seorang pengacau yang menyergap Ariana di premiere film di Universal Studios Singapura pada 13 November 2025. (Screengrab: TikTok/@galafr)

Bintang film Wicked: For Good, Cynthia Erivo, menuai pujian netizen karena secara cepat refleks melindungi rekan mainnya, Ariana Grande, yang diserang seorang fans nekat di pemutaran perdana film Wicked di Singapura. Bagi Erivo, Ariana sudah seperti adiknya sendiri.

Insiden penyerangan terhadap Grande terjadi saat keduanya menghadiri gelaran Karpet Kuning dalam pemutaran perdana film Wicked: For Good di Universal Studios Singapore (USS), Singapura, pada Kamis malam (13/11). Pria asal Australia bernama Johnson Wen, tiba-tiba nekat menerabas barikade keamaan dan langsung berlari ke arah Ariana

Wen melingkarkan lengannya di leher Ariana sembari melompat-lompat, membuat penyanyi bertubuh mungil itu terkejut hingga tak mampu berbuat apa-pun. Dalam hitungan detik, Erivo langsung melindungi Ariana dan mendorong Wen menjauh.

Saat video insiden itu viral, warganet langsung memuji keberanian dan refleks cepat Erivo. Banyak yang mengagumi instingnya untuk secara cepat melindungi Ariana.

"Cynthia itu seperti kakak yang selalu siap melindungi. Lihat ototnya! Sebagai orang yang biasanya freeze di situasi kayak gitu, aku salut banget sama orang yang bisa langsung bertindak," tulis salah satu komentar yang juga menyinggung kekuatan fisik Erivo.

Menanggapi hal itu, Erivo menyinggung bahwa persahabatannya dengan Ariana membuat hubungan keduanya sangat dekat, sudah seperti kakak dan adik.

Dalam proses pembuatan film ini, keduanya sudah melalui banyak hal. "Dan kita udah lewatin banyak hal, dalam hidup kita, dalam kerja sehari-hari," kata Erivo, saat sesi tanya-jawab tentang film ini di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Minggu (16/11).

"Maksudku, banyak hal yang sangat tidak menyenangkan. Contohnya saja, minggu lalu itu. Jujur aja. Demi Tuhan, kita benar-benar harus hadapi banyak hal," lanjutnya, sementara Ariana yang berada di sampingnya terlihat mengangguk setuju.

Erivo kemudian berbicara tentang arti mendalam dari proyek film Wicked. "Film ini memberi kita kesempatan buat bertumbuh, sebagai manusia, teman, kakak-adik, seniman, dan aktris, lebih dari sekadar soal gaun dan makeup. Itu hal yang bikin karya ini istimewa," tambah Erivo, sementara Ariana bahkah mulai terlihat menitikkan air mata karena terharu.

Ketika moderator acara menanyakan bagaimana peran Elphaba mengubah dirinya, aktris asal Inggris berusia 38 tahun itu memuji rekan-rekannya di film tersebut. Erivo menyebut penyanyi berusia 32 tahun itu sebagai "rekan kerja yang sudah seperti adik sendiri".

Erivo kemudian menjelaskan bagaimana dampak film itu juga terasa bagi penontonnya. "Yang lebih luar biasa lagi adalah ketika orang-orang bisa melihat diri mereka di film ini, dalam karakter-karakter ini, dan sekarang mereka merasa aman," ujar Erivo. "Buat aku, itu puncak tertinggi dari semua karya yang pernah aku lakukan."

Sambil menatap Ariana, Erivo menambahkan, "Dan aku bersyukur banget karena untuk bisa mencapai itu, aku beradu peran dengan orang di sebelahku ini."

Sementara itu, Johnson Wen, fans yang nekat menyerang Ariana, didakwa di pengadilan dengan tuduhan mengganggu ketertiban umum. Tuduhan ini bisa berujung pada hukuman penjara hingga tiga bulan, atau denda maksimum SG$2.000 (sekitar Rp25 juta), atau keduanya.

Wicked: For Good merupakan sekuel dari Wicked, adaptasi film dari musikal Broadway legendaris berjudul sama, yang menceritakan kisah persahabatan antara Elphaba (Cynthia Erivo), penyihir hijau yang sering disalahpahami, dan Glinda (Ariana Grande), penyihir baik yang populer. 

Film arahan sutradara Jon M. Chu ini menggali asal-usul dua penyihir tersebut dan bagaimana perbedaan, ambisi, serta nasib membuat mereka menempuh jalan hidup yang berlawanan.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/ps/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan