Cha Eun-woo sudah bayar lunas pajak, tapi posisinya di militer dipertanyakan
Kontroversi yang menyeret idol boy group Astro ini belum sepenuhnya mereda, karena kini perhatian publik bergeser ke posisinya saat menjalani wajib militer.
Penyanyi dan aktor asal Korea Selatan, Cha Eun-woo meminta maaf atas kontroversi pajak yang baru-baru ini mencuat dan kini sudah membayarnya lunas. (Foto: Instagram/@eunwo.o_c)
Penyanyi dan aktor Cha Eun-woo kini menghadapi masalah baru di tengah upayanya meredam polemik dugaan penghindaran pajak yang diperkirakan mencapai 20 miliar won (sekitar Rp229 miliar). Meskipun mengaku sudah melunasi semuanya, petisi publik kini menyoroti perannya di marching band militer Korea Selatan.
Pada Rabu (8/4), member grup K-pop Astro tersebut mengunggah gambar hitam kosong di Instagram, disertai pernyataan panjang yang ditulis dalam bahasa Korea. Media lokal The Chosun Daily melaporkan pada 9 April bahwa jumlah akhir yang dibayarkan mencapai 13 miliar won (Rp160 miliar).
Aktor berusia 29 tahun itu menyampaikan permintaan maaf dengan menulis: "Aku dengan tulus meminta maaf kepada para penggemar dan banyak pihak atas kekecewaan dan kebingungan yang disebabkan oleh kontroversi pajak baru-baru ini."
Ia menambahkan bahwa karena "berbagai prosedur administratif", dirinya harus "berhati-hati" dalam menyampaikan pendapat, sekaligus menjelaskan keterlambatannya untuk berbicara secara publik.
Terkait hal tersebut, Cha mengatakan: "Aku menghormati prosedur dan hasil dari National Tax Service, serta untuk mencegah kebingungan lebih lanjut, aku telah membayar semua pajak yang terkait. Aku juga akan menjalani sisa prosedur dengan sungguh-sungguh."
Ia juga mengakui tanggung jawabnya dengan mengatakan: "Jika ada bagian yang tidak aku tinjau secara menyeluruh, maka tanggung jawab sepenuhnya ada pada aku. Aku tak akan menghindar dari kesalahan dengan mengatakan, 'aku tak tahu' atau 'itu keputusan orang lain'."
Cha juga sempat menyinggung pembentukan sebuah perusahaan yang sebelumnya disebut dalam laporan terkait kasus ini. Perusahaan itu disebut hanya terdiri dari satu orang yang didirikan pada 2019.
Laporan menyebutkan bahwa perusahaan itu terkait dengan pengelolaan dan perpajakan pendapatannya.
"Dalam periode perubahan dan kebingungan dalam berbagai aktivitasku, aku mendirikan sebuah perusahaan untuk menstabilkan karier. Saat melihat kembali, ada bagian yang tidak aku tinjau secara menyeluruh, dan tanggung jawabnya ada pada aku, bukan keluarga atau perusahaan aku," ujar Cha.
Ia menutup pernyataannya dengan kembali meminta maaf kepada para penggemar, serta menambahkan bahwa ia akan menerapkan standar yang lebih ketat dalam mengelola aktivitasnya ke depan.
PETISI POSISI CHA DI MILITER
Namun, di tengah upaya Cha meredam polemik, muncul sebuah petisi publik yang meminta Kementerian Pertahanan Nasional Korea Selatan mengevaluasi kembali posisi Cha di marching band militer. Cha saat ini memang tengah menjalani dinas wajib militer.
Petisi ini muncul hanya sehari setelah Cha mengonfirmasi pelunasan pajaknya dan meminta maaf.
Meski sudah ada permintaan maaf, pemohon petisi yang tidak disebutkan namanya itu berpendapat peran Cha di marching band militer, unit yang kerap terlibat dalam pertunjukan publik dan acara promosi, seharusnya dipertimbangkan ulang.
"Seorang prajurit yang menjalankan peran yang sangat representatif dan sering terekspos ke publik seharusnya menjalani peninjauan ulang penempatan, dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kepercayaan publik, simbolisme, dan moral militer," tulis pemohon petisi itu, dikutip dari The Korea Times.
Pemohon petisi juga menambahkan bahwa mempertahankan posisi Cha di marching band militer tanpa evaluasi usai adanya kontroversi ini dapat menyebabkan "rasa ketidakadilan dan penurunan moral" di antara anggota militer lainnya.
"[Marching] band militer, tidak seperti peran internal, secara langsung memengaruhi persepsi publik dan kredibilitas institusi," ujar sang pemohon.
Cha sebelumnya diselidiki oleh Divisi Investigasi 4 Kantor Pajak Regional Seoul, unit yang biasanya menangani kasus pajak besar, pada Juli 2025 sebelum ia menjalani wajib militer.
Ia kemudian diberitahu terkait denda tambahan yang melebihi 20 miliar won, termasuk pajak penghasilan tambahan.
Setelah kontroversi tersebut, sejumlah brand, termasuk perusahaan skincare Abib dan Shinhan Bank, menghapus Cha dari materi promosi mereka.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.