Kulitmu oily, dry atau normal? Ini cara mudah tahu tipe kulit biar skincare-mu enggak boncos
Pakai skincare mahal belum tentu efektif kalau kamu belum tahu tipe kulitmu sendiri. Yuk, kenali ciri dan cara mengetahuinya langsung dari dokter kulit.
Ilustrasi perempuan mengaplikasikan krim perawatan kulit atau skincare. (Foto: iStock/Prostock-Studio)
Tidak bisa dipungkiri, rutinitas skincare yang konsisten adalah kunci untuk kulit sehat. Tapi untuk itu, memahami tipe kulit sendiri adalah langkah pertama yang penting, bahkan bisa dibilang sama pentingnya dengan tahu tipe kepribadian MBTI kamu.
"Mengetahui tipe kulit adalah langkah pertama untuk mengoptimalkan rutinitas skincare," kata dr. Stephanie Ho, dokter kulit (dermatolog) sekaligus direktur medis di Stephanie Ho Dermatology Singapura.
"Ketika kamu memahami bagaimana kulitmu bekerja, kamu bisa menghindari penggunaan produk berlebihan, mengurangi iritasi, dan lebih fokus menangani masalah kulit spesifikmu," jelas dr. Kelvin Chua, dokter estetika dan direktur medis di SL Aesthetic Clinic, Singapura.
Selain itu, hal ini juga bisa membantu mencegah masalah kulit. Produk berbasis minyak pada kulit berminyak bisa memperburuk jerawat, sementara penggunaan BHA dan AHA yang tidak tepat pada kulit sensitif bisa menyebabkan dermatitis kontak atau memperparah eksim, tambah dr. Ho.
FAKTOR PENENTU TIPE KULIT
Biasanya, tipe kulit dibagi menjadi beberapa kategori: normal, berminyak, kering, kombinasi, dan sensitif.
Faktor genetik adalah penentu utama tipe kulit, kata dr. Chua.
"Kamu terlahir dengan kecenderungan terhadap tipe kulit tertentu (normal, berminyak, atau kering)," tambah dr. Ho.
Namun, selain faktor genetik, hal-hal seperti lingkungan, usia, hormon, dan gaya hidup juga berpengaruh pada kondisi kulit.
Menurut dr. Ho, perubahan hormon saat pubertas, menstruasi, kehamilan, dan menopause bisa memengaruhi produksi minyak dan sensitivitas kulit.
Selain itu, iklim, polusi, dan paparan sinar matahari bisa merusak lapisan pelindung kulit. Pola makan, stres, merokok, dan konsumsi alkohol juga bisa mempercepat penuaan kulit.
Berikut tips untuk cari tahu tipe kulitmu beserta skincare yang tepat!
CARA MUDAH TAHU TIPE KULIT
1. METODE BARE-FACE
Langkah 1: Cuci wajah dan keringkan dengan handuk lembut.
Langkah 2: Tunggu 30 menit hingga 1 jam tanpa mengaplikasikan produk apa pun.
Langkah 3: Perhatikan kondisi kulitmu. Jika tampak mengilap, berarti kulitmu berminyak. Jika terasa kencang, berarti kering. Jika muncul kemerahan atau rasa tidak nyaman bahkan tanpa produk, berarti kulitmu sensitif.
2. METODE BLOTTING SHEET
Langkah 1: Lakukan langkah 1 dan 2 dari metode bare-face.
Langkah 2: Tekan lembut kertas minyak atau tisu tipis pada area wajah seperti dahi, hidung, pipi, dan dagu.
Langkah 3: Lihat hasilnya di bawah cahaya. Jika kertas penuh minyak dari semua area, kulitmu berminyak. Jika hampir tidak ada minyak, berarti kering. Jika hanya area T-zone yang berminyak tapi pipi tidak, berarti kombinasi.
3. BAUMANN SKIN TYPE INDICATOR (BSTI)
Mirip seperti tes MBTI tapi ini untuk kulitmu. Tes ini bertujuan mengidentifikasi empat atribut utama: kering (D) atau berminyak (O), sensitif (S) atau tahan (R), berpigmen (P) atau tidak (N), dan mudah berkerut (W) atau kencang (T).
Tes ini dilakukan lewat kuesioner online yang kemudian mengkategorikan kulit ke dalam 16 tipe berbeda.
Karena setiap tipe kulit Baumann berhubungan dengan masalah dermatologi yang spesifik, hasilnya bisa membantu menentukan perawatan dan pencegahan yang paling sesuai, jelas dr. Ho.
Beberapa tipe umum dalam BSTI antara lain:
- DRPW (dry, resistant, pigmented, wrinkles) — biasanya punya riwayat paparan sinar matahari, garis halus, dan kerutan
- OSNT (oily, sensitive, non-pigmented, tight) — lebih rentan berjerawat karena sifatnya yang berminyak dan sensitif
- OSPW (oily, sensitive, pigmented, wrinkles) — tipe yang umum pada kulit Asia, cenderung mengalami jerawat, hiperpigmentasi, flek pasca jerawat, dan tanda-tanda penuaan akibat sinar matahari.
Namun, karena kondisi kulit bisa berubah seiring usia, dr. Chua menyarankan untuk memeriksa ulang tipe kulit secara berkala, misalnya di akhir usia 20-an ketika stres meningkat, atau di usia 40-an saat produksi minyak alami mulai menurun, atau kapan pun saat kulit terasa berbeda.
BEDA TIPE KULIT, BEDA KEBUTUHANNYA
1. KULIT BERMINYAK
Ciri-ciri: Tampak mengilap, terutama di area T-zone (dahi, hidung, pipi, dan dagu), dengan pori-pori besar dan mudah terlihat. Kulit cenderung muncul komedo dan jerawat.
Fokus pada: Produk bebas minyak, non-komedogenik (tidak menyumbat pori), ringan, dan memberikan efek matte.
Cari bahan: Asam salisilat untuk membuka pori dan mengurangi jerawat, niacinamide untuk mengontrol produksi sebum, mengurangi peradangan, dan memperkuat skin barrier.
2. KULIT KERING
Ciri-ciri: Kulit terasa kencang terutama setelah mencuci wajah, tampak kusam, kasar, atau bersisik, dan garis halus lebih terlihat karena kurang kelembapan. Juga rentan kemerahan, gatal, dan iritasi.
Fokus pada: Produk yang melembapkan dan memperkuat skin barrier.
Cari bahan: Asam hialuronat untuk hidrasi intens, ceramide untuk memperkuat pelindung kulit, squalane untuk menjaga kelembapan, dan urea untuk mengikat air serta mengelupas lembut kulit kering.
3. KULIT KOMBINASI
Ciri-ciri: Berminyak di area T-zone yang bisa menyebabkan jerawat, tapi normal hingga kering di bagian pipi.
Fokus pada: Gunakan produk berbeda untuk area berbeda: pelembap ringan untuk T-zone, sementara yang lebih rich untuk pipi.
Cari bahan: Niacinamide untuk menyeimbangkan produksi minyak, asam hialuronat untuk hidrasi tanpa membuat kulit berminyak, dan PHA atau BHA untuk eksfoliasi lembut serta mencegah jerawat.
4. KULIT NORMAL
Ciri-ciri: Seimbang, tidak terlalu berminyak dan tidak terlalu kering, dengan tekstur halus.
Fokus pada: Menjaga keseimbangan dengan pembersih lembut, serum hidrasi ringan, dan pelembap ringan.
Cari bahan: Antioksidan seperti vitamin C dan E untuk melindungi dari polusi, asam hialuronat untuk hidrasi ringan, dan peptida untuk memperbaiki kulit serta mendukung kolagen dan elastin.
5. KULIT SENSITIF
Ciri-ciri: Mudah memerah, terasa gatal, terbakar, atau perih. Juga mudah bereaksi terhadap bahan aktif, wewangian, atau faktor lingkungan dan stres.
"Kulit sensitif tidak berdiri sendiri; kamu bisa saja punya kulit kering dan sensitif, atau berminyak dan sensitif," ujar dr. Ho. Ini membuat perawatan kulit jadi lebih kompleks karena kamu harus menangani dua hal sekaligus: tipe kulit dan sensitivitasnya.
Dan karena kulit sensitif biasanya punya skin barrier yang lemah, ia juga lebih rentan terhadap kondisi seperti eksim dan rosacea, kata dr. Chua. Itulah sebabnya kulit sensitif butuh perawatan lembut ekstra karena mudah terpicu dan mengalami flare-up.
Fokus pada: Produk yang lembut, bebas pewangi dan alkohol, serta memperbaiki skin barrier.
Cari bahan: Ceramide untuk memperkuat pelindung kulit, ekstrak centella asiatica untuk mengurangi kemerahan, ekstrak oatmeal untuk menenangkan dan meredakan gatal, serta allantoin untuk membantu penyembuhan kulit.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.