Calo tiket konser SEVENTEEN dipenjara, keuntungan ilegal Rp13,24 miliar disita
Para calo divonis satu tahun 8 bulan penjara, sementara penyelidikan terhadap calo di luar negeri juga masih dilakukan.
Grup K-pop SEVENTEEN dalam salah satu sesi pemotretan mereka. (Foto: Dok. PLEDIS Entertainment)
Agensi yang menaungi grup K-pop SEVENTEEN, PLEDIS Entertainment, makin serius memberantas praktik calo yang mengambil keuntungan dari tingginya permintaan tiket konser SEVENTEEN. Sejumlah calo kini dijatuhi hukuman penjara hingga lebih dari setahun, sementara keuntungan mereka yang mencapai lebih dari 1 miliar KRW (sekitar Rp13,24 miliar) disita pengadilan Korea Selatan.
"Kami telah bekerja sama dengan pihak berwenang yang melakukan penyelidikan untuk memastikan penangkapan dan pemberian hukuman terhadap para calo profesional yang secara ilegal memperjualbelikan tiket pertunjukan artis-artis kami," bunyi pernyataan yang dirilis PLEDIS Entertainment pekan ini, dikutip dari Allkpop.
Sejumlah calo kini telah dijatuhi hukuman satu tahun delapan bulan penjara, sementara yang lainnya dijatuhi hukuman satu tahun empat bulan penjara.
PLEDIS menambahkan, "Penyelidikan terhadap calo profesional lainnya saat ini masih berlangsung, khususnya mereka yang berbasis di luar negeri," sekaligus menegaskan bahwa agensi tersebut "akan terus mengambil tindakan tegas tanpa memberikan kelonggaran terhadap para calo profesional yang memperjualbelikan tiket secara ilegal."
Pada Maret 2026, PLEDIS mengumumkan bahwa sekelompok calo yang menggunakan program makro untuk memperoleh keuntungan secara ilegal sekitar 7 miliar KRW (sekitar Rp93 miliar) telah ditangkap oleh polisi.
Saat itu, agensi turut bekerja sama dalam penyelidikan dengan menyerahkan bukti terkait transaksi tiket ilegal kepada pihak berwenang di Korea Selatan.
Agensi juga terus mengambil sikap tegas dalam melindungi hak-hak artis K-pop di bawah naungannya. PLEDIS mendokumentasikan berbagai pelanggaran hak melalui sistem pemantauan real-time miliknya sendiri dan berencana untuk mempertahankan melaporkan para penyebar informasi palsu, penghinaan, komentar merendahkan mengenai penampilan atau kewarganegaraan, serta ungkapan yang bersifat mengejek dan penuh kebencian terhadap artisnya, sesuai dengan hukum yang berlaku di Korsel.
Mulai Oktober 2026, hanya lima dari 13 member SEVENTEEN yang akan aktif, yakni Jeonghan, leader S.Coups yang dibebaskan dari wajib militer, serta tiga member asing, The8, Jun, dan Joshua.
Absennya sebagian besar member menjadi perubahan besar bagi SEVENTEEN yang sejak debut identik dengan penampilan lengkap 13 member.
Meski begitu, aktivitas individu dan unit akan tetap berjalan selama periode wajib militer. Pada Oktober 2026, misalnya, Jeonghan dan Joshua dijadwalkan membentuk unit ketujuh SEVENTEEN.
"SEVENTEEN menunjukkan kemampuan dan individualitas masing-masing member dengan lebih jelas melalui berbagai aktivitas unit dan individu," bunyi pernyataan PLEDIS Entertainment, dikutip dari The Korea Times.
"Ini bukan sekadar untuk mengisi kekosongan akibat absennya grup. Hal ini akan menjadi kesempatan untuk memperluas spektrum musik SEVENTEEN sekaligus memberikan warna dan pengalaman baru kepada para penggemar," lanjut pernyataan tersebut.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.