Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Tangis Bunga Zainal terjerat investasi bodong: bohongi suami, Rp15 miliar melayang

Bukan hanya Bunga, suaminya, Sukhdev Singh, juga terlibat dalam investasi bodong ini secara bertahap sejak tahun 2022 hingga 2024, setelah dibujuk oleh teman-temannya. 

Tangis Bunga Zainal terjerat investasi bodong: bohongi suami, Rp15 miliar melayang

Pesinetron Bunga Zainal dan suaminya, Sukhdev Singh. (Foto: Instagram/@bungazainal05)

29 Aug 2024 07:35PM (Diperbarui: 29 Aug 2024 07:36PM)

Pesinetron Bunga Zainal tengah menghadapi duka mendalam setelah menjadi korban penipuan investasi bodong yang dilakukan oleh dua teman dekatnya, berinisial CD dan SFS. Akibat kejadian ini, Bunga harus menelan kerugian finansial yang sangat besar, mencapai Rp15 miliar.

Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (29/8/2024), Bunga mengungkapkan bahwa hubungan pertemanan dengan kedua pelaku dimulai pada tahun 2020. 

Saat itu, CD dan SFS dikenal sebagai pebisnis di bidang katering dan properti. Kedekatan mereka berujung pada ajakan untuk berinvestasi dalam proyek pengadaan yang mereka kelola.

Bunga, yang awalnya percaya dengan tawaran tersebut, mulai berinvestasi secara bertahap sejak tahun 2022 hingga 2024. 

"Kedekatan dan aktivitas intens tersebut kemudian dimanfaatkan para terlapor untuk mengajak saya berinvestasi pada proyek pengadaan. Saya kemudian menyetujui untuk berinvestasi dengan mengirimkan uang secara bertahap dari tahun 2022 hingga 2024," jelasnya, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (29/8).

Kepercayaan yang tumbuh membuat Bunga terus menambah jumlah investasi, hingga total mencapai Rp6,2 miliar.

Bukan hanya Bunga, suaminya, Sukhdev Singh, juga terlibat dalam investasi ini setelah dibujuk oleh Bunga yang mengikuti arahan dari teman-temannya.

"Saya kemudian setuju atas tawaran terlapor sehingga akhirnya mengirimkan uang investasi terhadap terlapor dengan jumlah keseluruhan mencapai Rp6,2 miliar secara bertahap," ungkap Bunga.

Di sisi lain, Sukhdev Singh menginvestasikan dana tambahan sebesar Rp6,5 miliar, sehingga total investasi keluarga ini mencapai belasan miliar rupiah.

Namun, tanda-tanda kecurangan mulai terlihat setelah jumlah investasi mereka semakin besar. 

Pelaku, CD dan SFS, beberapa kali menunda pembayaran profit dengan alasan yang tidak jelas, seperti rekening yang dibekukan atau klien yang belum membayar. 

"Hingga pada Juli 2024, profit tidak dibayarkan terlapor sepenuhnya kepada saya," ungkap Bunga.

Puncak dari kecurigaan Bunga adalah ketika ia mengetahui bahwa purchase order yang dijanjikan oleh pelaku ternyata diduga kuat palsu. 

"Bersamaan dengan itu, dikejutkan dengan adanya korban-korban lainnya yang memiliki nasib serupa dengan saya," ungkapnya dengan nada kecewa.

Setelah mencoba mencari penjelasan dan menghubungi pelaku tanpa hasil, Bunga akhirnya melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada Kamis (22/8/2024). 

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor STTLP/B/4972/VIII/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA. Bunga juga mengungkapkan bahwa ini baru satu dari beberapa kasus lainnya yang berpotensi untuk dilaporkan ke pihak berwajib.

Meskipun telah terjerat dalam penipuan ini, Bunga merasa bersyukur karena suaminya tetap memberikan dukungan penuh.

"Alhamdulillah banget suami saya sangat support banget, dia adalah garda terdepan saya, mungkin saya merasa bersalah karena saya juga orang yang menjerumuskan dia dan keuangan anak saya, tapi sampai saat ini suami saya nggak pernah nyalahin saya dan masih terus dukung saya," pungkasnya, dikutip dari Detik. 

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan